Archive

Archive for April, 2008

De Bagus “megap megap”

Friday, 25 April 2008 leunca Leave a comment

Ada ada saja kejadian yang menimpa de Bagus. Dari yang jidatnya mendapat 2 jahitan karena terjatuh dan mengenai box baju di umurnya yang baru 3 tahun, lalu operasi kecil di kakinya sewaktu berumur 1 tahun lebih, dan kemarin, baru 2 mingguan lalu “nyemplung” ke got, kini……lagi-lagi bikin saya “dag dig dig…..dag dig dug….dag dig dug”……….

 

Sore ini de bagus iseng memasukan lego yang sangat kecil kedalam mulutnya sambil menonton TV. Ketika ada adegan yang lucu dan membuat de Bagus tertawa, ternyata mainan nan kecil itu langsung masuk ke dalam tenggorokannya.

 

Saya yang duduk dibelakang de Bagus sambil mengirisi bawang merah kaget ketika de Bagus loncat mendekati saya dan megap-megap. Rupanya mainan itu tertelan. Reflek saya memukul punggungnya sampai 3 kali. Namun de Bagus masih megap-megap dan wajahnya agak pucat.

 

Saya menjadi panik.

Saya terus saja memukul punggungnya berulang-ulang dan sedikit lebih keras sampai akhirnya lego kecil yang berbentuk tabung yang sangat kecil itu keluar, loncat dari mulutnya.

 

Mendapati lego kecil itu dan memungutnya dilantai membuat saya tenang. Namun tidak dengan de Bagus. Dia berlari ke arah kamar dengan mata berair, menangis. Rupanya dia sangat shock dan ketakutan.

 

Aaaah……saya yang tadinya mau marah menjadi kasihan. Tak perlu lagi saya marah-marah atau mengkuliahi dia macam-macam, toh de Bagus sudah merasakan sendiri akibatnya. Berkali-kali saya mencerewetinya untuk tidak memasukan semua mainan ke dalam mulut.

 

Dan, kali ini, untuk yang kesekian kalinya dia memasukkan mainan ke dalam mulut dan akhirnya tertelan. Tangan saya gemetaran ketika saya menelepon suami, menceritakan kejadian ini. walau saya sudah lega namun tetap saja saya merasa shock dan trauma.

 

Hampir saja lego akan saya sita. Namun mengingat permainan ini sangat baik untuk melatih motorik halus de Bagus dan berlatih konsentrasinya, saya mengurungkan niat itu. Biarlah Aryo dan de Bagus menikmati masa-masa bermainnya.

Dan itu artinya, saya tidak boleh lengah lagi. Walau sedikit saja.

 

Wuiiiih………….menengangkan. Pelajaran yang harus dibayar sangat sangat mahal. Bagaimana jika saya panik sampai tidak bisa berpikir atau bertindak apa-apa….wah…ngeri saya membayangkannya. Jangan sampai deh.

 

Alhamdulilah, Allah SWT masih memberikan kesempatan dan menolong saya. Kalau tidak, aduh……saya tidak tahu akan bagaimana jadinya. Yang pasti saya akan amat sangat menyesal dan bersedih.

Terima kasih ya Allah.

Categories: Bagus

happy birthday Ayah

Friday, 25 April 2008 leunca Leave a comment

Genap sudah usianya 36 tahun.

Kaki-kaki tegapnya masih tetap melangkah

Berjalan menyusuri setiap rencana,

meninggalkan bekas sebuah jejak-jejak yang dalam

Masa depan adalah harapannya

dan masa lalu adalah kenangan usang baginya

 

walau,

hampir setiap langkah, beban berat ada di pundaknya

namun selalu senyum yang terpasang di wajah bulatnya

 

smilling face adalah identitasnya

ramah dan kehangatan adalah point tambahannya

teman adalah pasangannya bekerja

karier adalah hidupnya

keluarga adalah pendukung setianya

anak adalah lentera hatinya

ibu dan bapak adalah panutan yang dihormatinya

totalitas adalah prinsipnya

namun,

cemburu adalah musuhnya

 

walau,

kadang sedikit keras

sering merengutkan wajah tanda tidak setuju

memaksa dengan sedikit “tekanan”

menyamakan orang lain dengan dirinya

terlalu bersemangat

mudah berubah di “last minute”

kurang peka akan hal yang berbau “perasaan”

 

namun,

hatinya sangat lembut

super sensitif

emosional karena mudah berkaca-kaca matanya

your comment is my wish, selalu dikatakannya

selalu memanjakan anak-anaknya

selalu berbahagia untuk keluarganya

 

walau,

kesulitan seolah tak ada ujung baginya

tetapi baginya hidup tetaplah sama

susah senang adalah hal yang biasa

karena keyakinannya pada Sang Kuasa yang teguh

meyakini bahwa Sang Khalik Maha Adil padanya

akan selalu memberikan yang terbaik baginya

 

di sepanjang usianya,

di tahun yang terus bertambah,

tetaplah menjadi iman bagi kami semua, ayah

yang akan menuntun kami berjalan disisi ayah

menjadi panutan dan orang yang kami hormati

ayah yang sangat kami cintai

ayah yang kami dengar kata-katanya

 

walau,

kadang kami sering membuat ayah “marah”

membuat ayah “geram”

mohon maafkan kami

tetaplah sayangi kami

walau kami semua pernah “nakal” pada ayah

 

selamat ulang tahun ayah

semoga kebaikan selalu diberikan oleh Allah SWT

mengiringi setiap langkah ayah,

setiap hari, bulan dan tahun yang ayah lewati di belakang dan ke depan nanti

semoga rahmat dan anugerah selalu diberikan-Nya untuk ayah

karier, keluarga dan kesehatan.

 

We love you ayah

Kami semua sayang ayah.

 

Bunda, Aryo, Bagus dan Gilang.

Kami adalah seporter ayah yang paling setia

Yang siap meneriaki ayah, menyemangi ayah

“ayo ayah……ayo ayah….ayo ayah”

Untuk terus “bertanding”

Dan menjadi seorang “pemenang sejati”……..

 

Kami sangat menyayangi ayah

Dan akan memberikan yang terbaik

Categories: Curhat

you were there

Friday, 18 April 2008 leunca Leave a comment
I guess you've heard, I guess you know 
In time I might have told you but I guess I'm too slow 
That's overly romantic but I know that it's real 
I hope you don't mind if I say what I feel 
It's like I'm in somebody else's dream 
This could not be happening to me 
 
But you were there 
You were everything I'd never seen 
You woke me up from this long and empty sleep 
I was alone, I opened my eyes and you were there 
 
Don't be alarmed, no, don't be concerned 
I don't want to change things leave them just as they were 
I mean nothing's really different, it's me who feels strange 
I'm always lost for words when someone mentions your name 
I know that I'll get over this for sure 
I'm not that type who dreams there could be more 
 
But you were there 
You were everything I'd never seen 
You woke me up from this long and empty sleep 
I was alone, I opened my eyes and you were there 
 
Can I take your smile home with me 
Or the magic in your hair 
 
The rain has stopped, the storm has passed 
Look at all the colors, now the sun's here at last 
I suppose that you'll be leaving but I want you to know 
Part of you stays with me even after you go 
Like an actor playing someone else's scene 
This could not be happening to me 
 
But you were there 
You were everything I'd never seen 
You woke me up from this long and endless sleep 
I was alone, I opened my eyes and now... 
I opened my eyes and you were there 
You were there 

 

 

Southern sons (also by Regine Velasquez)

Categories: Curcur

Bibir de Bagus membesar

Friday, 18 April 2008 leunca Leave a comment

 

He he he he…..saya ketawa masam dulu deh…..he he he he….

Bukannya apa-apa, ingin ketawa sekaligus ingin menangis. Ukuran bibir yang tadinya small berubah extra large…eh, ga extra-extra amat sih tapi yaaaa…..kelihatan banget bedanya. Lalu yang tadinya tipis menjadi sangat “tebal” alias thick………bisa kan membayangkan?….

Jontor adalah istilah yang dikatakan oleh suami…..kalau menurut saya sih ga jontor jontor amat….

Daripada daripada…….lihat fotonya aja yaaaaa…..

 

 

Inilah hasil dari keisengan de Bagus yang ingin mencoba berjalan sambil menutup matanya dengan selembar koran di jalan depan rumah tetangga…….berjalan perlahan lalu….buk dan “aaaaaah…” berteriak sambil menangis keras……….kaki masuk dalam got dan wajah mencium dinding got yang permukaannya kasar.

Awal de Bagus menjerit, darah masih belum terlihat. Setelah saya tuntun pulang, sepanjang jalan darah mengalir lancar dari bibir dan hidungnya.

Agak panik saya tarik tangannya, setengah menyeretnya supaya cepat sampai di rumah.

Wah, membuka pintu pagar yang digembok memerlukan waktu yang lama karena tangan saya gemetar. Tangan kiri menggendong Gilang yang berontak tak mau pulang dari jalan–jalan sorenya, dan tangan kanan memegang kunci gembok.

Untunglah sang kakak, Aryo menuntun de Bagus sambil menggandeng pulang.

Walah…walah, sore menjelang magrib yang sangat sibuk.

Dengan cepat saya mengambil es batu dan air es lalu waslap dibasahi dengan air dingin ini untuk mengompres bibirnya yang berdarah banyak. Saya masih belum berani memeriksa lukanya. Saya langsung mengompresnya supaya darah tidak lagi banyak keluar.

Ketika saya mencuci tangan dan kakinya tiba-tiba keluar darah yang banyak dan agak menggumpal dari lubang hidungnya.

Wah….saya langsung panik dan segera menelepon kakak saya.

De Bagus dibaringkan di sofa lalu bibir dikompres waslap yang diberi es batu, dan hidung bagian atas dikompres handuk kecil yang basah oleh air es yang dingin.

Sambil mengkompres bagian-bagian yang berdarah, kedua lubang hidung disumpal kasa yang digulung kecil.

Rencana ke dokter atau rumah sakit sore itu gagal setelah saya melihat darah yang keluar berkurang. Apalagi de Bagus mengatakan,

“ga sakit, bunda. Udah sembuh kok bunda. Ga apa-apa” katanya dengan suara lantang.

“sakit ga hidungnya?”

De Bagus menggeleng-geleng.”ga ke dokter ya bunda”….

Aaaah….saya sungguh terharu. De Bagus sungguh hebat bisa men-sugestikan diri dengan cara orang dewasa. Ini membuat saya terharu dan menyesal karena sering mengomeli kenakalannya dan mencereweti kelincahannya.

 

Menjelang malam, de Bagus tertidur setelah meminum segelas susu sereal yang hangat dan meminum parasetamol.

“untuk meredakan rasa sakit” kata kakak saya mengingatkan.

Melihatnya bisa tertidur pulas membuat saya lega.

Yaaaaa…….namanya juga anak laki-laki ya…

Sering bikin deg degan saya, bundanya. Sering membuat saya menangis karena kesal sekaligus haru. Dan sering juga membuat saya tertawa dan tersenyum karena keahliannya menghibur, bercanda dan berlagak.

Wuih………..hari yang penuh petualangan.

 

 

 

Categories: Bagus

Ketika partai-partai politik membingungkan saya

Friday, 4 April 2008 leunca Leave a comment

Saat ini saya benar-benar bingung memilih dan menentukan pilihan ketika Pilkada dimulai. Siapa yang akan saya pilih, dan apakah pilihan saya benar…..saya benar-benar bingung dan bikin pusing kepala.

Saya jadi ingat akan (Alm) bapak saya. Saya masih ingat cerita mami saya tentang bapak dulu ketika masih menjadi anggota dewan, sekitar tahun 80-an. Saat itu saya masih sangat kecil, mungkin masih sekolah di Taman Kanak-kanak, belum mengerti apa-apa.

Yang saya dengar, bapak sering kumat darah rendahnya karena stress dan menolak ketika akan diangkat kembali menjadi anggota dewan untuk 5 tahun berikutnya.

Saya tidak begitu jelas apa alasannya namun yang saya tangkap karena bapak “kurang cocok” karena banyaknya pertentangan yang bapak rasakan. Saya tidak tahu dengan jelas karena bapak tidak penah menceritakan ini hingga akhir hayatnya.

Kadang, yang saya berpikir dan melihat politik itu “abu-abu”. Ketika banyak yang tidak bisa mengungkapkan bahwa ini hitam atau putih karena banyak faktor. Kadang, ketika  bicara jujur, banyak yang akan mengerutkan kening dan bertanya, bener ga sih?…..sekarang gitu loh……

He he he  kanapa ya saya jadi apatis gini?….ga tau deh.

Saya jadi sedikit menyesal kenapa dulu saya tidak banyak diskusi politik dengan bapak, bertanya seperti apa rasanya terjun dalam pergulatan politik yang sebenarnya, bagaimana caranya kita bisa sukses “berkecimpungan” dalam satu dunia ini, apakah ada banyak kebohongan atau justru sebenarnya lebih banyak kejujuran……banyak banget yang harusnya bisa saya ambil, ilmu dan pengalaman bapak selama hidupnya. Sayang, saat ini saya hanya mampu berdoa untuknya.

Jadinya ya….saya cenderung melihat orang-orang politik itu…..ya, abu-abu. Yaaa….bukan hak saya untuk men-judge kenapa menjadi abu-abu……karena ya kadang harus bisa ber-diplomasi sedikit untuk sebuah image atau untuk sebuah kesan baik yang harus ditunjukkan. Karena siapa sih yang mau partai politik yang jelek…..dan kita kan melihat image…..aduh..aduh…..jadi beneran pusing deh.

So, ketika Pilkada nanti, saya akan memilih sesuai dengan dorongan hati saja sambil berdoa banyak, semoga siapapun yang saya pilih, nantinya akan selalu ingat Tuhan. Karena ketika manusia mengingat Sang Pencipta, akan timbul rasa takut dan ketika takut maka perbuatan baiklah yang akan dipilihnya. Bener ga?…….

Semoga.

So, selamat memilih sang pemimpin daerah……..

 

Categories: Curtak

HS membuat Aryo PD…lagi

Tuesday, 1 April 2008 leunca Leave a comment

Homeschooling membantu Aryo memulihkan kepercayaan diri yang hampir terkoyak karena pergaulan sewaktu TK dulu. Yaaa……ternyata butuh waktu hampir 1 tahun dan benar-benar saya membiarkan Aryo bebas sebebasnya.

Menemukan apa yang benar-benar dia inginkan, bahkan membeiarkan dia marah jika tidak menyetujui apa yang saya katakan……wah, benar-benar ektra kerja keras.

Dan…. perlahan Aryo mulai menemukan bentuknya. Apa yang dia suka, apa yang dia mau dan apa yang tidak mau dia kerjakan.

Tadi pagi, tiba-tiba saja, Aryo berinisiatif menyapu teras depan dan depan pagar yang kotor oleh daun-daun kering yang berserakan…..rajin deh.

Katanya, “berarti nanti kalau bunda ga ada di rumah, mas Aryo bisa jadi pembantunya bunda”…..ha ha ha….pikiran yang sangat sangat sederhana.

Ya….ga salah juga kalau saya sering mencerewetinya tentang kebersihan……kata saya, “kalau jorok nanti istrinya berewokan”…..hi hi hi…ampuh loh…….

Dan tadi pagi Aryo berhasil menyapu lantai sampai bersih. Lalu katanya,”bun, kalau gitu nanti istrinya mas Aryo ga berewokan kan?”……..

Ha ha ha…..tertipu ya.

Eits, maaf ya…ini hanya salah satu trik untuk mengingatkan agar Aryo mau belajar bersih. Abisnya dia jorok banget sih…

 

Categories: Aryo