Archive

Archive for October, 2008

Film Laskar Pelangi yang membuat saya “termenung”

Monday, 27 October 2008 leunca Leave a comment

 

Saat ini saya sedang meresapi semangat “Laskar Pelangi” yang baru saja saya tonton kemarin sore bersama ketiga jagoan dan ayahnya.

 

Luar biasa…..sebuah film yang banyak memberikan saya inspirasi dan mampu membuat saya berpikir, betapa saya beruntung, begitu juga dengan anak-anak saya. Dan semoga keberuntungan ini tidak membuat kami “terlena”….sungguh, kami ingin bisa terus “bersemangat” seperti “Laskar Pelangi” itu.

 

Kesulitan yang menjadi cambuk. Keterbatasan yang mendorong kreatifitas. Kekurangan yang membuat semakin bersemangat. Kebersamaan yang saling mengisi. Indah ya?….

 

Sebuah ide sederhana inilah yang akan membuat saya “instropeksi diri”…dan membuat saya sangat sangat malu. Saya kurang “keras” berusaha. Saya tidak memanfaatkan semua kemudahan yang ada di sekitar saya. saya cenderung mudah “patah semangat”….. banyak malu dan rendah diri yang akibatnya saya tak bisa meraih “dua atau bahkan ribuan langkah maju”……

 

Akhirnya…saya mungkin menjadi orang yang “paling tidak bersyukur”……karena saya merasa menjadi orang paling “menderita di seluruh jagad raya ini, saya orang paling “miskin” di dunia. Saya gampang putus asa, menyerah ketika menemui satu kesusahan saja….dan, tidak memahami “esensi” dari kesulitan demi kesuliatn yang saya hadapi……….membiarkan pikiran buntu ketika tak menemukan jalan keluar.

 

 

Kali ini, saatnya saya memantapkan langkah untuk berusaha, tidak banyak membuang waktu ataupun menyia-nyiakan waktu dan semua yang ada pada diri saya.

 

Menentukan langkah maju apa yang harus dan akan saya ambil. Menemani jagoan-jagoan kecil, melangkah di sisinya, menemaninya disaat mereka “jatuh”, menjadi orang yang paling mengerti mereka..walau tak mudah.

 

Saya…..akan berusaha. Walau ada banyak kekurangan yang saya miliki…namun saya ingin mengubah kekurangan menjadi kelebihan…..dan “mercon” yang akan meledakkan semangat saya.

 

InsyaAllah. Amin.

Dan satu lagi, keputusan saya, “melepaskan” sekolah yang tinggal skripsi dan satu kali kerja praktik, yang artinya, melepaskan gelar sarjana strata satu Tehnik Kimia….demi merawat buah hati sendirian, juga, melepaskan kesempatan kerja yang kala itu “bisa dengan mudah” saya cari……….lagi-lagi karena tak “tega” membiarkan pengasuh yang akan menjadi “ibu pengganti” bagi Aryo……

 

Ternyata…..itu bukanlah pilihan salah.

 

Saya merasa beruntung…saya berani bersikap “ekstrim” demi tujuan yang saya pendam dalam hati….demi sebuah generasi penerus yang mempunyai tanggung jawab tak sedikit. Saya berani membuang mimpi-mimpi yang membuat saya “percaya diri”……..bahwa saya mampu menaklukkan dunia.

 

Awalnya, terasa berat, seperti membelah sebagian jiwa menjadi terbagi-bagi……menjadi “nihil”…..dan kosong, melepaskan mimpi indah yang selalu terpelihara……..namun, saya meyakini satu hal. Pengorbanan ini tidaklah akan sia-sia.

 

Karena…..InsyaAllah…..

Anak-anak akan meneruskan semangat belajar saya…semangat berjuang ayahnya…semangat mengajar Mbah Putri dan Mbah kakungnya…..dan semangat prihatin Apih dan Mamih……

 

Semua semangat baik yang ditularkan Om-Omnya, Tante-Tantenya, Uwak-Uwaknya…semua orang yang mengelilingi mereka kelak. Walaupun itu hanyalah semangat seorang tukang sayur langganan….

 

 

 

Categories: Curtak

uring-uringan nih!

Friday, 24 October 2008 leunca Leave a comment

Pikiran buntu karena kata-kata seseorang?……saya pernah mengalaminya. Bahkan sering, dan saat ini juga sedang menghantui saya…membuat saya takut. Hiiiiih……

 

Entahlah, belakang ini saya menjadi sangat sangat sensitif…apapun perkataan yang terlontar dari mulut seseorang kemudian telinga menangkap sinyalnya……aha, sudah pasti saya akan uring-uringan.

 

Apalagi jika kata-kata itu membuat kuping merah dan hati “mencelos” karena kata-kata itu terasa seperti pisau yang membelah-belah pikiran ini……huih….ya perih banget rasanya.

 

Pertama mendengar…ya, biasa saja. Toh bukan sekali dua kali saya mendengar kritikan atau kalimat pedas dengan mimik yang terbaca “kecewa” karena “kebodohan” atau ketidakmengertian saya karena pengetahuan saya yang sedikit…….

 

Tetapi, akhir-akhir ini saya menjadi sering merenung dan menangis diam-diam. Malu dan sedih. Malu karena….begitu kata-kata “Bunda sih ga mau denger…..”…saya merasa sangat sangat bodoh. Sedih…..karena saya lagi-lagi harus mendengar kritikan tajam…aduh duh…….saya bener-bener harus melatih kebiasan berpikir positif.

 

Entahlah…….saya menjadi serba salah. Bingung mau melakukan apa, dan menjadi …….”ketakutan”….takut saya akan mendengar “kalimat” pahit, takut ketahuan saya “tak bisa apa-apa”….takut saya melakukan kesalahan berturut-turut karena takut salah…selalu menjadi takut.

 

Saya…..bingung. Untuk bicara jujur, saya tak tahu cara yang “benar dan baik”….karena ternyata, “cara dan nada” saya bertanya seperti “menguji”……

 

Padahal, saya bertanya karena saya tak tahu. Saya bertanya karena saya ingin tahu dan penasaran. Saya bertanya karena saya ingin belajar. Saya bertanya karena saya ingin bisa tahu banyak hal, apapun itu. saya bertanya karena saya ingin bisa bercerita banyak pada Aryo, Bagus dan Gilang. Dan saya selalu dan selalu ingin tahu…karena itu saya selalu “cerewet bertanya”.

 

Saya “hanya” bisa minta maaf jika pertanyaan saya terkesan seperti “interogasi”, bertanya dengan nada sok tahu dan seolah-olah hanya ingin menguji, nada dan cara saya bertanya yang “menyebalkan” dan membuat malas menjawab…

 

Saat ini…saya mencoba seperti “spons”….menyerap apapun yang ada di sekeliling. Mendengar kritikan atau kata-kata tajam dengan baik tanpa membantah. Membiarkan otak mencernanya dan mengolahnya secara positif….membangkitkan semangat dalam diri untuk menjadi “lebih baik dan lebih baik” lagi…lagi dan lagi.

 

Setiap manusia pasti akan mengalami “metamorfosa”…..berubah dan akan berubah…belajar dan akan belajar. Semoga metamorfosa saya ke arah yang lebih baik. Seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu nan indah….

 

InsyaAllah. Amin.

 

Categories: Curtak

Senyum ala Gilang

Friday, 24 October 2008 leunca Leave a comment

 

Setiap kali Gilang minta di-foto, posenya tak pernah berubah dengan wajah yang dibuat-buat sesuai dengan yang Gilang mau.

        

“keren Buna…” katanya setiap kali melihat hasil fotonya.

 

Begitu kamera didepan wajahnya dan saya memintanya untuk tersenyum…bukan senyum yang dipasang diwajah mungilnya. Tetapi…..mata yang dipejamkan dengan giginya yang diperlihatkan.

 

Ya lucu…ya gemes lihat hasilnya. Dan Gilang akan tertawa girang melihat hasil jepretan bundanya……”keren Buna…” katanya dengan suara cadelnya.

 

He he….sekarang agak sulit memintanya untuk ber-“wajah biasa” jika hendak difoto. Pasti langsung “merem” dan hasilnya..bikin ayahnya ketawa….

 

“Gilang mah biasa kalau difoto….pasti begitu” ucap ayahnya.

 

Satu kali selanjutnya, saya mencoba mengambil gambarnya tiba-tiba. Hasilnya….. wajahnya seperti wajah bengong….matanya terlihat kaget dan membulat dengan mulut yang terbuka. Jika foto itu bisa berbicara mungkin akan keluar kata….”ooo….ow”…..serba salah ya?….

Jadinya, agak sulit membuat foto Gilang yang “pas”, yang bisa mewakili ketampanannya…he he he…… Ga fotogenik kali ya…hi hi hi….

 

Tapi….ya inilah foto senyum ala Gilang. Mata dipejamkan dan deretan gigi yang terlihat sempurna.

 

Lucu kan?…..

 

Categories: Gilang

Anak “keren”

Friday, 24 October 2008 leunca Leave a comment

Saat ini, Aryo diibaratkan “anak keren” di kelasnya. Dia sepertinya selalu jadi “rebutan” teman-temannya. Apalagi, kata salah satu ibu teman satu kelasnya, Aryo dipilih menjadi “ketua kelas”….

He he he….begitu ayahnya mendengar, tawa keras membahana di malam hari setelah saya menceritakan ini, sepulangnya dari kantor.

                                         

Dan kali ini, Aryo duduk sebangku dengan teman baru pindahan dari sekolah lain. Katanya, diminta oleh ibu si teman barunya ini untuk duduk semeja, menemani anaknya. Sebelum duduk dengan teman baru ini, Aryo duduk dengan teman laki-laki karena mbak-nya si teman ini juga meminta pada Aryo. Jadi teman sebangku Aryo bukan pilihan Aryo tapi teman-temannya yang meminta pada Aryo. Aaah……saya jadi senyum-senyum dengarnya. Hebat juga nih Aryo.….

 

Mungkin……ini disebabkan karena Aryo sudah lebih dulu pandai membaca, bisa berhitung dan mengerjakan matematika, dan sewaktu ulangan mid semester kemarin..Tanpa perlu didampingi saya, dia pd-pd aja ulangan di kelas. Sementara hampir sebagian temannya ditemani ibu atau mbak-nya.

 

Aaah…..ga sia-sia juga, dulu, saya dengan “gencar” mengajari Aryo membaca, menulis di buku anggun-yang sangat dia benci-dengan sedikit paksaan, lalu mengajari berhitung dan membuat mind map….

 

Lumayan dan lumayan. Walau dulu, saya sering “berperang” dengannya setiap kali belajar. Entah itu karena dia merasa jam bermainnya berkurang atau karena dia tidak “mempercayai” saya sebagai “guru privatnya”….Tetapi, Alhamdulillah, saat ini dia tidak terlalu “terseret” selama belajar dan bisa dikatakan “mulus”…..ini melegakan saya.

 

Namun, saya tidak boleh berbangga hati dan menjadi lupa daratan. Tugas dan pr saya masih banyak. Selama Aryo belajar, artinya saya juga “harus” ikut belajar. Selama Aryo tumbuh dan berkembang menjadi pribadi dan “seseorang”…saya juga harus “tumbuh dan berkembang”…….

 

Ternyata, menjadi seorang bunda tidaklah mudah. Tidak semudah ketika hendak memutuskan menikah dan mempunyai anak. Tidak semudah mengajarinya berjalan, bicara atau menyuapinya makan.

 

Ada banyak hal dan “something” yang harus saya pegang selama menjadi bunda yang baik. Bukan bunda yang baik secara “harfiah” tetapi baik di “mata anak-anak”…..dan itu salah satu hal tersulit yang harus saya lakukan…..yaaa….kadang saya juga sering melupakan “hal ini”.

 

Sooo….for his best…..saya akan lakukan apapun untuk mendukung dan menyokongnya…selagi itu baik dan “benar”.

 

Ayooo Aryo…….Maju terus Aryo….jangan pernah menyerah atau malas…..

 

Categories: Aryo

Udara panas

Friday, 17 October 2008 leunca Leave a comment

Sudah hampir satu minggu ini Bogor, hawanya rasanya panas sekali….

 

Hampir setiap malam, hawa sejuk yang biasanya bisa terasa setelah magrib….kemarin-kemarin rasanya hampir tidak terasa. Malam jadi terasa lebih panjang dan tidurpun menjadi sedikit terganggu.

 

AC di rumah memang sengaja di-non aktifkan. Untuk mendapatkan sedikit kesejukkan, saya hanya memasang satu kipas angin untuk menyejukkan ruang kamar, itupun sepanjang malam itu salah satu jendela dibiarkan terbuka.

 

Hawa panas ini membuat Mamih menjadi tak enak badan. Badan terasa pegal-pegal. Yaa…namanya juga sudah sepuh ya, kegerahan semalaman, tidak bisa tidur, pasang kipas angin takut masuk angin, akhirnya dipilihlah…kipas-kipas dengan menggunakan undangan nikahan bekas…….kiplik…kiplik…kiplik……..

Hasilnya, tangan pegal, kanan dan kiri karena bergantian mengipasi badan……dan karena keseringan balik kanan, balik kiri…..badannya jadi seperti “salah urat” deh…..pegal pegal….

 

Itu untuk orang tua. Kalau anak-anak…..tidur mencari lantai yang masih bisa sedikit menyejukkan badan. Begitu juga dengan Aryo….tidur pindah ke bawah. Tanpa memakai apapun, tertidur dengan lelap beralaskan lantai keramik.

 

Melihatnya membuat saya tak bisa tidur tenang. Berkali-kali saya membangunkannya untuk pindah….atau mengipasinya meskipun kipas angin sudah menyoroti kakinya. Bener-bener repot sepanjang malam…

 

Yaaaa……jadi pengen beli AC baru nih. Tapi, saya mengurungkan niat dan menguatkan hati. Susah payah melepaskan diri dari jeratan  dinginnya AC, berjuang melawan keinginan menyalakan AC supaya ruangan lebih dingin……susah payah dan sampai berkeringat, bermalam-malam tak bisa tidur nyenyak dan belajar membiarkan tubuh berkeringat dalam tidur…..aaaah…..

 

Tapi bener deh….dulu bisa tidur nyenyak dalam lingkupan dinginnya AC. Tetapi…sepertinya anak-anak malah sedikit ”alergi”…karena dalam satu bulan, ada aja yang batuk pilek……kadang bergantian.

Aryo, Bagus, dan Gilang memang sedikit “tak tahan” dengan debu. Kalau sudah alergi, mereka pasti akan pilek….dan sembuhnya lama, meski sudah minum obat. Kata dokter, daya tahan tubuh harus bagus supaya tak mudah batuk pilek…..karena kalau batuk pilek dan ada “alerginya”……butuh waktu lebih lama untuk sembuh.

 

Nah…nah….semenjak menyetop pemakian AC,…..kok diperhatikan, anak-anak agak jarang batuk pilek. Kadang sesekali….dan kalau flu, demam sehari, minum obat dan ga terlalu lama akan sembuh.

 

Jadi,……yaaa…makin kuat deh tidak membiasakan AC dalam rumah. Tapi, kalau cuaca panas seperti sekarang……saya sedikit tergoda,….”aaah, nyalain AC kayaknya enak banget yaaaa”…….

 

Categories: Curcur

Marah di pagi hari

Friday, 17 October 2008 leunca Leave a comment

Pagi kemarin, saya tiba-tiba merasakan amarah menguasai otak saya yang kecil. Aduh duh…..kok bisa sih orang se-kejam itu?…..

 

Apa sih yang bikin saya berpikir ada orang yang bisa “kejam”?….gini ceritanya.

 

Pagi kemarin, setelah saya mengantarkan Bagus ke sekolah, saya mampir ke toko buku kecil untuk membeli sebuah CD untuk menyimpan foto yang akan saya serahkan pada ketua POMG. Nah….menunggu antrain untuk dilayani saya berdiri sambil tengok kanan tengok kiri.

Tak diduga, saya berdiri bersebelahan dengan ibu RT sebelah yang menjadi ketua pos yandu, yang rajin mengingatkan saya untuk membawa anak-anak ke pos yandu untuk ditimbang.

 

Saya iseng-iseng tanya, “benang wol untuk apa Bu?”….saya melihat segulung wol berwarna kuning diatas beberapa lembar kertas foto kopian.

 

“Untuk tugas sekolah.” Ibu menjawab sambil menunjuk anak laki-laki yang berdiri di belakangnya.

 

Selesai berbasa basi, tiba-tiba ibu itu bercerita kalau anaknya diserempet mobil ketika berangkat ke sekolah. Kebetulan sekolahnya tidak terlalu jauh dan karena si anak laki-laki ini tak mau naik jemputan, dia memilih berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepedanya.

 

Saya seneng banget mendengarnya. Hebat, saya memuji dalam hati.

 

“Ga apa-apa kan Bu?” tanya saya penasaran.

 

“Enggak. Tapi sekarang mau dipijit aja, ada tukang pijat langganan. Dulu pernah patah dan dipijat.”

 

Saya mengangguk-angguk mendengarnya. Lalu ibu melanjutkan ceritanya.

 

“Sebelnya, yang nyerempet ga ngebantuin. Kasih uang 50 ribu trus pergi gitu aja.”

 

Wah…..saya jadi marah dengernya.

 

“Bukan masalah jumlah uangnya sih. Tanggung jawabnya itu. Kok kabur gitu aja”

 

Saya mengangguk mengiyakan. Saya aja yang mendengar ceritanya sebel banget apalagi ibunya sendiri.

 

Sewaktu ibu pamit dan anak itu menaiki motor, saya memperhatikannya dengan ngilu.

 

“Cepet sembuh ya. Hati-hati Bu.” Saya mengatakan sambil mengangguk.

 

Sekilas saya perhatikan, bahu sebelah kanannya sepertinya agak kaku. Sewaktu anak laki-laki itu menaiki motor, bahunya seperti ditahan, mungkin sedikit sakit ya….walau dia menggelengkan kepala ketika saya menanyakannya.

 

Aduh…mudah-mudahan cepet sembuh dan bisa menaiki sepeda lagi ke sekolah. Bersepeda ke sekolah adalah sesuatu yang saya saya “idamkan” untuk Aryo.

 

Karena itu, ketika saya mengetahui anak laki-laki itu lebih memilih berangkat ke sekolah dengan bersepeda ketibang naik jemputan dengan kawan-kawan yang lain….aduh, saya acungin jempol deh.

Bagi saya itu “keren”…….sesuatu yang menantang.

 

Cepet sembuh ya Dek. Mudah-mudahan, ga kapok ke sekolah dengan nyepeda.

Dan yang kabur setelah nyerempet itu, saya sih cuma ngingetin aja, yaaaa…inget kalau punya anak deh. Gimana kalau anaknya digituin juga?…..trus ga ada yang nolong…..kebayang ga gimana sedihnya?…..

 

So, bertanggung jawab itu jauh lebih baik….meskipun mungkin akan kena “marah” atau diomelin orang lain….tapi lebih “gentle” kan?….

 

Kalau “buru-buru”, yaaaa…semua orang juga “buru-buru” kok. Zaman sekarang mana sih yang ga “buru-buru”?…..saya aja tiap pagi selalu “buru-buru”……”buru-buru” ini dan selalu “buru-buru” itu. Sama aja kan?…….

 

 

 

Categories: Curtak