Enaknya makan permen kojek….itu tu permen bertangkai, permen bulat yang ada pegangannya…..itu mungkin yang ada di kepalanya. Lihat saja, Gilang baru pertama kali merasakan dan langsung pintar menghisap dan mengemutnya sambil memegang tangkainya. Lucu deh.
Gayanya yang “sok” anak laki-laki besar sambil berjalan miring kiri minring kanan, menunjukkan betapa bahagianya dia bisa seperti kakak-kakaknya, mas Aryo dan mas Bagus.
Sekarang pun kalau minum air putih, tutup gelas yang ada sedotannya Gilang buka dan dia minum seperti layaknya orang minum dari gelas…..minum langsung sampai airnya tumpah-tumpah kena baju dan celananya, banjir.
Kalau saya ambil tutupnya dan dipasangkan lagi, supaya Gilang minum dengan memakai sedotan, Gilang protes dan dibuka lagi. Biar susah, Gilang berusaha membukanya sampai akhirnya begitu tutupnya terbuka, air dalam gelas keluar dan membasahi semuanya…..pokoknya basah semua.
Tapi Gilang tidak lagi menangis seperti kemarin jika menumpahkan sesuatu. Kali ini Gilang hanya senyum-senyum lalu dilap sendiri dengan menggunakan bajunya atau tangannya. Jorok banget deh.
Tapi, kalau melihat kelincahannya dan keinginannya bisa bermain dengan kakak-kakaknya, saya jadi sering melupakan kalau Gilang tidak boleh terlalu cape.
Saya sendiri juga sering mengajaknya jalan-jalan, entah ke supermarket untuk belanja bulanan yang sampai akhirnya pulang harus malam-malam atau sekedar nengok neneknya naik angkot.
Biar panas atau gerimis, Gilang tetap bisa menikmati naik angkutan umum, duduk berdesak-desakan dengan penumpang lain, sampai Gilang akhirnya tertidur pulas di pangkuan saya, terjepit antara penumpang lain yang badannya lebih besar darinya, dan tidak peduli dengan macetnya jalan atau panasnya matahari yang ada tepat di atas kepala.
Bener-bener saya bersyukur pada Allah SWT.
Namun begitu, tetap saja saya mengingatkan bahwa saya harus bisa mengajarkan Gilang supaya dia bisa mengukur diri sendiri, dia boleh bermain sepuasnya, berjalan-jalan jauh ke luar kota atau beraktifitas seperti kakak-kakaknya, namun tetap dalam keadaan yang fit. Setahu saya, jika mempunyai penyakit jantung, kalau tidak salah, tidak boleh terlalu cape…….penyakit lain juga begitu kan?…..
Yaaaa……..saya tidak ingin terlalu mem-protek Gilang, namun juga tidak ingin terlalu membebaskan sebebas-bebasnya, saya tetap harus mengawasinya dan ada kontrol yang bisa menjaganya.
Yaaaaa……hope saya bisa ya. Mengingat Gilang adalah anak lai-laki.
Namanya juga anak laki-laki. Gilang sangat berani, kadang-kadang sulit jika dilarang oleh bundanya.
Tak berbeda jauh dari Aryo yang jika di cereweti oleh saya, balik cerewet bertanya dan kadang membalik kata-kata saya…..Aryo saat ini sering begitu pada saya.
Kalau saya memuji Gilang dan mengatakan Gilang hebat, Aryo protes dan bertanya, “mas Aryo hebat ga bun?” atau….”kapan mas Aryo dibilang hebat sama bunda?”…….walah walah…cemburu juga sama adiknya yang ini dan tidak mau kalah dengan adik-adiknya.
Dan Aryo juga sering membela Gilang sampai-sampai harus berantem dengan de Bagus ketika de Bagus mengambil mainan yang sedang dimainkan Gilang……atau bertengkar, adu mulut dan akhirnya bicara sekencang-kencangnya sampai kuping saya sakit……wuih…….
Ampun deh.
Kalau Gilang karena memang belum mengerti banyak, tetapi Aryo dan Bagus?…hem….yang paling besar sudah berumur 6 tahun dan yang satunya 4 tahun…….. namun gayanya seperti mengikuti Gilang……huih….bener-bener menguji kesabaran bundanya.
lain Aryo, lain lagi dengan Bagus. Umurnya memang 4 tahun tetapi gayanya tak jauh beda dengan Gilang. sepertinya dia sedikit cemburu pada satu-satunya adik kecil. Dia sering merebut mainan Gilang dan membuat Gilang menjerit lalu menangis……lain waktu, Gilang dan Bagus bisa ngobrol dengan bahasa mereka yang bikin saya tertawa. Bagus ini sangat mahir jika harus bergaya mengikuti orang lain atau iklan di TV……dan kalau dia mengikuti gaya bicara dan bahasanya Gilang, jadi deh mereka berdua ngobrol…he he he……seperti ngobrol sungguhan.
Aaaah ……..
Untuk itu saya sangat bersyukur, karena saya yang”tercantik” di antara suami dan anak-anak.
Eit….bukan hanya bersyukur karena saya paling cantik, tetapi karena saat ini saya merasa menjadi orang yang “beruntung”…..
Beruntung karena suami saya…..
Beruntung karena anak-anak saya…
Beruntung karena rasanya Allah SWT sudah memberikan banyak pada saya…
Hope saya selalu menjadi orang yang bersyukur dan tidak lupa “menginjak daratan”…alias lupa diri. Amit-amit deh…..