Kriteria laki-laki impian
wuih……kriteria ini banyak berkelebat dalam pikiran para perempuan lanjang, dari kriteria biasa sampai yang luar biasa.
Hal ini tiba-tiba saja menjadi salah satu renunganku setelah mendengar cerita salah satu kakak perempuanku yang belum juga menikah meski umurnya sudah lebih dari cukup.
Sepertinya, ada saja yang selalu menjadi pertimbangan “berat” yang menggoyahkan perasaan. Ketika tak jua dekat dengan seseorang, perasaan galau tak henti menanti “jodoh” yang mungkin saja bisa mengetuk hati dan membuat perasaannya berbunga-bunga setiap hari.
Lalu, ketika dekat dengan sesorang dan kemudian menuju ke arah yang serius….ada lagi yang membuat galau perasaan.
Apa yang akan dipikirkan orang tua, setujukah atau tidak?….lalu timbul pikiran yang macam-macam hingga surut langkahnya. Yang lebih parah….mungkin timbul penyesalan….aaah, jadi serba salah ya
Kemudian….ketiak memutuskan hendak “berjuang”….lagi-lagi timbul keraguan besar…apakah aku mampu?…..selalu ada saja yang mengganggu pikiran hingga perlahan membunuh semua perasaan indah…aaah, lagi-lagi, saya hanya bisa mengomentari begitu.
Belum lagi kriteria yang diminta orang tua mengenai sang calon mantu ini, yang harus “ini dan itu”…..bibit, bobot dan bebet yang terdengar sangat menakutkan dan membuat deg-degan sepanjang waktu. apakah orang tua akan menerima dan menyuaki sang mantu ini nantinya?…menerima kekurangannya sekaligus kelebihannya?….aah…jadi sedikit lebih ribet ya…
Memang….usia tidak menentukan kedewasaan seseorang. bahkan, mungkin seseorang yang umurnya masih sangat belia untuk menikah ternyata bisa “melalui” kesulitannya dengan “elegan”…yaaaa, mungkin karena pikirannya tidak serumit perempuan yang berumur sudah lebih dari cukup. Mungkin yang dalam otaknya adalah “yang penting bareng-bareng”…..duh romantis kan?…
aaaah….semua terserah pada masing” pribadi…..kalau aku?….ah,rahasia aja deh. tapi yang pasti, ketika hati yakin, jalan terussss dan pantang mundur….