Archive

Archive for the ‘Curcur’ Category

Iiiirrriiiii….ah, jangan ah!

Thursday, 19 November 2009 leunca Leave a comment

Kadang…….kadang loh…..aku suka iri jika melihat orang lain. maklum, rupanya dalam otakku diam-diam masih menyimpan kalimat “rumput tetangga terlihat lebih hijau”….
hahahaha……padahal kan udah bukan zamannya lagi aku harus “iri-irian”……kayak apa aja ya :P ….atau kayak ga punya iman aja ya?…

Ya…..kadang sih….suka merasa begitu. melihat teman-teman yang tetap bekerja kantoran dan mempunyai karier yang baik, sekaligus keluarga….ahhh, bener-bener bikin aku jadi ga pede, secara aku hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Ngirinya bukan lebih karena sirik yang penyakit hati itu….uh, nauzubillahminzalik deh, amit-amit. ga kok….hanya ada sedikit pertanyaan dalam hati……”wah, payah banget ya aku, ga bisa mengahasilkan apa-apa”….hihihihihiiii……jadi merasa minder der deh:P

Seharian mikir….duh,aku pengen melakukan sesuatu yang spektakuler deh, sesuatu yang hebat. tapi kok kayaknya ada “buntut” yang membuat langkahku berjalan sedikit lebih berat….

Apa ya?….apa ya?…..apa ya?…itu terus yang berputar dalam kepala aku. bener-bener bikin aku kelimpungan setengah mati. ah, daripada aku terbengong-bengong menghabiskan waktu hanya berpikir, aku habiskan waktu dengan bergerak, merapikan rumah, geser ini dan geser itu….dan berhasil, hasilnya adalah aku kecapean sendiri.

Menghilangkan pusing karena terlalu lincah dari pagi hingga siang tadi, memaksa aku untuk tiduran. tapi….tetep aja pikiran menerawang ke sana dan ke mari.

Ya Allah..tolong bukakan pintu kemudahan bagi hamba ini ya……itu terus yang diucapkan pelan sambil mengusapi perut yang sedikit mengencang.

Sekarang…setelah hujan turun dan meninggalkan kesejukan dan dinginnya udara…..tubuh sedikit lebih rileks.mencoba tenang berpikir dan sadar.

Ya…..kadang…..aku harus mengakui, menerima keterbatasan aku saat ini. menikmati segala kesulitan walau…uuuhhhh….rasanya kok ga ada habisnya.belum lagi perasaan malu dan lemah karena harus “bergantung” pada orang lain.

Ahhhh…..bangkit….jangan menyerah…..dan menikmati apa yang sudah aku punya. the show must go on…

oh ya, satu lagi……harus mengakui bahwa diri ini ternyata telah GAGAL…..uuuuhhhh….sebenernya malu untuk mengakui kegagalan ini, tapi apa boleh buat.

Walau rasanya seperti ditampar….aaahhhh, masih lebih enak kok. artinya, saat aku menyadarinya, aku tau bagaimana aku harus bersikap untuk ke depan.

Jangan tengok ke masa lalu…dan jangan takuti masa depan……percaya diri dan percaya, Allah SWT akan selalu ada disamping kita. Amin.

Categories: Curcur

Berhitung di zaman gini

Saturday, 7 November 2009 leunca Leave a comment

Di zaman gini, dimana semua serba bernilai “uang” dan kebutuhan akan ini dan itu yang meningkat, belum lagi kebutuhan pribadi untuk mengurangi stress seperti kongkow bareng teman atau sekedar makan bersama di luaran yang ternyata butuh dana yang ga sedikit….akhirnya membuat orang sedikit banyak harus berhitung.

Jeleknya….untuk urusan yang berbau “social” dimana harusnya ga berhitung…..malah berhitung banyak, termasuk untung rugi. Seperti sore tadi di acara arisan RT. Mendengar seliweran cerita tentang si itu yang janjinya ga ditepati, menyumbang kue dan membuat kebingungan memikirkan suguhan bagi para tamu, membuat si tuan rumah sempat su’udzon (berburuk sangka). Untungnya, masih ada untung, si pembuat janji menepatinya walaupun tidak bisa datang. Sang tuan rumah lega rasanya.

Saya hanya mendengar sedikit-sedikit saja. Bukan menguping juga karena kebetulan saja yang diajak bicara duduknya bersebelahan dengan saya, saya sih tidak diajak bicara. Ah…..sambil senyum dalam hati saya menyerapi semuanya untuk dijadikan pelajaran bagi diri sendiri.

Dulu, saya kalau melihat mami saya menyiapkan arisan, saya selalu melihat mami dengan senang hati menyiapkan hidangan dari makanan kecil, makanan utama sampai minuman. Semuanya disiapkan sedetil-detilnya, hingga kotak berisi kue untuk dibawa pulang. Begitu selesai arisan, mendengar pujian para ibu yang datang, membuat mami senang setengah mati. Kelihatannya mami bangga bisa menyuguhkan makanan yang bisa membuat tamu-tamu senang.

Kali ini, saya malah sedikit kebingungan melihat kebiasaan di lingkungan saya. Kadang, saling lempar tempat yang akan dijadikan tuan rumah. Atau sedikit berhitung uang konsumsi untuk suguhan nanti.

Lho…lho…lho…bukankah kalau rumah disinggahi dan didatangi tamu, tuan rumah akan merasa tersanjung? Bukankah suatu kehormatan bisa menyuguhkan sesuatu yang istimewa untuk menyenangkan tamu? Apalagi jika makanannya tandas habis, yang artinya enak bin lezat kan?…

Pelajaran bagi saya. Jangan pernah berhitung untuk sesuatu yang niatnya menyenangkan orang banyak dan menghormati para tamu. Tamu adalah raja…dan suatu keharusan bagi kita untuk menyuguhkan sesuatu tanpa berhitung untung ruginya kan? Apalagi bisa menyenangkan orang lain dan membuat mereka terkesan akan sikap kita.

Ho…ho…ho…ho……waktunya untuk berpikir. Jangan pelit! Orang pelit hanya akan menuai “dipelitin” juga. Ingat ya…….

Categories: Curcur

Berubah

Friday, 6 November 2009 leunca Leave a comment

Malam gini belum bisa tidur karena tiba-tiba pikiran rasanya kok banyak banget, sedikit mumet dan otak kepenuhan dengan berbagai macam hal yang dipikir, entah memang mau dipikir atau memang terlintas begitu saja. Sayangnya bikin sedih, ingin menangis tetapi ga tau karena apa.
Terlalu banyak yang ingin dikeluarkan tetapi sepertinya tak ada tempat penampungan. Jadinya bawaannya sedih, seperti rasanya sendirian. Padahal ingin ada yang mendengarkan cerita atau bercerita.
Sekedar melepas penat dan kejenuhan karena seabrek kerjaan yang seolah tak ada ujungnya dan seolah dikejar waktu sepanjang hari, di setiap hari. wuih…benar-benar berkeringat.
Sepi….dan sendiri. Ah….banyak-banyaklah berdoa. Bukankah memanfaatkan waktu sendiri seperti ini baik untuk merenung dan instropeksi diri?…entahlah, rasanya diri ini sudah terlalu banyak berbuat kesalahan hingga tak tahu lagi bagaimana cara memperbaikinya dan memulia dari mana.
wuih…..enaknya menagis sendirian…hiks….hiks….hiks

Categories: Curcur

Nulis lagi ah…

Wednesday, 14 October 2009 leunca Leave a comment

Setelah berbulan-bulan tidak menulis “apapun” tangan terasa kaku dan kebingungan untuk mengeluarkan semua ide yang berputar-putar dalam otak. Semua pikiran seolah membuncah, ingin segera disalurkan sementara keluarannya berlubang sangat kecil.

Otak sedikit buntu bukan karena tidak ad aide namun selalu kebingungan setiap kali tangan mencoba bermain diatas keyboard dan mata menatap layar terang. Semuanya rasanya blank…blank… dan blank.

Ingin membuat sesuatu yang berbeda namun disukai banyak orang kok rasanya susah ya. Sementara jika membaca tulisan seorang penulis, tangan pasti terasa gatal dan kepala terasa digelitiki ingin mencoba. Namun seperti apa dan harus menulis dengan gaya apa supaya banyak yang menyukainya dan “laku” jika dijual, seperti yang lain.

Menulis dengan gaya sendiri?…selalu. Tetapi jika kritikan mampir sedikit saja di telinga ini…jeleknya adalah, selalu membuat pikiran menclok ke kanan dan menclok ke kiri. Belum tahan mental rupanya.

Hemmm….jadinya, yaaaaa…belajar lagi, mencoba lagi, membangun kepercayaan diri lagi, berusaha lagi, berkreatif lagi, kerja keras lagi…..dan jangan menyerah lagi.

Ah…….mudah-mudahan semangat itu ada lagi deh. Jangan sampai ada “ungkapan”…menyia-nyiakan kesempatan dan fasilitas yang ada. Ayo….semangat yuks….

Categories: Curcur

Malas yang “menggila”

Thursday, 9 July 2009 leunca Leave a comment

Berminggu-minggu, berhari-hari…badan rasanya tak menentu…membuat kebiasaan menjadi berubah drastis. Kebiasaan melakukan serba sendiri..kini, hampir sebagian dilimpahkan pada tenaga bantuan. Huuuuh….bikin pikiran “ngawur” dan aneh…

Akhirnya…..mungkin, beberapa orang akan menatapnya dengan kening berkerut. “ah, malas banget kelihatannya”…bener, saya sendiri hampir bingung menyikapi perubahan ritme dan kebiasaan badan ini.

Bukan malas tepatnya…tetapi, gerak berkurang tidak seperti biasanya. Nafsu makan turun drastis yang akhirnya badan tidak pernah fit. Kelelahan sangat mudah hinggap dan lemas sudah menjadi kebaiasaan. Aaaah….kapan ya, kondisi badan ini balik ke awal……mudah-mudahan tidak lama….menunggu masa-masa 4 bulan terlewati.

kehamilan keempat ini membuat kebiasaan berubah. semua rasanya menjadi serba baru. dan sayangnya, hanya saya yang merasakan….orang di sekeliling saya kurang memahami dan menjadi terkesan kurang sabar…..yaaa, karena memang bener-bener berubah. saya sendiri sampai terkaget-kaget.

Mudah-mudahan…..semua proses ini bisa berjalan lancar. Rutinitas kembali normal…dan yang membuat lega hati adalah….bisa aktif kembali dan melakukan banyak hal untuk banyak orang terutama keluarga, suami, anak-anak………semoga.

Categories: Curcur

Wartawan “sehari”

Friday, 20 February 2009 leunca Leave a comment

asyik juga…hari ini saya ceritanya menjadi seorang “wartawan”……seru, asyik dan menegangkan.

dag dig dug nungguin sang tokoh yang mau “diwawancara”….begitu ketemu…duuh…lega banget deh. 

apalagi mendengar ceritanya yang panjang lebar dan saya bisa santai karena sang empunya bercerita dengan santai dan terbuka. sangat…sangat…sangat menyenangkan.

aduh…kalau tau jadi wartawan segini enaknya….mau ah saya jadi wartawan kalo ada yang menawari.

tapi masalahnya, apakah ada yang mau memperkerjakan saya sebagai wartawan di majalah atau korannya?…itu masalah besar…hehehehehe…..

Categories: Curcur