Archive

Archive for the ‘Curhat’ Category

Ga tahan jatuh cinta

Saturday, 7 November 2009 leunca Leave a comment

Dulu sekali…..hanya dengan mendengar suara lembut dan tenang, hati langsung kepincut dan tak tahan untuk jatuh cinta.

Mungkin ini sepele…namun, bagi saya semuanya ini seperti ajaib. Bagaimana mungkin jatuh cinta hanya mendengar suaranya saja…membuat hati terkapar, bertekuk lutut setiap mendengar suaranya.

Entah ada magnet apa yang membuat hati ini berdebar hanya dengan mendengar suara lembutnya, tawa pelannya….ah, sungguh membuat mimpi dipenuhi bunga berwarna warni.

Rasanya konyol jika saya harus berbagi cerita ini. Bagaimana lucu dan kekanak-kanakanya waktu itu. Entah ada benang merah apa yang membuat akhirnya ada satu ikatan tak tampak yang mempertemukan dan akhirnya menyatukan ini.

Chemistry seperti apa tepatnya sampai-sampai hati ini hanya tertuju padanya?……tak mampu dijawab dengan logika dan bahkan dengan anganan semata. Semuanya seperti mimpi. Hingga detik ini juga.

Itulah rahasia Sang Ilahi. Tak seorangpun mampu menebaknya. Yang saya tahu hanyalah..ga kuta untuk menahan tidak jatuh cinta. Seribu alasan bahkan sejuta alasan menolaknya dalam pikiran ini tak mampu dibuang jauh. Membuang semua harapan dan mimpi yang berkembang setiap waktu. Tetapi akhirnya, saya menyerah dan menyerah. Saya ga tahan untuk tidak jatuh cinta padanya, sang idola, pujaan hati nun jauh di sana.

Mungkin saya lah yang pertama memberikan sinyal itu. Membuat perhatian kecil dan mencuri perhatiannya sedikit. Ada masa dimana saya hampir menyerah, menyadari harapan terlalu banyak, mencoba meraih bulan yang tergantung di langit atas.

Ah…. Cinta…cinta…..semuanya serba membingungkan. Biarkan saja semua berjalan seperti air yang mengalir. Hanya harapan, bunga-bunga cinta akan selalu ada dan tak pernah layu. Membasahi disetiap kemaraunya hidup. Meninggalkan embun sejuk ketika mata terbuka menyongsong hari. Senyum merekah karena ada cinta di sana.

Aaaaah…. Cinta…cinta. Sungguh, ga tahan untuk tidak jatuh cinta padanya.

Categories: Curhat

….

Friday, 6 November 2009 leunca Leave a comment

qrcode

Categories: Curhat

Kartini-an ala SD Perwira

Tuesday, 28 April 2009 leunca Leave a comment

Selasa, 21 April 2009 adalah saat pertama kalinya Aryo mengikuti acara “Kartinian” di sekolahnya. Karena saya mendadak mengetahui acaranya ini, yang dimajukan 1 minggu dari tanggal yang sudah ditetapkan….akhirnya, mendadak pula saya menyiapkan baju daerah yang akan dikenakan Aryo.

Salon dekat rumah yang menyediakan penyewaan baju adat anak-anak, sore itu tutup. Berjalan cepat, saya berkejaran dengan langit sore yang sangat mendung diselingi dengan gelegar petir, menyuususri jalan mencari kalau-kalau ada salon yang menyediakan apa yang saya cari.

Berjalan cepat tak menghasilkan buah. Saya pulang dengan tangan hampa. Senyum Aryo sedikit memudar. Akhirnya saya berhasil menjelaskan keadaan yang sebenarnya tanpa ada kebohongan sedikit pun. 

Alhasil, saya berhasil meminjam sebuah sarung bermotif khas Kalimantan kepunyaan Mamih. Kain sarung inilah yang saya modifikasikan dengan setelan baju muslim, dan jadilah baju melayu.

Not bad lah……saya pikir. Toh….ga kalah jauh dengan baju sewaan. Agak malu-malu Aryo memakainya. Kurang percaya diri sewaktu saya potret. Kebiasaannya yang sering membuat saya sebel.

Ah…ternyata, sesampainya di sekolah….teman-teman perempuannya ternyata lebih “serius” dalam merayakan hari Kartini ini. Mereka memakai baju daerah lengkap, plus make up di wajah. Dengan pipi merah muda dan bibir merah terang, anak-anak perempuan ini berdiri tak sabar ingin berjalan diatas “catwalk” sekolah.

“perempuannya cantik-cantik, Bunda.” Itu komentarnya sewaktu saya menyusulnya untuk menggambil gamra-gambar Aryo beserta teman-temannya. Anak-anak ABK teman satu kelas Aryo juga tidak mau kalah. Malahan mereka terlihat lebih antusias dan gaya mereka yang memang “sulit diatur” itulah membuat senyum saya dan senyum ibu-ibu lain tak henti mengembang. Apalagi ibu-ibu guru yang mengatur mereka. Walau kewalahan tetapi para ibu guru ini tetap tertawa senang, melihat gaya dan tingkah polah anak-anak berkebutuhan khusus ini yang berbaur dengan anak-anak biasa.

Aaaaah….menggemaskan dan membuat senyum saya kembali melebar setiap mengingat ini. Anak-anak tetaplah anak-anak….walau mereka memiliki kelainan yang tidak diperlihatkan lewat fisik meraka (Autis, hiperakfit dan lain sebagainya)…mereka terlihat “biasa”. 

Inilah dunia anak-anak penuh warna yang coba Aryo akrabi setiap hari. Semoga Aryo bisa belajar banyak dari anak-anak yang istimewa ini. InsyaAllah.

Categories: Curhat

Eh Compeng…eh compeng………

Monday, 13 April 2009 leunca Leave a comment

 

Gilang dan kakak-kakaknya sering menyanyikan jingle iklannya PEMILU yang sering muncul di tv. Gaya dan mimic wajahnya yang serius menatap cuplikan, lagu bahkan kata-katanya terekam dengan cepat di kepalanya.

 

Lucu….dan membuat semua yang mendengar akan tertawa.

 

“Cukup satu kali compeng” Itu nyanyian yang keluar dari mulut kecilnya. Kata Contreng pun berganti dengan Compeng karena lidahnya masih agak sulit mengatakan kata-kata yang tidak umum.

 

Tak hanya sekali Gilang menyanyikan ini. Berkali-kali dan hampir setiap hari. Bahkan di hari pemilu pun, Gilang ikut bersemangat berjalan kaki menuju TPS dan ikut menatap barisan nama juga foto di lembaran kertas yang cukup besar itu sambil mengira-ngira…”Ayah pilih yang mana sih?”

 

...contreng yuk

 

Semangat anak kecil ini mengalahkan semangat orang dewasa dan akhirnya menulari banyak orang. Membuat ayahnya yang hampir memilih menjadi golput…akhirnya kalah dan memilih…entah siapa. Rahasia kan?….

 

 

Ya….kata-kata compeng seolah menghipnotis penghuni anyelir ini. Semua tertawa, menertawakan pelesetan ini…tetapi akhirnya malah ikut menyanyikan jingle ini. Orang dewasa yang mencontoh anak kecil……menggelikan ya?..

 

Ah…”Cukup satu kali contreng” sukses membuat orang tanpa sadar mengerti apa yang harus dilakukan tanggal 9 April kemaren. Lah….anak-anak saja suka kok…apalagi orang dewasa…bener kan?…

jangan diikutin ya..ini gaya yang ga "baik"

 

Categories: Curhat

Jalan-jalan “murah”

Tuesday, 17 February 2009 leunca Leave a comment

Menghabiskan hari Sabtu kemaren, saya jalan-jalan dengan suami dan anak-anak. Wah….ini mah bener-bener jalan-jalan alias jalan kaki……awalnya iseng-iseng sambil ngobrol dan bercanda. Lama-lama, asyik juga dan bener-bener bisa bikin fresh…otak sedikit banyak bisa di refresh deh….

Sambil jalan, mampir sebentar liat-liat patung baru di depan musium Zeni dan foto-foto deh. Eh…ternyata ditonton oleh  om Tinton Suprapto (pembalap senior itu loh)…aduh, malu sih sebenernya tapi…..cuek aja deh.

Puas melihat dua patung dari dekat dan melewati pintu gerbang liat-liat dalamnya dikit (kebetulan sedang ada perbaikan dan pintu gerbangnya dibuka)…..keluar deh lalu melihat para bapak-bapak yang sedang bekerja memperbaiki parkiran. Eh…anak-anak malah ikutan naik mobil yang untuk ngalusin jalan itu. Seneng banget Aryo dan Bagus waktu mereka coba-coba nyetir dan mobil itu jalan, maju lalu mundur lagi. Aaaah……liat deh wajah kanak-kanaknya yang kelihatan sumringah banget karena bisa mencobanya. 

Selesai mencoba lalu turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih…kami jalan lagi. Kali ini masuk ke sebuah tempat les matematika metoda kumon. Mumpung ada coba gratis, Aryo masuk deh dan saya sempet mendengarkan penjelasan dari si empu tempat les ini. Hem…menarik juga mendengarnya.

Selesai mendaftar untuk coba gratis selama 2 minggu….cari makan siang, sudah jam setengah 12 siang. Kali ini makan siangnya soto ayam plus nasi dan teh botol.  Sedap dan lumayan mengenyangkan. Aryo memilih nasi uduk dengan telur balado kesukaannya. Saya makan berdua dengan Bagus. Aayahnya dan Gilang memilih minum teh botol saja…”ga lapar” katanya.

Lalu….jalan lagi. Jalan sepanjang trotoar jalan Sudirman, mata melirik tempat makan bakso yang berjajar alpukat segar dan buah-buahan untuk es…..air liur menets dalam kerongkongan. Ngiler abis…..siang panas membayangkan campuran buah dan es masuk kedalam mulut dan lumer…….Ah, jadinya diputuskan untuk mampir dan makan es buah. Cihuy….

Dua mangkok es campur, satu gelas es durian dan semangguk mie ayam….bener-bener bikin kenyang kenyang dan kenyang.

Yang tadinya agak-agak ga semangat jalan kaki menuju RP….udah perut kenyang terisi berbagai makanan….kini semangat 45 deh. Aryo dan Bagus menolak diajak pulang sementara sang ayah mau jalan sendiri mencari kemeja untuk kerja.

Aaah….siang terik jalan kaki sambil makan dan mencoba ini itu…ga kalah asyiknya dengan jalan-jalan bermobil. Bisa berhenti dimanapun dan kapanpun….mau coba ini dan itu….wah….asyik asyik dan asyik.

Eh, ga lupa…foto bareng maung dong…sebagai orang Bogor asli gitu loh!!!!….

Categories: Curhat

no woman no cry

Sunday, 18 January 2009 leunca Leave a comment

aaah…bosan menghilangkan sedih dengan menangis. sudah dua hari ini kerjanya hanya berpikir dan berpikir, ada ga sih cara untuk bersedih selain menangis?…..huuuuuuh huuuuuh….:-(

kadang…jadi inget masa kecil. kalao sedih karena ada yang rusak atau kehilangan benda kesayangan atau dimarahi….pasti nangis tersedu-sedu, berlinang air mata..sampai basah semua..lalu, cape nangis dan bisa tidur nyenyaaaak banget. itu dulu..

kalo sekarang, nangis abis sholat…(malu sama anak)..atau diam-diam tidur berselimutkan selimut tebal (mumpung udara dingin)…dan menangis sepuasnya…hik hik hik….pokoknya mencurahkan dan mencoba membuang semua kesedihan yang mendera….hik hik hik….

tapi…boro-boro hilang sedihnya. yang ada….serba bingung. kalau mengikuti keinginan hati, pengen deh rasanya waktu berhenti beberapa saat saja…supaya bisa berdiam diri, menenangkan hati yang terus bergejolak. tetapi….kan ga bisa ya?…:-(

aaaah, udah nangis berhari-hari tapi kok sedihnya ga ilang-ilang ya. mau marah?…ah, percuma. mau diam?…udah kok dari kemarin banyak diam tapi sedihnya ga ilang-ilang….

bener deh….no woman no cry…..terbukti saya, sekarang mudah menitikkan air mata. entah itu sedih karena marah atau kecewa dengan orang lain. atau menangis karena marah yang sangat sangat marah….sampai rasanya tak tertahan lagi…(tapi ditahan sekuat tenaga)…tunggu meledak dan …duuuaarrrrr…meledaklah tangisan yang sekencang-kencangnya.

pengen deh bisa menangis seperti anak kecil..jerit-jerit plus dengan suara yang kencang….menumpahkan semua yang dipendam dalam hati….huh huh huh huh……sampai cape lalu tertidur nyenyak dan bangunnya seger, ga ada lagi yang mengganjal dalam hati. Bisa ga ya?…

aah, jadi inget (Alm) bapak…..bener-bener kangen dan inget…..karena kebiasan kecil, jika saya menangis, bapak sering diam-diam mengintip lalu diam-diam mengusap punggung saya. aduuuuh….usapannya membuat saya tenang…..menenangkan. :-)

bahkan, suaranya mampu mematahkan marah saya. kesabarannya bener-bener membuat saya takluk, si anak keras kepala…

ah…beneran no woman no cry deh….cengeng!

Categories: Curhat