Archive

Archive for January, 2009

Tersesat di Pulau Lupa

Monday, 19 January 2009 leunca Leave a comment

Suatu hari……(saya mulai bercerita)….terdampar di sebuah pulau lupa. Terbangun dengan perasaan bingung, menatap sekeliling yang terlihat serba asing….membuat saya menjadi sangat sangat takut.

Tak ada seorang pun di sana. Saya menjerit-jerit, berteriak memanggil nama-nama yang berkelebat dalam ingatan saya, berusaha mencari pertolongan. Sayang, sejauh mata memandang, tak ada seorang pun di pulau yang terpencil ini.

Saya terduduk. Saya bersedih. Dan saya menangis dengan derai air mata yang membasahi baju juga kerudung.

Makin keras saya menangis, hingga saya kelelahan dan mata sembab, tak ada seorang pun yang datang menolong. Hampir-hampir putus asa.

Ditengah tangisan, saya tersadar.

“Untuk apa saya menangis?” bisikan ini datang dengan cepat.

“Menangis tidak akan menyelesaikan masalah.” Saya makin tertunduk. Malu.

“Jangan terpaku dan meratap seperti ini. Ayo bangun!!!!!!”

Perlahan air mata mulai kering.

“Berusahalah dan berjuang. Jangan hanya diam dan menangis seperti ini.” Secara perlahan mengangkat muka, mencari sumber bisikan.

Tetap sunyi. Tetap tak ada orang. Lalu muncul lagi.

“Jangan biarkan terpuruk dan menenggelamkan diri di lautan hanya karena ingin keluar dari pulau lupa. Itu hanyalah kesia-siaan saja.”

Pipi rasanya panas. Seolah sebuah tamparan mendarat tepat di kedua pipi kiri dan kanan secara bersamaan. Susah payah berdiri dan mencoba berjalan.

Dikejauhan terlihat, samar-samar, sebuah dayung dan perahu kayu kecil. Setengah berlari menghampirinya sambil berteriak kegirangan.

“Benarkan ini?….rasanya seperti mimpi.”

Menggenggam dayung seperti menemukan batu permata yang elok. Dan mengayuh dayung untuk pertama kalinya, perasaan melayang-layang karena kegirangan. Tetapi….lama-lama, yang terasa dayung ini sangat berat. Mencoba memecah lautan untuk mencapai daratan sadar…..aaah, bukan pekerjaan yang ringan.

Berkeringat dengan peluh membasahi baju dan kerudung, saya mencoba berkeras hati untuk terus mendayung. Dayung….dayung…dayung….dan terus dayung. Tak peduli tangan berdarah-darah karena gesekan kayu yang tajam di pinggirannya. Tak peduli.

Hanya bayangan tempat teduh yang indah, tempat berpijak yang selama ini menjadi rumah dan istana, dimana hati ini diletakkan.
Berharap….usaha ini tidaklah sia-sia.

(for my love….I am sorry!)

Categories: Curcur

no woman no cry

Sunday, 18 January 2009 leunca Leave a comment

aaah…bosan menghilangkan sedih dengan menangis. sudah dua hari ini kerjanya hanya berpikir dan berpikir, ada ga sih cara untuk bersedih selain menangis?…..huuuuuuh huuuuuh….:-(

kadang…jadi inget masa kecil. kalao sedih karena ada yang rusak atau kehilangan benda kesayangan atau dimarahi….pasti nangis tersedu-sedu, berlinang air mata..sampai basah semua..lalu, cape nangis dan bisa tidur nyenyaaaak banget. itu dulu..

kalo sekarang, nangis abis sholat…(malu sama anak)..atau diam-diam tidur berselimutkan selimut tebal (mumpung udara dingin)…dan menangis sepuasnya…hik hik hik….pokoknya mencurahkan dan mencoba membuang semua kesedihan yang mendera….hik hik hik….

tapi…boro-boro hilang sedihnya. yang ada….serba bingung. kalau mengikuti keinginan hati, pengen deh rasanya waktu berhenti beberapa saat saja…supaya bisa berdiam diri, menenangkan hati yang terus bergejolak. tetapi….kan ga bisa ya?…:-(

aaaah, udah nangis berhari-hari tapi kok sedihnya ga ilang-ilang ya. mau marah?…ah, percuma. mau diam?…udah kok dari kemarin banyak diam tapi sedihnya ga ilang-ilang….

bener deh….no woman no cry…..terbukti saya, sekarang mudah menitikkan air mata. entah itu sedih karena marah atau kecewa dengan orang lain. atau menangis karena marah yang sangat sangat marah….sampai rasanya tak tertahan lagi…(tapi ditahan sekuat tenaga)…tunggu meledak dan …duuuaarrrrr…meledaklah tangisan yang sekencang-kencangnya.

pengen deh bisa menangis seperti anak kecil..jerit-jerit plus dengan suara yang kencang….menumpahkan semua yang dipendam dalam hati….huh huh huh huh……sampai cape lalu tertidur nyenyak dan bangunnya seger, ga ada lagi yang mengganjal dalam hati. Bisa ga ya?…

aah, jadi inget (Alm) bapak…..bener-bener kangen dan inget…..karena kebiasan kecil, jika saya menangis, bapak sering diam-diam mengintip lalu diam-diam mengusap punggung saya. aduuuuh….usapannya membuat saya tenang…..menenangkan. :-)

bahkan, suaranya mampu mematahkan marah saya. kesabarannya bener-bener membuat saya takluk, si anak keras kepala…

ah…beneran no woman no cry deh….cengeng!

Categories: Curhat

Bikin camilan ala….

Friday, 16 January 2009 leunca Leave a comment

Bikin camilan dengan memanfaatkan peuyeum…wah ternyata berhasil dan enak juga. Udara dingin kayak sekarang ini bikin perut lapar dan minta diisi terus…ga peduli dengan badan yang bertambah melar…….aduh…

Tapi…saya puas karena anak-anak suka. Apalagi Bagus, mulut penuh masih saja tangannya mengambil camilan dan menjejalkan dalam mulutnya yang kecil…aaah, ngeri deh…seperti anak kelaparan…

Saking lamanya membuat dan menyiapkan bahan-bahannya yang harus dihaluskan, nafsu makan langsung hilang…keburu capek. padahal, kayaknya enak deh….

Guru les musiknya Aryo sampai mengatakan “enak” dua kali….wah, rasanya melayang deh mendengar pujian orang…tak peduli pujian itu mungkin hanya sekedar membesarkan hati sang tuan rumah yang menyiapkan segelas air dingin dan sepiring camilan ini…

Sore ini…seru dan seru…..walau capeknya da ketahan.

Malam ini…saya malah jadi sedih…….tapi saya ga mau ceritakan sedihnya ini.  Saya memilih membuang dan menyisihkan perasaan….no feeling.

Aaaaah….sudah malam dan saatnya bermimpi. Semoga mimpi indah yang akan menemani saya….mimpi bahwa saya akan mempunyai “buku sendiri”……indahnya!

Categories: Curhat

My Mamih

Friday, 16 January 2009 leunca Leave a comment

Setengah mati membujuk mamih supaya mau ikut jalan bareng dengan anak dan cucu-cucunya, “berlibur tahun baruan”  ke Kebun Raya Bogor…..tapi, berhasil dong!

Walau menolak dengan alasan kesehatannya yang sudah mulai “tua”….karena perutnya sering tiba-tiba “ngadat”…apalagi kalau udara dingin…”seu’eul” katanya sambil usap-usap perut.

Waaaahhh…….seru juga jalan dengan mamih……..next time bisa dicoba lagi…..

Categories: Uncategorized

di 14 January 2009

Friday, 16 January 2009 leunca Leave a comment

Hujan dan hujan lagi.

Sudah berhari-hari hujan dan matahari pun enggan untuk menunjukkan batang hidungnya. Aaaah….jemuran bergelantungan dalam rumah….berharap udara hangat dalam runag mampu mengeringkan. Walau….tetep saja basah.

Apalagi, mesin cuci tiba-tiba ngadat, tak mau menuruti perintah tuannya. Huuuh….stress abis!

Aryo….berangkat sekolah sendirian naik angkot, pulangnya juga.

Bagus….masih diantar jemput…walau huajn mengguyur sangat sangat deras. Dingin!!!!

Gilang….Alhamdulillah sehat walau ada sedikit khawatir. Tetapi, saya tetap berpikir positif, dia akan sehat-sehat saja asalkan tidak dibiarkan perutnya kosong atau masuk angin. Seperti kemarin, pagi-pagi tiba-tiba BAB cair…agak panik sebentar, langsung berpikir harus membawanya ke rumha sakit. Tetapi, Alhamdulillah, dua kali diberi obat langsung stop dan pupnya kembali normal. Alhamdulillah.

Aaaah…rasanya ini yang namanya cuaca buruk. Udara dingin dengan taksiran suhu udara dibawah 10 derajat Celsius…(mungkin juga kan?)….bener-bener bikin tidur nyenyak namun….baju yang bergantungan tak cepat kering. Bagaimana ini?….

Aaaah…dasar ibu-ibu…..ujung-ujungnya selalu berpikir ke masalah “rumahan” saja.

Categories: Curhat

just like ayah

Friday, 9 January 2009 leunca Leave a comment

Anak laki-laki….pastinya akan mengidolakan ayahnya. Begitupun dengan jagoan-jagoan saya.

Cara bicara dengan bundanya, seperti panggilan “Bun…”  dengan nada yang percis sama dengan ayahnya. Atau, cara menelepon dengan menggunakan Hp….memegang handphone dan ditempelkan di telinga….wuih…ayahnya banget deh. 

Saya jadi sering menertawakan ini….ah, anak-anak…bener-bener mengidolakan ayahnya. Untunglah.

Anak-anak juga sering mengingatkan saya..percis seperti ayahnya mengingatkan bundanya.

Gilang sering mengatakan ini begitu adzan panggilan sholat ini terdengar.

“Bun…ayo sholat”

Saya jadi malu sendiri. Ketika adzan terdengar saya masih asyik dengan kesibukan saya. Untunglah ada Gilang…..

Aaaaah….bener deh. Jagoan-jagoan saya adalah laki-laki sejati…..just like ayah….he he he he

Categories: Curhat