Beberapa hari yang lalu Bagus mimisan. Pilek yang agak parah, ditambah lagi ketidaksukaannya pada sayuran, membuatnya mudah mimisan. mungkin karena ini panas dalam ya….
Nah, Bagus ini sangat lincah. kalau belum demam, Bagus belum mau tiduran meskipun sedang batuk pilek yang agak parah. selagi masih bisa bermain dan berlarian, Bagus tidak pernah menampakan kalau Bagus sakit atau badannya sedang tidak fit.
Siang hari, sepulang sekolah dan sesudah makan siang, Bagus tak menghiraukan perkataan saya.
“De, istirahat dong, jangan main dan lari-larian aja.”
“Mau maen, Bunda.”
“Nanti, istirahat dulu deh. Ade kan lagi pilek.”
“Ga mau, Bunda. Mau maen.”
Bagus tetap tak mengacuhkan saya walau dari lubang hidungnya, ingus mengalir cukup deras.
Apalagi ajakan kakaknya, Aryo, mengajak bercanda, berlari-lari kejar-kejaran sambil guling-guling di atas kasur…..membuatnya semakin bersemangat main. Aaah…
Akhirnya….saya terlonjak kaget ketika Aryo berteriak.
“Bunda, De Bagus hidungnya berdarah…”
Saya yang baru terlelap beberapa detik, menemani Gilang tidur siang< terbangun dan lari menuju kamar tidur depan.
“Kenapa, Mas?”
Bagus berdiri di atas kasur sambil memeluk gulingnya. Ada sedikit bercak darah di sana.
“Ade….mimisan ya?”
Bagus menggeleng, “enggak, Bunda.”
saya mendekatinya lalu memeriksa hidungnya. Bener saja, dua lubang hidungnya terlihat memerah.
“Ade, tiduran ya. Jangan jalan-jalan dulu ya.”
Saya langsung mengambil daun sirih dan Hup…..ditancapkan dilubang hidungnya.
Saya ingat, dulu saya juga sering mimisan. Dan, biasanya mami langsung menggulung daun sirih dan memasukkan kedalam lubang hidung saya. Cara ini cukup jitu untuk menghentikan mimisan. Sepertinya ini cara tradisional ya?….walau saya tak tau apakah dalam ilmu kedokteran ini cara pengobatan yang baik.
yaaa…..sekarang mah, balik ke tradisional aja deh….selagi itu baik dan masuk akal kan?…..
Kalau ga masuk akal alias ngada-ngada?……ya ga usah aja kali ya. Takut!
