Home > Aryo, Bagus, Gilang > cerita celana yang tergantung di kapstok

cerita celana yang tergantung di kapstok

Saturday, 11 July 2009 leunca Leave a comment Go to comments

“Udah ashar nih….Mas Aryo, Mas Bagus sholat dong…”

“Gilang juga mau sholat…”

“ya udah…ayo wudhu”

Aryo, Bagus dan Gilang berebut masuk kamar mandi dan dengan sedikit cenda tawa mereka berwudhu. Gilang yang paling kecil menjadi korban, baju dan celananya basah.

“Bun….basah, ama Mas…” suaranya merengek sambil menarik-narik bajunya yang basah sebagian.

“Ya udah…ganti aja…”

Selesai berwudhu….kehebohan kembali terjadi. Aryo dan Bagus berebut sajadah besar sementara Gilang heboh mencari sarung.

“Bun, sarung Gilang dimana?”

Saya menggeleng tak tahu. Rengekannya makin menjadi.

“Bun…” Gilang semakin cerewet saja bertanya, mengikuti kemanapun aku melangkah.

Akhirnya, saya meminta Bagus untuk mengalah, memberikan sarungnya untuk Gilang dan mengganti celana pendek dengan celana panjang. Masalah terpecahkan dan mereka bertiga sholat berjamaah.

Selesai sholat, Bagus membuka celana panjangnya dan mengganti dengan celana pendek.

“Bun, celananya di gantung ya. nanti dipake lagi pas mau sholat.” suara cadel Bagus terdengar sejuk.

Duh, masih kecil tapi sudah mengerti hal sepele seperti ini. Saya tersenyum dan mengacungkan jempol padanya…

“Hebat De…”

Senyumnya merekah dan wajahnya cerah.

“Hebat kan Bagus, Bun?”

Saya mengangguk. Tak lama Gilang ikutan menggantung celananya.

“Kenapa di gantung De?”

“Digantung, Bun.” Gilang bersikukuh meminta saya membantunya menggantungkan celana. Walau saya sudah menjelaskan tetapi Gilang tak peduli.

Aaaah…..anak-anak hebat.

Categories: Aryo, Bagus, Gilang
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.