Archive

Archive for August, 2008

Kecapean

Friday, 22 August 2008 leunca Leave a comment

Tiga hari yang melelahkan dan membuat saya “sedikit sakit” selama dua hari.

 

Minggu lomba tujuh belasan di RT/RW. Seninnya acara pengajian di rumah tante dan sekalian “nyekar” ke makam Alm Bapak yang berdekatan dengan rumah tante saya ini.

 

Selasa, “moto-moto” De Bagus yang ikutan lomba tujuh belasan di TK-nya. Acaranya sampai siang dan bikin saya sakit kepala karena Gilang rewel dan minta digendong melulu sementara saya ingin mengabadikan kelucuan De Bagus dan teman-temannya yang berlomba.

 

Jadinya, Rabu dan Kamis, saya banyak menghabiskan hari dengan berbaring di tempat tidur. Sakit kepala dan badan rasanya “ga enak” banget.

 

Dan hari ini, badan sudah lebih baik walau belum segar bener. Masih pegel di sana sini dan kepala masih agak “berat”. But so far so good lah…..

 

Huuu…..biar badan lemes tapi hati dan pikiran harus tetep semangat dong….iya kan?….

 

Apalagi hari ini hari jum’at. Saatnya saya mengantar dua jagoan sholat jumaat di masjid….sambil mengintip anak-anak bandel yang masih ada saja seliweran ketika sholat jumaat dimulai. Dasar anak-anak…….

 

Yaaa….saya harus bijaksana deh. Kan ibu-ibu mereka tak mungkin nongkrong seperti saya sambil “mengawasi” apakah anaknya sholat jumaat dengan baik atau main-main?….

 

Mungkin saya aja ya yang “kerajinan”…..hi hi hi jadi malu.

 

 

Categories: Curtak

cerita pagi ini…di sekolahnya Aryo

Friday, 22 August 2008 leunca Leave a comment

 

Pagi ini saya punya kesempatan mendatangi sekolahnya Aryo. Ternyata pagi ini ada acara. Salah satu perusahan minuman terkemuka mendatangi sekolah ini dan mengadakan kerja bakti dengan hadiah bagi anak-anak ini adalah susu kemasan rasa coklat.

 

Aduh…saya melihatnya heboh sekali. Anak-anak ini bersemangat memunguti sampah. Bergerombol di satu tempat memunguti sampah yang mungkin ada dan tergeletak di sekolahan yang nyaris bersih karena setiap pagi selalu disapu bersih oleh penjaga sekolah……he he he……tapi, ini tidak menghalangi semangatnya anak-anak ini.

 

Wah..wah….sayang saya tak membawa kamera. Namun acara ini saya manfaatkan untuk bercerita pada Gilang. Gilang memperhatikan dengan wajah serius dan mengulang kata-kata yang saya ucapkan.

 

“Kerja bakti…” katanya dengan mata serius memperhatikan.

 

Eh….tiba-tiba mata saya menangkap sesosok mencolok yang membuat mata saya terpaku menatapnya. Anak laki-laki yang duduk di kursi roda. Walau dia hanya bisa mengikuti langkah teman-temannya tanpa bisa memunguti sendiri sampah namun tangan kanannya tetap memakai sarung plastik. Sang Bunda mendorong kursi rodanya, mengikuti langkah anak-anak yang berlarian menuju lapangan.

 

Saya tertegun menatapnya. Selesai memunguti sampah, anak-anak ini berbaris depan kelas. Begitu juga dengan anak laki-laki mencolok ini. Mata saya kembali memperhatikan anak itu.

 

Duduk di kursi roda yang memiliki meja di depannya. Kadang kepalanya dimiringkan ke kiri atau ke kanan. Lebih banyak duduk bersandar. Kadang juga badannya ditegakkan, matanya menatap ke depan, memperhatikan teman-teman yang baris berdiri di depannya.

 

Saya memperhatikan sang bunda yang setia berdiri di belakang sambil memegangi kursi roda itu. saya mencoba membaca raut mukanya. Namun, mata saya malah berkaca-kaca. Saya merasakan keharuan tiba-tiba.

 

Bunda yang hebat. Saya bisa membayangkan kerepotannya setiap pagi mengantar anaknya bersekolah. Mendorong kursi roda yang tak ringan. Menemaninya belajar dalam kelas. Membantu anaknya menulis. Semua dilakukan sang bunda ini demi “masa depan” anaknya.

 

Tanpa bisa saya tahan, saya menangis. Saya bisa meraba, perjuangannya sungguh tak mudah dalam membesarkan anak laki-laki yang hanya bisa duduk di atas kursi roda. Mungkin, sang bunda ini berjuang untuk terus bersemangat dan berusaha “menulari” semangatnya pada anak laki-lakinya. Saya tahu itu sangat tidak mudah.

 

Manusia mempunyai banyak kekurangan. Mudah mengeluh jika menghadapi banyak kesusahan, kadang melupakan kesenangan yang diterimanya. Yaa…namanya juga manusia ya!…..

 

Tapi, saya menatap wajah sang bunda itu dengan doa. Saya ingin mendoakannya. Mendoakan sang bunda dan anak laki-laki itu. saya berbisik dalam hati, “Ya Allah, berikanlah banyak kegembiraan baginya. Mohon berikan sesuatu seperti mukjizat bagi anak laki-laki itu. semangatnya berjuang membuat hamba ini malu……”

 

Saya menangis pelan. Sungguh, saya tahu saya tak boleh mengasihaninya. Namun, saya tiba-tiba saja merasakan satu perasaan sedih yang dalam. Sang bunda tadi pastilah sudah berjuang melawan ego, dan sepertinya hanya kepasrahan yang terbaca di raut wajah berkerudung itu.

 

Sungguh, jika saya sempat dan bisa mengajaknya bicara, sekedar mengobrol atau ingin mengorek ceritanya, saya ingin belajar dari sang bunda itu….

 

 

 

Categories: Aryo

Lagu rindu

Friday, 15 August 2008 leunca Leave a comment

Teng..dung …teng..dung…teng…..

Permainan keyboard Aryo terdengar merdu di tengah udara dingin sore ini setelah hujan ringan mengguyur perlahan.

 

Nikmat dan mampu membuai perasaan saya.

Saya sangat menyukai musik klasik, membuat saya bisa membayangkan perasaan terdalam saya bagi orang-orang terdekat dan orang yang saya sayangi.

Saya jadi “sok” romantis…

 

Tetapi, dengan begitu saya sering merasa “bersyukur”…

Karena banyak orang yang menyayangi saya dan saya juga bisa menyayangi banyak orang.

 

Teng….dung…..teng…dung….teng….dung….

Mengalun terpatah patah karena baru kali ini Aryo memainkannya.

Walau begitu telinga saya bisa menikmatinya.

Membuat ketagihan…

 

Sore dingin, sore mendung, sore berawan….

Dan sore yang membuat saya jadi merindukan “someone spesial”…

Pastinya enak ngobrol dengannya sambil tertawa dan bercanda.

Membuatkan makanan kesukaannya lalu makan bersama-sama…

Aduh….saya jadi kangen berat.

Categories: Curhat

Buku Gilang

Friday, 15 August 2008 leunca Leave a comment

Saat ini saya sedang memcoba membuat “kumpulan tulisan” tentang Gilang. Isinya seputar pengalaman saya selama merawat Gilang hingga Gilang tumbuh dan berumur 2 tahun.

 

Tak banyak sih yang saya inginkan dari rencana ini, hanya saja saya mengalami banyak kesulitan dalam membuat tulisan yang baik dan menarik. Lalu, apakah saya pantas untuk membuatnya menjadi sebuah “buku yang bagus dan patut untuk dibaca”……itu pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya.

 

Sesederhana tujuan awalnya, ingin berbagi pengalaman dan sesuatu yang bagi saya “sangat positif” karena mampu merubah pola pikir saya, membuat saya berjuang untuk menyisihkan “pikiran-pikiran negatif” dan membuat saya “berani maju” dan “berani malu”….

 

Tapi, saya menjadi ragu……karena saya ingin se-idealis membuat sebuah cerita yang bisa menarik banyak orang, membuat orang bisa merasakan dan menangkap apa yang pernah saya alami…..sementara kemampuan saya sangat terbatas.

 

Saya menjadi malu sendiri ketika hendak memulainya. Saya jadi berpikir, “apa kata dunia” jika tulisan saya berkesan, “saya membesar-besarkan kesusahan saya” sementara masih banyak yang lebih susah dari saya dan lebih survive…….

 

Sooooo…….apa ya yang harus menjadi motivasi saya supaya saya mampu menguatkan niat untuk munulis kumpulan cerita ini menjadi “sebuah buku” yang bermakna dan “berharga”…..aih aih……terlalu tinggi ya alias over estimate ya?….

 

 

 

 

 

Categories: Gilang

APAKAH SAYA BOLEH CEMBURU?

Friday, 15 August 2008 leunca Leave a comment

Cemburu…..cemburu….cemburu….

Apa sih artinya cemburu?….apakah itu artinya “tidak percaya”?….

Atau, artinya “ada cinta”?…..

 

Atau, cemburu artinya “mencurigai”?…

Wah wah wah….pusing pusing dan pusing memikirkannya. Apalagi kalau merasakannya….serba salah.

 

Mau cerita, salah.

Enggak cerita, juga salah.

Diam-diam saja, aduh….batin deh.

Dipendam, bikin perasaan jadi sentimentil dan cengeng.

 

Mau di-omingin kok…ujung-ujungnya jadi enggak enak hati.

Enggak di-buka…..lah, bawaannya kok jadi merasa “tidak diperhatikan”…

Padahal…..wah, enggak usah ditanya deh…..

 

Jadi, apa yang harus saya lakukan ketika cemburu “menyerbu”

Membuat saya sulit memejamkan mata di malam hari,

Membuat saya sangat mudah menitikkan air mata

Membuat saya “jungkir balik” memikirkan cara menghilangkannya.

 

Bukankah cemburu artinya karena kita “peduli” kan?..

Lalu bagaimana dengan cemburu kepunyaan “saya” ini?…

Apa yang harus saya lakukan jika saya cemburu?…

 

Kata “seseorang” sih cemburu oke saja….”asal”….bukan cemburu BUTA…….

 

Lalu cemburu yang bukan “cemburu buta” itu seperti apa?….

Dan apa bedanya dengan “cemburu biasa”?…..

 

Tapi, pertanyaan terpentingnya adalah,

 

 

APAKAH SAYA BOLEH CEMBURU?

Categories: Curtak

Semangat De Bagus

Tuesday, 12 August 2008 leunca Leave a comment

Libur satu hari bagi De Bagus serasa bertahun tahun deh. Karena demam semalam, senin kemarin terpaksa De Bagus tidak sekolah.

Matanya sayu, tubuhnya lemas dan manja yang sangat manja.

 

Minum susu harus disuapi dengan sendok. Makan maunya milih. Tidur maunya dikeloni. Miunum obat harus dibantu, padahal biasanya sendiri. Minum susu harus yang rasa coklat.

 

Sepagian kerjanya hanya tiduran. Makan setengah mangkuk bubur lalu berhenti, minum obat dan tidur lagi sampai siang. Bangun siang, waktunya makan dan minum obat lagi. Lalu tidur lagi.

 

Sore hari kelihatannya badannya mulai enakan. Duduk-duduk sendiri sambil melamun. Matanya menatap ke luar pintu yang terbuka sambil mengulang-ulang……

 

“Helikopter….jalannya puter-puter…..anak TK Asri anak pinter…..ke sekolah tidak dianter….kalau dianter, mamanya tunggu di luar pager…..da daa…mama….”

 

Itu yel yel sebelum masuk kelas. Biasanya sambil berbaris depan kelas, anak-anak TK ini berkumpul dan meneriakkan yel-yel, ikrar atau doa. Kadang dipimpin oleh guru, kepala sekolah atau anak TK B yang sudah hapal ini. Guru kelasnya berdiri mendampingi di belakang atau samping barisan sambil memegangi anak yang tak mau lepas dari ibunya atau anak yang maunya “main-main” saja tak mau baris.

 

Selalu pagi yang heboh dan rame. Begitu juga dengan para ibu-ibunya. Tak kalah semangat dengan anak-anaknya yang bersekolah.

 

Nah…rupanya De Bagus kangen ini dan betapa pagi tadi, De Bagus terlihat riang gembira bangun pagi, mandi, sarapan lalu memakai sepatu dan berlari masuk kelas dan bermain.

 

Pokoknya saya terbengong-bengong. Sebenarnya De Bagus masih batuk agak parah dan matanya belum segar benar. Tetapi melihat semangatnya bangun subuh lalu minta mandi…rasanya saya tak tega menolaknya.

 

Ya……dengan sekolah kelihatannya De Bagus lekas sehat nih. Hari ini makannya banyak plus minum susu. Walau bekal martabaknya tidak dihabiskan, tak masalah. Sepulang sekolah minta disuapi makan dengan ayam goreng…

 

Aduh…..hebat ya………(maap ya kalo narsis)…

Categories: Bagus