Archive

Archive for April, 2009

Kartini-an ala SD Perwira

Tuesday, 28 April 2009 leunca Leave a comment

Selasa, 21 April 2009 adalah saat pertama kalinya Aryo mengikuti acara “Kartinian” di sekolahnya. Karena saya mendadak mengetahui acaranya ini, yang dimajukan 1 minggu dari tanggal yang sudah ditetapkan….akhirnya, mendadak pula saya menyiapkan baju daerah yang akan dikenakan Aryo.

Salon dekat rumah yang menyediakan penyewaan baju adat anak-anak, sore itu tutup. Berjalan cepat, saya berkejaran dengan langit sore yang sangat mendung diselingi dengan gelegar petir, menyuususri jalan mencari kalau-kalau ada salon yang menyediakan apa yang saya cari.

Berjalan cepat tak menghasilkan buah. Saya pulang dengan tangan hampa. Senyum Aryo sedikit memudar. Akhirnya saya berhasil menjelaskan keadaan yang sebenarnya tanpa ada kebohongan sedikit pun. 

Alhasil, saya berhasil meminjam sebuah sarung bermotif khas Kalimantan kepunyaan Mamih. Kain sarung inilah yang saya modifikasikan dengan setelan baju muslim, dan jadilah baju melayu.

Not bad lah……saya pikir. Toh….ga kalah jauh dengan baju sewaan. Agak malu-malu Aryo memakainya. Kurang percaya diri sewaktu saya potret. Kebiasaannya yang sering membuat saya sebel.

Ah…ternyata, sesampainya di sekolah….teman-teman perempuannya ternyata lebih “serius” dalam merayakan hari Kartini ini. Mereka memakai baju daerah lengkap, plus make up di wajah. Dengan pipi merah muda dan bibir merah terang, anak-anak perempuan ini berdiri tak sabar ingin berjalan diatas “catwalk” sekolah.

“perempuannya cantik-cantik, Bunda.” Itu komentarnya sewaktu saya menyusulnya untuk menggambil gamra-gambar Aryo beserta teman-temannya. Anak-anak ABK teman satu kelas Aryo juga tidak mau kalah. Malahan mereka terlihat lebih antusias dan gaya mereka yang memang “sulit diatur” itulah membuat senyum saya dan senyum ibu-ibu lain tak henti mengembang. Apalagi ibu-ibu guru yang mengatur mereka. Walau kewalahan tetapi para ibu guru ini tetap tertawa senang, melihat gaya dan tingkah polah anak-anak berkebutuhan khusus ini yang berbaur dengan anak-anak biasa.

Aaaaah….menggemaskan dan membuat senyum saya kembali melebar setiap mengingat ini. Anak-anak tetaplah anak-anak….walau mereka memiliki kelainan yang tidak diperlihatkan lewat fisik meraka (Autis, hiperakfit dan lain sebagainya)…mereka terlihat “biasa”. 

Inilah dunia anak-anak penuh warna yang coba Aryo akrabi setiap hari. Semoga Aryo bisa belajar banyak dari anak-anak yang istimewa ini. InsyaAllah.

Categories: Curhat

my sunrise

Monday, 13 April 2009 leunca Leave a comment

Kenapa sih sunrise yang biasa saya lihat setiap pagi tidak seindah kemarin?

Langit selalu tampak mendung…awan terlihat kelabu dan merana.

 

Ah, jujur…ingin rasanya saya tambahkan semburat warna cerah..

Hanya, agar, supaya saya bisa melihat lagi indahnya wajah segar…

Yang merona kemerahan karena semangat di pagi hari yang membakar langkahnya.

 

Jejak-jejaknya tampak jelas meninggakan tapak

Berdebam langkah kaki yang terdengar berat menandakan….hari ini adalah saatnya mewujudkan mimpi yang terpendam….

 

Honey……

Begitu beratkan beban yang dipikul di pundak lebarmu?..

Hingga senyummu tak mampu menutupi kebingungan dan kegalauan hatimu…

 

Honey….

Apa yang bisa saya lakukan untuk membasuh kelelahan di pikiranmu…

Karena masalah yang bertubi datangnya, seolah tak ada ujungnya..

 

Honey…

Apa pun yang kau lakukan,

Ingatlah pendukung setiamu

Yang selalu menyemangatimu…

Dan terus mencoba menghadirkan senyum lebar

Agar kembali menghias di bibirmu.

 

Categories: Curtak

Eh Compeng…eh compeng………

Monday, 13 April 2009 leunca Leave a comment

 

Gilang dan kakak-kakaknya sering menyanyikan jingle iklannya PEMILU yang sering muncul di tv. Gaya dan mimic wajahnya yang serius menatap cuplikan, lagu bahkan kata-katanya terekam dengan cepat di kepalanya.

 

Lucu….dan membuat semua yang mendengar akan tertawa.

 

“Cukup satu kali compeng” Itu nyanyian yang keluar dari mulut kecilnya. Kata Contreng pun berganti dengan Compeng karena lidahnya masih agak sulit mengatakan kata-kata yang tidak umum.

 

Tak hanya sekali Gilang menyanyikan ini. Berkali-kali dan hampir setiap hari. Bahkan di hari pemilu pun, Gilang ikut bersemangat berjalan kaki menuju TPS dan ikut menatap barisan nama juga foto di lembaran kertas yang cukup besar itu sambil mengira-ngira…”Ayah pilih yang mana sih?”

 

...contreng yuk

 

Semangat anak kecil ini mengalahkan semangat orang dewasa dan akhirnya menulari banyak orang. Membuat ayahnya yang hampir memilih menjadi golput…akhirnya kalah dan memilih…entah siapa. Rahasia kan?….

 

 

Ya….kata-kata compeng seolah menghipnotis penghuni anyelir ini. Semua tertawa, menertawakan pelesetan ini…tetapi akhirnya malah ikut menyanyikan jingle ini. Orang dewasa yang mencontoh anak kecil……menggelikan ya?..

 

Ah…”Cukup satu kali contreng” sukses membuat orang tanpa sadar mengerti apa yang harus dilakukan tanggal 9 April kemaren. Lah….anak-anak saja suka kok…apalagi orang dewasa…bener kan?…

jangan diikutin ya..ini gaya yang ga "baik"

 

Categories: Curhat

Sang Khalik

Wednesday, 1 April 2009 leunca Leave a comment

Ketika seonggok jiwa nan kecil gelisah sepanjang hari malam…mencari-cari sebuah jawaban yang membuatnya tak mampu memejamkan mata barang sedetikpun.

“Ada apakah ini gerangan ya Allah?’

Tak ada jawaban yang terdengar oleh indera pendengaran ini. Hanya sunyinya malam yang semakin pekat dan semakin membuat tubuh  mengigil.

Sebuah jiwa ini terbangun dan duduk terpengkur. Menatap malam yang sering membuatnya gelisah tanpa ada satu alasanpun. 

Sayup terdengar hati nurani berkata.

“Dekatlah kembali pada Sang Khalik…..bagi semua kesedihan dan kesusahanmu…ceritakan kebahagiaanmu…mulailah hari dengan menyebut-Nya….jangan biarkan hati kosong tanpa mengingat-Nya…”

Jiwa itu terperangah. Sungguh….lama sekali jarang bersujud di tengah malam nan sepi, menangis sambil menyebut nama-Nya….merasakan syukur atas banyak banyak nikmat-Nya.

Ya Allah…..Ampunilah hamba-Mu yang hina ini….yang banyak melalaikan-Mu…..ikat kembali hati hamba kepada-Mu….Amin.

Categories: Curtak