Home > Curhat > HS atau sekolah reguler?….

HS atau sekolah reguler?….

Sunday, 8 June 2008 leunca Leave a comment Go to comments

 

Kehebohan sampat saya alami bersama suami, tepat satu tahun lalu.

 

Ketika saya harus memilih, menentukan sekolah dasar yang “cocok” untuk Aryo begitu lulus TK. Ada banyak pilihan, dari yang “muahal”, “agak mahal”, “mahal sedikit”, “murah”, dan “murah banget”…..

 

Pilihan yang paling sulit dan memerlukan suatu proses pemilihan yang tidak main-main. Apalagi “cerita hitam” yang menjadi lembar tersendiri dalam satu kisah Aryo bersekolah di TK……yang membuatnya menjadi “agak rendah diri”, “tak PD” dan “sedikit pesimis”

 

Pengalaman ini yang membuat saya sangat sangat hati –hati memilihkan sekolah untuk Aryo selanjutnya. Jangan sampai Aryo “ditertawakan lagi”……atau berpikir tentang “perbedaan kekayaan” antara dirinya dengan teman-temannya.

 

Mungkin saya termasuk “idelis” jika saya menginginkan sekolah yang “apa adanya”, sekolah yang akan memberi banyak “warna baik” bagi Aryo, sekolah yang bisa membuka matanya untuk bisa “bersyukur” terus, sekolah yang mengajarkan “ilmu bukan suatu tuntutan tetapi kebutuhan”, sekolah yang bisa mengajarkan “bagaimana cara menghargai dan menghormati orang tanpa melihat kayakah dia”…….

 

Agak susah menemukan sekolah se-ideal dengan apa yang saya inginkan. Sekarang gitu loh……zaman sudah banyak berubah dan banyak hal-hal dasar yang bergeser, berubah, tidak sama ketika saya sekolah dulu, hampir 20 tahun lalu.

 

Karena sekarang saya melihat, banyak anak-anak yang berpikir “terlalu materialistis”……..dulu memang sudah ada tetapi tidak “se-vulgar” dan “se-terlalu” sekarang.

 

Saya ingin berbagi pada Aryo, mengenal banyak orang dari segala macam orang akan membuka wawasan kita seluas-luasnya. Berbicara dengan siapa saja akan menambah ilmu kita, bahkan ngobrol dengan tukang sayur pun akan mendapatkan ilmu. Ilmu berdagang yang paling sederhana, seperti kalau jualan jam 7 pagi, belanja sayurnya jam berapa, di pasar mana, sayuran apa yang sedang “in” atau mahal, sayuran apa yang lagi murah dan banyak, atau sadar bahwa ternyata “matematika itu perlu”…….ilmu ada dimana-mana.

 

He he he he he…….apakah saya terlalu “susah” menentukan sekolah bagi Aryo?…..jika jawabannya iya, memang benar.

 

Saya tidak inginkan “masa emas” Aryo belajar dan menyerap banyak hal di usianya yang sedang “tumbuh” menjadi “bumerang dan suatu kesia-siaan” belaka. Selagi saya bisa memberi yang terbaik bagi Aryo, kenapa tidak……sah-sah saja kan?……..

 

Dan bagi saya yang terbaik bukan berarti pendidikan yang super mahal….walau selalu “ada rupa ada harga”…..maksudnya, bukan cuma mahal. Kalau mahal tetapi “kurang atau tidak cocok”, ya lebih baik cari yang lebih cocok dan fleksibel kan?…sesuai dengan kita mau.(ini bagi saya pribadi).

 

Sooooo…….mudah-mudahan setelah diawali dengan HS “ringan” selama 1 tahun ini, di awal tahun ajaran 2008 Aryo bisa bersekolah “dengan baik dan sederhana saja”. itu doa saya.

 

Saya menghindari “ambisi” bahwa Aryo harus menjadi juara kelas, berprestasi apapun….tidak, saya tidak ingin. Saya ingin membiarkannya tumbuh dan berkembang dengan cara “biasa dan alami”….karena kematangan yang alami, bagi saya, jauh lebih baik daripada “dipaksakan”.

 

Insyaallah. Amin.

 

Categories: Curhat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.