Serba mendadak
Pagi ini semua serba tidak direncanakan. Sekolah Aryo dan Bagus menjadi tujuan utama yang juga tidak direncanakan.
Kok rasanya waktu berjalan sangat cepat. Baru rehat sebentar setelah merapikan rumah di pagi hari …saya lagi-lagi harus memaksakan diri untuk bersemangat melangkah walaupun rasanya badan masih belum sepenuhnya “bangun”.
Sakit badan masih ada sisa sedikit, peninggalan flu berat yang nempel sejak seminggu lalu. Belum lagi training si bibi baru yang ga berese-beres karena belum apa-apa si bibi sudah minta cuti karena sakit flu. Ya…daripada menulari jadi saya sengaja mengijinkan.
Untungnya…selalu masih ada untung, Gilang si kecil tak lagi merepotkan. Cerita dan tanyanya membuat saya tersadar sepanjang jalan. Tak terasa kepintarannya hampir menyamai kakak-kakaknya. Walaupun….manjanya tak kunjung berkurang sementara sebentar lagi InsyaAllah, adik baru akan hadir.
Kalo dipikir-pikir…kadang stress juga dengan rutinitas yang terus meningkat. Tetapi, lagi-lagi saya berjuang untuk menikmatinya saja. Untuk apa stress?…… Masalah tak akan selesai, yang ada penyakit mudah hinggap dan anak-anak menjadi korban.
So….ya, sebisa mungkin dijalani dengan santai dan perlahan saja. Menguatkan mental kembali dan bersemangat lagi walau….rasanya….duh, berat dan susah.
Aaah…..ayo ah, menata hati lagi dan menguatkan mental. Karena seorang ibu harus kuat….jika kaki menjadi kepala…..artinya, segala cara harus dicoba supaya semua bisa teratasi.
I love you all….jagoan-jagoan Bunda…