Archive

Archive for the ‘Curtak’ Category

Serba mendadak

Wednesday, 21 October 2009 leunca Leave a comment

Pagi ini semua serba tidak direncanakan. Sekolah Aryo dan Bagus menjadi tujuan utama yang juga tidak direncanakan.

Kok rasanya waktu berjalan sangat cepat. Baru rehat sebentar setelah merapikan rumah di pagi hari …saya lagi-lagi harus memaksakan diri untuk bersemangat melangkah walaupun rasanya badan masih belum sepenuhnya “bangun”.

Sakit badan masih ada sisa sedikit, peninggalan flu berat yang nempel sejak seminggu lalu. Belum lagi training si bibi baru yang ga berese-beres karena belum apa-apa si bibi sudah minta cuti karena sakit flu. Ya…daripada menulari jadi saya sengaja mengijinkan.

Untungnya…selalu masih ada untung, Gilang si kecil tak lagi merepotkan. Cerita dan tanyanya membuat saya tersadar sepanjang jalan. Tak terasa kepintarannya hampir menyamai kakak-kakaknya. Walaupun….manjanya tak kunjung berkurang sementara sebentar lagi InsyaAllah, adik baru akan hadir.

Kalo dipikir-pikir…kadang stress juga dengan rutinitas yang terus meningkat. Tetapi, lagi-lagi saya berjuang untuk menikmatinya saja. Untuk apa stress?…… Masalah tak akan selesai, yang ada penyakit mudah hinggap dan anak-anak menjadi korban.

So….ya, sebisa mungkin dijalani dengan santai dan perlahan saja. Menguatkan mental kembali dan bersemangat lagi walau….rasanya….duh, berat dan susah.

Aaah…..ayo ah, menata hati lagi dan menguatkan mental. Karena seorang ibu harus kuat….jika kaki menjadi kepala…..artinya, segala cara harus dicoba supaya semua bisa teratasi.

I love you all….jagoan-jagoan Bunda…

Categories: Curtak

Ceria…ceria….ceria….

Wednesday, 14 October 2009 leunca Leave a comment

Xixixixixiiii….pagi-pagi ini sudah duduk depan komputer untuk coba nulis lagi. Coba dan coba….belajar mengeluarkan beribu ide dengan anggun.

Mudah-mudahan ini awal yang baik dan ga akan berhenti begitu aja seperti kemarin-kemarin.

Maklum…dalam hitungan dua bulanan lagi saya akan melahirkan yang keempat kalinya. Semoga semuanya lancar dan mendapatkan kemudahan dari Sang Maha Memberi. Amin.

Duh…..ayo dong…konsisten dan persisten..seperti yang pernah memenuhi kuping kanan dan kiri berulang-ulang. Siapa lagi yang suka menyemangati dengan membakar telinga kalo bukan sang Ayah…xixixixiiii…

Ah ya…..biarpun semangatnya masih ngos-ngosan tetapi tetap berusaha ceria. Karena…satu tangkai mawar putih sudah diterima tadi malam. Duh…so sweet deh…..Makasih ya Ayah….suamiku tersayang.

Categories: Curtak

Segelas air madu hangat

Tuesday, 5 May 2009 leunca Leave a comment

Kepala pusing, badan tiba-tiba serasa tak bertulang, pegal-pegal di sekujur tubuh, kehilangan nafsu makan……plus hidung mampet….aaah, mau flu sepertinya.

Matapun sulit untuk dipejamkan, karena khawatir anak-anak juga mulai merasa kurang enak badan. Daripada khawatir, saya memilih mencekoki anak-anak dengan susu dan makanan yang “banyak”…supaya badannya tetap fit. InsyaAllah.

Berjalan ke sana kemari, mencari ide, enaknya minum apa ya selain obat supaya flu tak singgah. Ah….terlintas ide untuk membuat air madu hangat.

Sesendok makan madu dilarutkan dalam satu gelas air hangat. Diaduk-aduk perlahan sambil berdoa dalam hati. “Semoga ini obat alami yang manjur”…

Awalnya tenggorokan sedikit menolak untuk menelan air madu yang rasa manis tak terasa. Sedikit memaksakan diri, akhirnya satu gelas itu habis juga.

Alhamdulillah…..setelah meminumnya, keringat membasahi kening. Badan yang sepertinya hendak meriang, mengeluarkan keringat walau tak banyak.

Mudah-mudahan….segelas air madu hangat ini bisa mendongkrak stamina saya dan membantu antibody berperang dengan virus. InsyaAllah. Amin.

Nikamti deh segelas air madu hangat di pagi dan malam hari……

Categories: Curtak

my sunrise

Monday, 13 April 2009 leunca Leave a comment

Kenapa sih sunrise yang biasa saya lihat setiap pagi tidak seindah kemarin?

Langit selalu tampak mendung…awan terlihat kelabu dan merana.

 

Ah, jujur…ingin rasanya saya tambahkan semburat warna cerah..

Hanya, agar, supaya saya bisa melihat lagi indahnya wajah segar…

Yang merona kemerahan karena semangat di pagi hari yang membakar langkahnya.

 

Jejak-jejaknya tampak jelas meninggakan tapak

Berdebam langkah kaki yang terdengar berat menandakan….hari ini adalah saatnya mewujudkan mimpi yang terpendam….

 

Honey……

Begitu beratkan beban yang dipikul di pundak lebarmu?..

Hingga senyummu tak mampu menutupi kebingungan dan kegalauan hatimu…

 

Honey….

Apa yang bisa saya lakukan untuk membasuh kelelahan di pikiranmu…

Karena masalah yang bertubi datangnya, seolah tak ada ujungnya..

 

Honey…

Apa pun yang kau lakukan,

Ingatlah pendukung setiamu

Yang selalu menyemangatimu…

Dan terus mencoba menghadirkan senyum lebar

Agar kembali menghias di bibirmu.

 

Categories: Curtak

Sang Khalik

Wednesday, 1 April 2009 leunca Leave a comment

Ketika seonggok jiwa nan kecil gelisah sepanjang hari malam…mencari-cari sebuah jawaban yang membuatnya tak mampu memejamkan mata barang sedetikpun.

“Ada apakah ini gerangan ya Allah?’

Tak ada jawaban yang terdengar oleh indera pendengaran ini. Hanya sunyinya malam yang semakin pekat dan semakin membuat tubuh  mengigil.

Sebuah jiwa ini terbangun dan duduk terpengkur. Menatap malam yang sering membuatnya gelisah tanpa ada satu alasanpun. 

Sayup terdengar hati nurani berkata.

“Dekatlah kembali pada Sang Khalik…..bagi semua kesedihan dan kesusahanmu…ceritakan kebahagiaanmu…mulailah hari dengan menyebut-Nya….jangan biarkan hati kosong tanpa mengingat-Nya…”

Jiwa itu terperangah. Sungguh….lama sekali jarang bersujud di tengah malam nan sepi, menangis sambil menyebut nama-Nya….merasakan syukur atas banyak banyak nikmat-Nya.

Ya Allah…..Ampunilah hamba-Mu yang hina ini….yang banyak melalaikan-Mu…..ikat kembali hati hamba kepada-Mu….Amin.

Categories: Curtak

Buku oh Buku

Monday, 9 February 2009 leunca Leave a comment

Dahulu sekali…..pernah berangan-angan mempunyai “buku sendiri”…buku karangan sendiri yang bisa dijual dan dipajang di toko-toko buku…..keren deh, bayangan di otak saat itu.

Aha…..ternyata, memang mengasyikkan. Sungguh.

Menceritakan suatu cerita dengan gaya bercerita ala “sendiri”…apa adanya, asyik juga. Apalagi jika mendengar komentar “baik”….wah, rasanya ada satu kepuasan “tersendiri” yang tak ternilai dengan money. Aaaaah….

Seperti yang dikatakan seseorang yang sudah berkecimpungan dalam “urusan” ini, nikmati saja prosesnya, jangan berharap “rupiah” yang akan didapat, karena jika dinilai dengan uang, itu tidak “seberapa”….

Ternyata…semuanya benar adanya. Menikmati proses, bersabar akan sesuatu, menunggu “kabar baiknya”….adalah sebuah proses yang harus dilalui.

Begitu mendengar kalimat….”buku akan diterbitkan….”…..waw, rasanya dunia penuh bintang, terang benderang, musik mangalun…semuanya indah, indah dan indah.

Jangan lupa bersyukur pada Allah SWT. Itu yang utama.

“Ya Allah….terima kasih atas semua karunia yang telah Engkau berikan pada hamba…… tanpa Engkau, rasanya kaki ini takkan sanggup melewati masa sulit….terima kasih ya Allah. Amin ya robbal alamin.”

Categories: Curtak