Belajar bersama
Sehabis sholat magrib, Aryo meminta saya untuk membantu mengerjakan tugas sekolahnya. Awalnya hanya saya dan Aryo yang duduk berdua berdampingan. Tak lama, Bagus ikut duduk di sebelah saya sambil membawa buku.
“Bagus juga mau belajar, Bun”
Tak lama, Gilang terdengar heboh.
“Mana buku aku, Bun?”
Rupanya Gilang juga ingin ikut belajar bersama kakak-kakaknya. Ah, meja kecil itu akhirnya penuh dengan buku yang terbuka dengan tangan-tangan kecil yang bergerak-gerak diatasnya.
Masing-masing sibuk dengan kegiaannya. Aryo sibuk mengerjakan pr agama. Bagus dengan tulisan abjad yang sengaja saya berikan sebagai tugasnya malam itu. Lalu Gilang, hanya mencoret-coret sambil bercerita mengenai gambarnya.
Hem….sudah sekian lama saya tak pernah lagi berlaku seperti “guru privat” seperti ini. Tetapi…susahnya guru privat untuk anak sendiri adalah…kok rasanya saya tak bisa sesabar mengajari anak orang lain ya….
Mungkin….karena, ketika mengajari anak sendiri…beban di pundak lebih berat ketibang mengajari anak orang lain.
aaah….setidaknya saya bisa mengawasi perkembangan mereka kan?….oke deh…Semangat untuk anak-anak!!!!!