guru galak? jangan yaa….
Barusan banget saya ngobrol dengan aryo sebelum aryo tertidur pulas di sofa. Aryo ingin ngobrol banyak dengan saya setelah adik-adiknya, Bagus dan Gilang sudah lebih dulu bermimpi indah.
Dari ngobrolin alasan saya sering cerewet dan memarahinya jika Aryo cenderung mengacuhkan kata-kata saya atau mengatakan saya curang lah, saya pelit lah, atau,”gimana anaknya mau nurut kalau bunda marah-marah melulu” itu kata Aryo.
Bener juga ya, saya tiba-tiba jadi merenung. Akhirnya saya menyempatkan bicara panjang lebar dan memintanya mengerti.
Dari ngobrolin soal bundanya yang sangat cerewet dan gampang marah, tiba-tiba Aryo menyinggung guru barunya di EF.
“guru yang sekarang baik bunda. Ngajarnya pakai hati nurani. Suka becanda juga”
Kata Aryo sambil menggunting-gunting pita yang saya pakai untuk menyulam.
“loh, memangnya guru yang dulu gimana?”
“galak bunda. Kalau salah matanya melotot. Kan kalau lupa enggak apa-apa ya bunda?” lanjut Aryo lagi meminta persetujuan saya.
“trus temen mas Aryo ada yang dihukum disuruh push up sampai 500 kali, coret-coret meja, trus kan ga ngerti..eh, berapa ya….pokoknya sampai selesai belajar baru berhenti bunda”
Saya diam mendengarkan dan menyimaknya dengan seksama walau saya sibuk memegang jarum. Saya pura-pura konsentrasi dengan sulaman saya, padahal kuping saya bener-bener tidak ingin kehilangan setiap kata-kata Aryo.
Walau mungkin ada sedikit yang dia lebihkan tetapi ada satu yang menganggu saya.
“galak mana sama bunda. Bunda kan kalau ngajarin mas Aryo juga galak?”
“kalau bunda, salah sekali ga marah. Kalau sudah salah dua kali baru bunda marah.”
Ah, saya mikir banyak lagi.
Trus saya tanya lagi.
“guru yang baru ini gantiin yang lama?”
“kayaknya sementara deh bun”
Tapi, daripada saya kebanyakan mikir ga karuan, saat itu juga saya telp EF. Saat itu masih sekitar jam 7-an.
Awalnya sih saya hanya ingin tahu apakah gurunya Aryo yang baru hanya mengganti sementara saja. karena kalau sementara, gimana ya, saya agak keberatan kalau Aryo belajar bahasa Inggris harus di marahai karena ga tau, karena ga ngerti….ya, namanya juga baru belajar.
Kalau sampai Aryo mogok lalu ga mau lagi les bahasa Inggris…wah bisa bikin mumet nih.
Tetapi suara di seberang sana menyejukkan. Dan menerima cerita yang saya dengar dari Aryo.
“nanti saya sampaikan ke kepala sekolahnya, bu”
“mungkin mbak bisa cek yang lain dulu.”potong saya cepat.
“ya, gimana ya mbak, saya sih pengen kasih saran, pengennya Aryo belajar bahasa inggris have fun. Kalau terlalu galak, gimana ya….soalnya Aryo semangat banget les di EF nih”ungkap saya cepat membeberkan alasan-alasan saya.
Bla…bla….bla….bla….terus saya bicara dan sedikit bertanya-tanya.
Agak lumayan juga saya bicara, hampir berapi-api walau saya banyak menahan diri.
Karena saya tidak mau men-judge, siapa tahu gurunya memang memupnyai cara sendiri untuk menghukum anak murid, tetapi kalau belajar bahasa Inggris harus dimarah-marahi atau salah dikit di hukum fisik…aduh gimana ya..
Saya ingat, dulu pertama kali belajar bahasa inggris…biarpun gurunya sangat baik, lembut bahkan sabaaaaaaaar banget…tetep saja saya merasa dag dig dug….takut.
Solanya untuk pertama kalinya mengenal bahasa asing dan harus berani belajar mengucapkan, belum lagi salah-salah ucap yang bikin ketawa orang banyak karena kedengaran lucu…..wah, butuh perjuangan keras bagi saya untuk bisa menyukai sampai akhirnya menikmati belajar bahasa inggris.
Tetapi, alhamdulilah, dari SMP sampai SMA, semua guru bahasa Inggris saya adalah the best…..menyenangkan, memberikan banyak kemudahan dan membuat jam-jam belajar bahasa Inggris seperti sebuah petualangan. Sungguh.
Saya sih inginnya Aryo bisa menikmati seperti saya juga nikmatinya……bahasa Inggris itu menyenangkan dan jika bisa mengucapkan dengan benar sangat mengasyikkan.