Archive

Archive for the ‘Gilang’ Category

Panen…panen….

Thursday, 19 November 2009 leunca Leave a comment

Panen…panen…..kata ini sekarang sangat populer dikalangan anak-anakku. semuanya gara-gara farmville yang ada di FB….

Awalnya hanya sesekali saja Aryo atau Bagus membantu ayahnya memanen atau membajak lalu menanami. Lama kelamaan ini menjadi kebiasaan dan malam hari adalah waktu wajib anak-anak menunggu ayahnya pulang.

“Bagus yang panen ya Ayah…”

Malam hari jadi terasa siang hari. suara berisik Aryo dan Bagus yang berbagi tugas, sementara sang ayah tiduran dan benar-benar tertidur pulas.

Ahh…..anak-anak jadinya membuat ladang sendiri. dari mulai menggambar berlembar-lembar sampai membuat miniatur yang disusun dari lego. duh……mereka kreatif sekali.

Mudah-mudahan kreatifitas ini akan berkembang terus mengikuti bertambahnya umur dan kepintaran mereka. InsyaAllah…..Amin…

guys….mauju terus ya….doa bunda menyertai kalian….Aryo, Bagus dan Gilang….

Categories: Aryo, Bagus, Gilang

Belajar bersama

Thursday, 16 July 2009 leunca Leave a comment

Sehabis sholat magrib, Aryo meminta saya untuk membantu mengerjakan tugas sekolahnya. Awalnya hanya saya dan Aryo yang duduk berdua berdampingan. Tak lama, Bagus ikut duduk di sebelah saya sambil membawa buku.

“Bagus juga mau belajar, Bun”

Tak lama, Gilang terdengar heboh.

“Mana buku aku, Bun?”

Rupanya Gilang juga ingin ikut belajar bersama kakak-kakaknya. Ah, meja kecil itu akhirnya penuh dengan buku yang terbuka dengan tangan-tangan kecil yang bergerak-gerak diatasnya.

Masing-masing sibuk dengan kegiaannya. Aryo sibuk mengerjakan pr agama. Bagus dengan tulisan abjad yang sengaja saya berikan sebagai tugasnya malam itu. Lalu Gilang, hanya mencoret-coret sambil bercerita mengenai gambarnya.

Hem….sudah sekian lama saya tak pernah lagi berlaku seperti “guru privat” seperti ini. Tetapi…susahnya guru privat untuk anak sendiri adalah…kok rasanya saya tak bisa sesabar mengajari anak orang lain ya….

Mungkin….karena, ketika mengajari anak sendiri…beban di pundak lebih berat ketibang mengajari anak orang lain.

aaah….setidaknya saya bisa mengawasi perkembangan mereka kan?….oke deh…Semangat untuk anak-anak!!!!!

Categories: Aryo, Bagus, Gilang

cerita celana yang tergantung di kapstok

Saturday, 11 July 2009 leunca Leave a comment

“Udah ashar nih….Mas Aryo, Mas Bagus sholat dong…”

“Gilang juga mau sholat…”

“ya udah…ayo wudhu”

Aryo, Bagus dan Gilang berebut masuk kamar mandi dan dengan sedikit cenda tawa mereka berwudhu. Gilang yang paling kecil menjadi korban, baju dan celananya basah.

“Bun….basah, ama Mas…” suaranya merengek sambil menarik-narik bajunya yang basah sebagian.

“Ya udah…ganti aja…”

Selesai berwudhu….kehebohan kembali terjadi. Aryo dan Bagus berebut sajadah besar sementara Gilang heboh mencari sarung.

“Bun, sarung Gilang dimana?”

Saya menggeleng tak tahu. Rengekannya makin menjadi.

“Bun…” Gilang semakin cerewet saja bertanya, mengikuti kemanapun aku melangkah.

Akhirnya, saya meminta Bagus untuk mengalah, memberikan sarungnya untuk Gilang dan mengganti celana pendek dengan celana panjang. Masalah terpecahkan dan mereka bertiga sholat berjamaah.

Selesai sholat, Bagus membuka celana panjangnya dan mengganti dengan celana pendek.

“Bun, celananya di gantung ya. nanti dipake lagi pas mau sholat.” suara cadel Bagus terdengar sejuk.

Duh, masih kecil tapi sudah mengerti hal sepele seperti ini. Saya tersenyum dan mengacungkan jempol padanya…

“Hebat De…”

Senyumnya merekah dan wajahnya cerah.

“Hebat kan Bagus, Bun?”

Saya mengangguk. Tak lama Gilang ikutan menggantung celananya.

“Kenapa di gantung De?”

“Digantung, Bun.” Gilang bersikukuh meminta saya membantunya menggantungkan celana. Walau saya sudah menjelaskan tetapi Gilang tak peduli.

Aaaah…..anak-anak hebat.

Categories: Aryo, Bagus, Gilang

o..ow…bukunya “beneran” ada di Toko Buku

Tuesday, 10 March 2009 leunca Leave a comment

Sehabis mengantar Bagus ke Dokter….saya maksain nyempetin nengok Gramedia untuk liat…”bener ga sih bukunya udah ada di Gramedia?”….

 

Aha….kaget….kaget dan kaget..

Ada senengnya…ada terkejutnya…tapi, ada ‘keder’nya juga. Gimana enggak?…ada banyak buku di sana, mungkin ratusan judul atau ribuan. Dan buku saya ini salah satu diantaranya. Berjajar diantara deretan buku-buku yang ga kalah menarik. Kok jadi ga pede gitu ya…..

Lalu…pindah ke satu Gramedia yang lain…(banyak banget ya Gramedia bikin toko buku di Kota Bogor…bravo Gramedia!!! hebat euy!!!)….eh, buku ini ditaruh di rak atas…aduh duh…kok jadi kelihatan “keren” banget sih!

Bersampulkan palstik dan bikin buku jadi mengkilap-kilap….wah, boleh dong pede abizzz!

So….berarti…kali ini…saya berhasil mewujudkan salah satu keinginan saya untuk punya “hasil tulisan sendiri” dan di pajang di toko buku, sehingga siapapun bisa menatapnya (walau sesaat)…lalu tertarik untuk membaca (walau dengan kening berkertu-kerut)…atau..menangis (wah, ini yang paling saya takutkan..)…kemudian terpikir untuk menghadiahi seseorang yang “mungkin” memiliki pengalaman yang sama atau hanya “sebagai hadiah” untuk orang lain…..terus, apalagi ya?….happy ending deh (seperti bukunya)…

Wah…indah ya kalo happy ending.

 

Gramedia Botani Square Bogor

Gramedia Botani Square Bogor

 

 

Heem, selamat menikmati yaaaa….

Categories: Gilang

Pagi yang menyenangkan

Thursday, 13 November 2008 leunca Leave a comment

Hari keempat Bagus masuk kelas baru….wah, saya legaaaa banget.

Begitu kakinya melangkah keluar rumah dan melewati pagar, senyum mengembang dan dengan mata berbinar-binar Bagus “berjanji” pada saya.

 

“Bagus mau jadi anak hebat ah.”

 

Saya mendengar tak menanggapi. Menunggu.

 

“Bagus ga mau nangis nagis lagi.”

 

Aaah, begitu mendengar kalimat yang keluar dari mulut mungilnya, saya seperti mendengar “kabar gembira”…..seperti meminum segelas air dingin di siang terik. Segar.

 

“iya De, ga nangis-nangis lagi. Kan De Bagus anak hebat.” Saya menanggapinya sambil menggandeng tangannya. Walau saya percaya kata-katanya, namun saya belum sepenuhnya 100% percaya. Yaa…anak-anak kan gampang berubah kan?….

 

Tetapi, bener loh…..langkahnya kian ringan begitu mendekati sekolah. Terdengar suara teman-temannya yang sedang membaca doa.

 

“Udah baris Bunda.”

 

“iya. Ga pa-pa. sekali-sekali kesiangan. Tadi De Bagus mandinya main-main sih…jadi kesiangan deh.”

 

Saya tak merasakan ketakutan Bagus. Tangannya tak lagi menggenggam erat tangan saya seperti kemarin-kemarin.

 

Benar saja, teman-temannya sudah berbaris rapi dan pintu pagar sekolah tertutup. Perlahan saya buka dan…..ups, saya kaget. Bagus langsung berlari meninggalkan saya. Dengan langkah yakin dan sedikit berlari masuk kelas, menaruh tas dan keluar menghampiri gurunya yang melambaikan tangan.

 

SubhanaAllah………saya bener-bener bersyukur melihat perubahannya pagi ini. Bagus bener-bener anak hebat. Kalau saya berada di posisinya Bagus, mungkin saya tak akan seperti itu. Saya tidak akan seberani dan se-PD Bagus……..

 

Kadang…..saya tertegun menatap jagoan-jagoan kecil yang “mengerumuni” saya setiap hari. Rasanya tak “pantas” saya mengeluh kerepotan. Mereka anak-anak hebat yang sudah Allah SWT titipkan pada saya dan suami.

 

Ketika saya menangis, Bagus pasti memeluk dan berbisik, “Bunda jangan nangis.”

Ketika saya tiduran karena kepala tiba-tiba pusing, Aryo pasti selalu “siap sedia” jika saya memanggil dan memintanya untuk membuatkan sirup atau teh manis.

Ketika saya sakit, Gilang akan mengusap-usap tangan saya dan tidur di sebelah saya, menemani.

 

Aaah…….saya rasa….saya mungkin salah satu “seorang ibu yang beruntung”……selalu ada sisi kebaikan diantara kesulitan…..

 

Terima kasih ya Allah…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Aryo, Bagus, Gilang

Bagus dan Gilang belajar Sholat

Tuesday, 11 November 2008 leunca Leave a comment

Adzan panggilan sholat terdengar dari masjid di kejauhan. Bagus dan Gilang berhamburan dari kamar sambil menngulung celana panjang yang dikenakannya.

 

“Bunda, mau sholat ya…” Bagus berlari menuju kamar mandi dan ber-wudhu.

 

Gilang tak kalah semangat. Sambil mengulung celana panjangnya dengan asal, berlari menghampiri.

“Mau wudhu….”

 

Saya membantunya ber-wudhu. Gilang berwudhu hanya mencuci tangan lalu mengusapkan tangannya ke mukanya berkali-kali.

 

Selesai wudhu, Gilang dan Bagus menarik sejadah yang berada di tumpukan paling bawah.

 

Sholat sendiri-sendiri dengan sajadahnya masing-masing. Bagus sholat sambil membaca Al Fatihah keras-keras. Walau tak sepenuhnya dengan lafal dengan benar namun urutannya benar. Membuat saya …..lega dan bersyukur.

 

Gilang sholat di kamar, di pojokkan dekat tempat tidur. Berdiri sebentar lalu ruku dan sujud. Duduk setelah sujud lalu memutar kepala ke kanan dan ke kiri. Selesai. Dilipatnya sajadah lalu disimpan kembali di tempatnya semula. Tak lupa Bagus dan Gilang mendekati saya, salam.

 

Aaah……walau saya belum mencereweti mereka untuk sholat namun……begitu adzan terdengar, mereka langsung lari mengambil sajadah.

 

“Sholat Bunda…” Gilang menatap saya dengan matanya yang jernih. Dan wajah Bagus basah oleh air wudhu.

 

Saya mengangguk.

 

“Anak pintar…anak hebat.” Saya mengacungkan jempol.

 

Dua kakak beradik yang belajar dari ayahnya, bundanya dan mas-nya. Ternyata, perbuatan lebih jitu daripada hanya sekedar “kata-kata”.

 

Pr buat saya……”berilah contoh baik sebanyak-banyaknya pada mereka….karena mereka akan belajar banyak dari saya, Bundanya”….

 

Ga gampang ya menjadi ibu yang “baik” ……..

 

 

Categories: Bagus, Gilang