De Bagus “megap megap”
Ada ada saja kejadian yang menimpa de Bagus. Dari yang jidatnya mendapat 2 jahitan karena terjatuh dan mengenai box baju di umurnya yang baru 3 tahun, lalu operasi kecil di kakinya sewaktu berumur 1 tahun lebih, dan kemarin, baru 2 mingguan lalu “nyemplung” ke got, kini……lagi-lagi bikin saya “dag dig dig…..dag dig dug….dag dig dug”……….
Sore ini de bagus iseng memasukan lego yang sangat kecil kedalam mulutnya sambil menonton TV. Ketika ada adegan yang lucu dan membuat de Bagus tertawa, ternyata mainan nan kecil itu langsung masuk ke dalam tenggorokannya.
Saya yang duduk dibelakang de Bagus sambil mengirisi bawang merah kaget ketika de Bagus loncat mendekati saya dan megap-megap. Rupanya mainan itu tertelan. Reflek saya memukul punggungnya sampai 3 kali. Namun de Bagus masih megap-megap dan wajahnya agak pucat.
Saya menjadi panik.
Saya terus saja memukul punggungnya berulang-ulang dan sedikit lebih keras sampai akhirnya lego kecil yang berbentuk tabung yang sangat kecil itu keluar, loncat dari mulutnya.
Mendapati lego kecil itu dan memungutnya dilantai membuat saya tenang. Namun tidak dengan de Bagus. Dia berlari ke arah kamar dengan mata berair, menangis. Rupanya dia sangat shock dan ketakutan.
Aaaah……saya yang tadinya mau marah menjadi kasihan. Tak perlu lagi saya marah-marah atau mengkuliahi dia macam-macam, toh de Bagus sudah merasakan sendiri akibatnya. Berkali-kali saya mencerewetinya untuk tidak memasukan semua mainan ke dalam mulut.
Dan, kali ini, untuk yang kesekian kalinya dia memasukkan mainan ke dalam mulut dan akhirnya tertelan. Tangan saya gemetaran ketika saya menelepon suami, menceritakan kejadian ini. walau saya sudah lega namun tetap saja saya merasa shock dan trauma.
Hampir saja lego akan saya sita. Namun mengingat permainan ini sangat baik untuk melatih motorik halus de Bagus dan berlatih konsentrasinya, saya mengurungkan niat itu. Biarlah Aryo dan de Bagus menikmati masa-masa bermainnya.
Dan itu artinya, saya tidak boleh lengah lagi. Walau sedikit saja.
Wuiiiih………….menengangkan. Pelajaran yang harus dibayar sangat sangat mahal. Bagaimana jika saya panik sampai tidak bisa berpikir atau bertindak apa-apa….wah…ngeri saya membayangkannya. Jangan sampai deh.
Alhamdulilah, Allah SWT masih memberikan kesempatan dan menolong saya. Kalau tidak, aduh……saya tidak tahu akan bagaimana jadinya. Yang pasti saya akan amat sangat menyesal dan bersedih.
Terima kasih ya Allah.


