Archive

Archive for the ‘Curhat’ Category

Di belakang seorang laki-laki..

Tuesday, 17 November 2009 leunca Leave a comment

Di belakang seorang laki-laki hebat….itu istilahnya….pasti ada seorang perempuan, istri, yang “kuat”…

Terinspirasi dari suatu siang menonton berita di Tvone, wawancara istri dari Williardi Wizard….yang mengungkapkan banyak hal dan itu membuat aku bercermin banyak. Kata-kata sederhana yang mengalir begitu saja…membuat ada sesuatu dalam hati yang terketuk dan menjadi malu.

Bagaimana dikatakannya….”ketika ijab kabul, ada satu doa yang diucapkan….”……percis seperti pengalamanku dulu (doa yang terucap ketika ijab kabul akad nikahku dulu)…. Lalu, kata-katanya lagi….”jika ada masalah kecil dihilangkan, kalau ada masalah besar dikecilkan…”

Duhh……kupingku jadi panas dan aku jadi malu.

Rasanya, akhir-akhir ini aku gampang sekali membesarkan masalah hanya karena aku sungkan atau sulit berkomunikasikan dengan suami.Dan akhirnya membuat aku uring-uringan berhari-hari, menangis sepanjang malam dan rasanya merana sekali… :(

Bagimana juga sang istri yang berusaha tegar dan setia demi janjinya ketika ijab abulnya dulu…..dan demi anak-anak. kuat demi anak-anak dan suaminya yang kini ditahan…Aaah….saya rasanya pantas mengacungi jempol untuknya. Hebat.

Tak mudah untuk tetap mempercayai seseorang apalagi ketika kejujuran sedang diuji. ketika ada sedikit keraguan terhadap suami, didiamkan tanpa bertanya…rasanya hati seperti dibolak-balik. Apalagi ketika publik mengetahui dan seolah aib terbongkar begitu saja….entah itu benar atau tidak…tetapi tetap yakin dan percaya dan menjaganya. SubhanaAllah…..itulah istri yang solehah.

Tak banyak meminta atau menuntut. Dia ada ketika dibutuhkan. Dia kuat ketika keadaan sangat sangat sulit. Dia seolah menjadi payung ketika panas matahari memancarkan sinarnya sangat panas. Dan, dia selalu mengingatkan agar selalu berdoa dan ingat pada Sang Pencipta…….doa tak henti keluar dari bibir dan tangisnya.

Itulah……dibalik kesuksesan seorang laki-laki….pasti dibelakangnya ada istri yang “hebat” dan “kuat”… karena tak mudah bagi seorang perempuan untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, istri bagi suaminya, dan wanita bagi dirinya sendiri.

semuanya harus dijalani dengan sabar dan tekun…..tanpa memikirkan, “apa keuntungan yang akan didapatkan dari semua ini, kecuali cinta suami dan ridho Sang Ilahi…..

Categories: Curhat

Perempuan biasa

Wednesday, 11 November 2009 leunca Leave a comment

Hanya perempaun biasa.
Dengan banyak kelemahan.
Dengan banyak kekurangan.
Dengan banyak kesalahan.
Dengan banyak ketidakmampuan.

Namun….
Mencoba untuk belajar menjadi lebih baik.
Walau bukan sempurna, namun menjadi lebih baik
Ternyata tak mudah.
Usaha sekuat apapun rasanya tak pernah cukup.
Perempuan ini tetaplah perempaun biasa….bukan perempuan luar biasa nan hebat..

Yang menagis ketika sedih,
Yang menjerit ketika disakiti,
Yang meratap ketika tak ada yang mendengar,
Yang mencoba tegar berdiri di atas kaki walau sesungguhnya tak sanggup,
Yang mencoba mencari perlindungan dari Sang Khalik ketika merasa lemah,
Yang bercucuran air mata ketika lelah dan ingin berhenti,
Yang mencoba berjalan dengan kepala tegak walau malu sangat sangat malu,
Yang tak bisa tersenyum karena terlalu sedih,
Yang akhirnya mencoba bangkit lagi ketiak merasa terjatuh dalam jurang yang sangat dalam,
Yang menyayangi anak-anaknya,
Yang menyayangi belahan jiwanya,
Yang terus mencoba, berusaha, dan berjuang,

Hanya perempuan biasa lengkap dengan semua kekeurangannya.
Bukan perempuan super yang bisa segalanya….
Bukan….
Hanya perempaun biasa…..
Bahkan terlalu biasa..
Hingga tak ada satu penghargaan pun masih bisa bersyukur dan tersenyum…

Perempuan biasa yang tersakiti lalu menangis
Perempuan biasa yang tak ada lagi tempat tumpuan hatinya
Perempuan biasa yang langkahnya hampit berhenti

namun…
perempuan biasa ini ingin bangkit
berdiri gagah lagi…

karena Sang Pencipta ada di sampingnya..
selalu melindunginya.
Perempuan biasa ini ingin berani,
tak lagi takut,
karena yakin….
Allah akan memberikan yang terbaik…

Categories: Curhat

Membuang mimpi dan harapan

Wednesday, 11 November 2009 leunca Leave a comment

Rasanya seperti tak bernyawa ketika….dengan berat hati membuang mimpi dan harapan yang paling besar. Waduh….bener-bener menguras energi dan membuat lemes gak karuan.

Menangis berjam-jam, meratapi diri….dan merasa diri paling bodoh, paling tak mampu. Masa segitu saja harus menyerah?…itu yang terus terlintas dalam otak. Masa tak bisa seperti orang lain yang bisa dan berhasil?…duh, menangislah sejadi-jadinya.

Karena rasanya sudah tak sanggup lagi menyimpan mimpi yang terlalu besar….lalu menyadari keterbatasan diri, kebodohan dan kekurangan yang paling tak dapat lagi diusahakan…karena otak bener-bener tumpul….akhirnya, dengan perenungan sepanjang malam yang panjang….mimpi itu dibuang dan dibiarkan saja melewati celah-celah kepala lalu buyar ditelan angin malam.

Walau rasanya seperti tak bertulang, tak mampu merasakan lagi semangat dan seolah hidup ini hanyalah sebuah rutinitas….namun, apalagi yang bisa diperbuat. tak ada yang mampu dilakukan untuk semua mimpi dan harapan itu.

Hanya ada harapan…..selalu harapan, namun ini bukanlah harapan besar….hanya secuil keinginan…..suatu saat nanti ada jalan, sutau saat nanti ada cara….yang bisa membangkitkan lagi sesuatu dalam diri yang bisa membakar kembali semangat-semangat yang dipendam. hanya itu….

rasanya tak bertulang, lidah tak mampu mengucapkan sepatah katapun, tak berenergi untuk beberapa saat…..seperti melepaskan sebagian jiwa ini ke udara. namun, saat ini….inilah yang terbaik.

Lelah disakiti karena mimpi ini, sakit karena diingatkan semua mimpi ini. malu karena tak mampu mewujudkannya. walau sesungguhnya…rela jika tersakiti terus menerus…….karena cinta, karena sayang, karena butuh…

Namun akhir-akhir ini energi tiu terkuras habis. tubuh menolak sebagian, karena kelelahan menahan beban hati yang bertumpuk. tersakiti….dan tersakiti lagi…..

goodbye my dream…..
hope, ini yang terbaik…..walau sesungguhnya tak yakin…
namun, bukankah dalam hadup harus berani mengambil “resiko” sedikit…
tak akan ada penyesalan…
karena sesungguhnya diri ini memang tak mampu….

Categories: Curhat

Ga tahan jatuh cinta

Saturday, 7 November 2009 leunca 2 comments

Dulu sekali…..hanya dengan mendengar suara lembut dan tenang, hati langsung kepincut dan tak tahan untuk jatuh cinta.

Mungkin ini sepele…namun, bagi saya semuanya ini seperti ajaib. Bagaimana mungkin jatuh cinta hanya mendengar suaranya saja…membuat hati terkapar, bertekuk lutut setiap mendengar suaranya.

Entah ada magnet apa yang membuat hati ini berdebar hanya dengan mendengar suara lembutnya, tawa pelannya….ah, sungguh membuat mimpi dipenuhi bunga berwarna warni.

Rasanya konyol jika saya harus berbagi cerita ini. Bagaimana lucu dan kekanak-kanakanya waktu itu. Entah ada benang merah apa yang membuat akhirnya ada satu ikatan tak tampak yang mempertemukan dan akhirnya menyatukan ini.

Chemistry seperti apa tepatnya sampai-sampai hati ini hanya tertuju padanya?……tak mampu dijawab dengan logika dan bahkan dengan anganan semata. Semuanya seperti mimpi. Hingga detik ini juga.

Itulah rahasia Sang Ilahi. Tak seorangpun mampu menebaknya. Yang saya tahu hanyalah..ga kuta untuk menahan tidak jatuh cinta. Seribu alasan bahkan sejuta alasan menolaknya dalam pikiran ini tak mampu dibuang jauh. Membuang semua harapan dan mimpi yang berkembang setiap waktu. Tetapi akhirnya, saya menyerah dan menyerah. Saya ga tahan untuk tidak jatuh cinta padanya, sang idola, pujaan hati nun jauh di sana.

Mungkin saya lah yang pertama memberikan sinyal itu. Membuat perhatian kecil dan mencuri perhatiannya sedikit. Ada masa dimana saya hampir menyerah, menyadari harapan terlalu banyak, mencoba meraih bulan yang tergantung di langit atas.

Ah…. Cinta…cinta…..semuanya serba membingungkan. Biarkan saja semua berjalan seperti air yang mengalir. Hanya harapan, bunga-bunga cinta akan selalu ada dan tak pernah layu. Membasahi disetiap kemaraunya hidup. Meninggalkan embun sejuk ketika mata terbuka menyongsong hari. Senyum merekah karena ada cinta di sana.

Aaaaah…. Cinta…cinta. Sungguh, ga tahan untuk tidak jatuh cinta padanya.

Categories: Curhat

….

Friday, 6 November 2009 leunca Leave a comment

qrcode

Categories: Curhat

Kartini-an ala SD Perwira

Tuesday, 28 April 2009 leunca Leave a comment

Selasa, 21 April 2009 adalah saat pertama kalinya Aryo mengikuti acara “Kartinian” di sekolahnya. Karena saya mendadak mengetahui acaranya ini, yang dimajukan 1 minggu dari tanggal yang sudah ditetapkan….akhirnya, mendadak pula saya menyiapkan baju daerah yang akan dikenakan Aryo.

Salon dekat rumah yang menyediakan penyewaan baju adat anak-anak, sore itu tutup. Berjalan cepat, saya berkejaran dengan langit sore yang sangat mendung diselingi dengan gelegar petir, menyuususri jalan mencari kalau-kalau ada salon yang menyediakan apa yang saya cari.

Berjalan cepat tak menghasilkan buah. Saya pulang dengan tangan hampa. Senyum Aryo sedikit memudar. Akhirnya saya berhasil menjelaskan keadaan yang sebenarnya tanpa ada kebohongan sedikit pun. 

Alhasil, saya berhasil meminjam sebuah sarung bermotif khas Kalimantan kepunyaan Mamih. Kain sarung inilah yang saya modifikasikan dengan setelan baju muslim, dan jadilah baju melayu.

Not bad lah……saya pikir. Toh….ga kalah jauh dengan baju sewaan. Agak malu-malu Aryo memakainya. Kurang percaya diri sewaktu saya potret. Kebiasaannya yang sering membuat saya sebel.

Ah…ternyata, sesampainya di sekolah….teman-teman perempuannya ternyata lebih “serius” dalam merayakan hari Kartini ini. Mereka memakai baju daerah lengkap, plus make up di wajah. Dengan pipi merah muda dan bibir merah terang, anak-anak perempuan ini berdiri tak sabar ingin berjalan diatas “catwalk” sekolah.

“perempuannya cantik-cantik, Bunda.” Itu komentarnya sewaktu saya menyusulnya untuk menggambil gamra-gambar Aryo beserta teman-temannya. Anak-anak ABK teman satu kelas Aryo juga tidak mau kalah. Malahan mereka terlihat lebih antusias dan gaya mereka yang memang “sulit diatur” itulah membuat senyum saya dan senyum ibu-ibu lain tak henti mengembang. Apalagi ibu-ibu guru yang mengatur mereka. Walau kewalahan tetapi para ibu guru ini tetap tertawa senang, melihat gaya dan tingkah polah anak-anak berkebutuhan khusus ini yang berbaur dengan anak-anak biasa.

Aaaaah….menggemaskan dan membuat senyum saya kembali melebar setiap mengingat ini. Anak-anak tetaplah anak-anak….walau mereka memiliki kelainan yang tidak diperlihatkan lewat fisik meraka (Autis, hiperakfit dan lain sebagainya)…mereka terlihat “biasa”. 

Inilah dunia anak-anak penuh warna yang coba Aryo akrabi setiap hari. Semoga Aryo bisa belajar banyak dari anak-anak yang istimewa ini. InsyaAllah.

Categories: Curhat