Di belakang seorang laki-laki..
Di belakang seorang laki-laki hebat….itu istilahnya….pasti ada seorang perempuan, istri, yang “kuat”…
Terinspirasi dari suatu siang menonton berita di Tvone, wawancara istri dari Williardi Wizard….yang mengungkapkan banyak hal dan itu membuat aku bercermin banyak. Kata-kata sederhana yang mengalir begitu saja…membuat ada sesuatu dalam hati yang terketuk dan menjadi malu.
Bagaimana dikatakannya….”ketika ijab kabul, ada satu doa yang diucapkan….”……percis seperti pengalamanku dulu (doa yang terucap ketika ijab kabul akad nikahku dulu)…. Lalu, kata-katanya lagi….”jika ada masalah kecil dihilangkan, kalau ada masalah besar dikecilkan…”
Duhh……kupingku jadi panas dan aku jadi malu.
Rasanya, akhir-akhir ini aku gampang sekali membesarkan masalah hanya karena aku sungkan atau sulit berkomunikasikan dengan suami.Dan akhirnya membuat aku uring-uringan berhari-hari, menangis sepanjang malam dan rasanya merana sekali…
Bagimana juga sang istri yang berusaha tegar dan setia demi janjinya ketika ijab abulnya dulu…..dan demi anak-anak. kuat demi anak-anak dan suaminya yang kini ditahan…Aaah….saya rasanya pantas mengacungi jempol untuknya. Hebat.
Tak mudah untuk tetap mempercayai seseorang apalagi ketika kejujuran sedang diuji. ketika ada sedikit keraguan terhadap suami, didiamkan tanpa bertanya…rasanya hati seperti dibolak-balik. Apalagi ketika publik mengetahui dan seolah aib terbongkar begitu saja….entah itu benar atau tidak…tetapi tetap yakin dan percaya dan menjaganya. SubhanaAllah…..itulah istri yang solehah.
Tak banyak meminta atau menuntut. Dia ada ketika dibutuhkan. Dia kuat ketika keadaan sangat sangat sulit. Dia seolah menjadi payung ketika panas matahari memancarkan sinarnya sangat panas. Dan, dia selalu mengingatkan agar selalu berdoa dan ingat pada Sang Pencipta…….doa tak henti keluar dari bibir dan tangisnya.
Itulah……dibalik kesuksesan seorang laki-laki….pasti dibelakangnya ada istri yang “hebat” dan “kuat”… karena tak mudah bagi seorang perempuan untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, istri bagi suaminya, dan wanita bagi dirinya sendiri.
semuanya harus dijalani dengan sabar dan tekun…..tanpa memikirkan, “apa keuntungan yang akan didapatkan dari semua ini, kecuali cinta suami dan ridho Sang Ilahi…..

