Ketika seorang bunda menjadi penakut :(
24 Jun 2011 Leave a Comment
in Aryo
Minggu, 19 Juni 2011 adalah waktu dimana saya menjadi seorang penakut. Saya, seorang ibu 4 anak laki-laki ini, yang biasanya sangat “cuek” dan berani, di hari itu, saat itu, tak mampu mengumpulkan keberanian sedikitpun. Entah kenapa, rasanya semua tekad berani menguap begitu saja begitu saya melihat kain warna hijau yang membungkus peralatan jahit.
Yaaaa…hari minggu itu adalah hari si sulung disunat. Awal merencanakan, saya tak ada sedikitpun takut. Bahkan, saya dengan percaya diri mempersiapkan dan membujuk Aryo supaya mau menfaatkan liburan kenaikan kelas dengan disunat.Ada banyak alasan saya membujuknya, demi kesehatan, kewajibannya hingga kata-kata magic yang tak mungkin ditolak ole Aryo.
Namun, siapa sangka…keberanian saya hancur pagi itu juga. jantung saya berdetak lebih cepat, tak tega dan memilih duduk menjauh, tak berbuat apa-apa meski Aryo menjerit kesakitan ketika jarum bius disuntikkan. Saat itu saya sadar, sangat sadar, seharusnya saya ada di sampingnya, menemaninya dan membuatnya tidak menangis. tetapi, sungguh….saya menjadi penakut sejati.
Ketika saya mengingat ini, saya menyesal. Keberanian untuk anak seharusnya tak ada batas. seorang bunda haruslah kuat dan tegar demi anak-anaknya dan keluarganya. Ahhh…maaf bunda ya Nak, karena keberanian itu dipendam disaat harusnya bunda berani, melebihi keberanianmu.
sulungku, Aryo….semoga menjadi anak soleh, tambah pinter dan menjadi kakak yang baik yang akan dicontoh oleh adik-adikmu. Anak soleh ini telah berani melawan rasa sakitnya meski masih suka menangis, tetapi…kata-katanya membuat ait mata bunda berlinag….”Bunda, ternyata disunat ini menyusahkan orang lain ya.”…..hiks….anak soleh yang perasa.
semoga semua hadiah yang diterima adalah berkah dan Allah akan melimpahkan rezekimu…aminnnn….
love you nak