Archive

Archive for January, 2008

guru galak? jangan yaa….

Monday, 28 January 2008 leunca Leave a comment

Barusan banget saya ngobrol dengan aryo sebelum aryo tertidur pulas di sofa. Aryo ingin ngobrol banyak dengan saya setelah adik-adiknya, Bagus dan Gilang sudah lebih dulu bermimpi indah.

Dari ngobrolin alasan saya sering cerewet dan memarahinya jika Aryo cenderung mengacuhkan kata-kata saya atau mengatakan saya curang lah, saya pelit lah, atau,”gimana anaknya mau nurut kalau bunda marah-marah melulu” itu kata Aryo.

Bener juga ya, saya tiba-tiba jadi merenung. Akhirnya saya menyempatkan bicara panjang lebar dan memintanya mengerti.

Dari ngobrolin soal bundanya yang sangat cerewet dan gampang marah, tiba-tiba Aryo menyinggung guru barunya di EF.

“guru yang sekarang baik bunda. Ngajarnya pakai hati nurani. Suka becanda juga”

Kata Aryo sambil menggunting-gunting pita yang saya pakai untuk menyulam.

“loh, memangnya guru yang dulu gimana?”

“galak bunda. Kalau salah matanya melotot. Kan kalau lupa enggak apa-apa ya bunda?” lanjut Aryo lagi meminta persetujuan saya.

“trus temen mas Aryo ada yang dihukum disuruh push up sampai 500 kali, coret-coret meja, trus kan ga ngerti..eh, berapa ya….pokoknya sampai selesai belajar baru berhenti bunda”

Saya diam mendengarkan dan menyimaknya dengan seksama walau saya sibuk memegang jarum. Saya pura-pura konsentrasi dengan sulaman saya, padahal kuping saya bener-bener tidak ingin kehilangan setiap kata-kata Aryo.

Walau mungkin ada sedikit yang dia lebihkan tetapi ada satu yang menganggu saya.

“galak mana sama bunda. Bunda kan kalau ngajarin mas Aryo juga galak?”

“kalau bunda, salah sekali ga marah. Kalau sudah salah dua kali baru bunda marah.”

Ah, saya mikir banyak lagi.

Trus saya tanya lagi.

“guru yang baru ini gantiin yang lama?”

“kayaknya sementara deh bun”

Tapi, daripada saya kebanyakan mikir ga karuan, saat itu juga saya telp EF. Saat itu masih sekitar jam 7-an.

Awalnya sih saya hanya ingin tahu apakah gurunya Aryo yang baru hanya mengganti sementara saja. karena kalau sementara, gimana ya, saya agak keberatan kalau Aryo belajar bahasa Inggris harus di marahai karena ga tau, karena ga ngerti….ya, namanya juga baru belajar.

Kalau sampai Aryo mogok lalu ga mau lagi les bahasa Inggris…wah bisa bikin mumet nih.

Tetapi suara di seberang sana menyejukkan. Dan menerima cerita yang saya dengar dari Aryo.

“nanti saya sampaikan ke kepala sekolahnya, bu”

“mungkin mbak bisa cek yang lain dulu.”potong saya cepat.

“ya, gimana ya mbak, saya sih pengen kasih saran, pengennya Aryo belajar bahasa inggris  have fun. Kalau terlalu galak, gimana ya….soalnya Aryo semangat banget les di EF nih”ungkap saya cepat membeberkan alasan-alasan saya.

Bla…bla….bla….bla….terus saya bicara dan sedikit bertanya-tanya.

Agak lumayan juga saya bicara, hampir berapi-api walau saya banyak menahan diri.

Karena saya tidak mau men-judge, siapa tahu gurunya memang memupnyai cara sendiri untuk menghukum anak murid, tetapi kalau belajar bahasa Inggris harus dimarah-marahi atau salah dikit di hukum fisik…aduh gimana ya..

Saya ingat, dulu pertama kali belajar bahasa inggris…biarpun gurunya sangat baik, lembut bahkan sabaaaaaaaar banget…tetep saja saya merasa dag dig dug….takut.

Solanya untuk pertama kalinya mengenal bahasa asing dan harus berani belajar mengucapkan, belum lagi salah-salah ucap yang bikin ketawa orang banyak karena kedengaran lucu…..wah, butuh perjuangan keras bagi saya untuk bisa menyukai sampai akhirnya menikmati belajar bahasa inggris.

Tetapi, alhamdulilah, dari SMP sampai SMA, semua guru bahasa Inggris saya adalah the best…..menyenangkan, memberikan banyak kemudahan dan membuat jam-jam belajar bahasa Inggris seperti sebuah petualangan. Sungguh.

Saya sih inginnya Aryo bisa menikmati seperti saya juga nikmatinya……bahasa Inggris itu menyenangkan dan jika bisa mengucapkan dengan benar sangat mengasyikkan.

Categories: Aryo

you were there

Friday, 25 January 2008 leunca 1 comment

And you were there

You were everything I’d never see

You wake me up from this long and empty sleep

I was alone

I open my eyes

And you were there

  

Ada saat-saat ketika saya hanya melihat ke dalam kesedihan dan kesendirian saya, namun saat itu saya justru bisa menyadari kehadirannya dalam hati saya dan memberikan kehangatan bagi saya.

Mungkin gombal jika saya mengatakan, bahwa karenanya lah saya mampu untuk bangkit dan berdiri,

melupakan masa-masa lalu yang sering membuat saya berputar-putar dalam lingkaran setan karena cinta…..

Saya mampu melepaskan ikatan yang membelenggu saya,

yang menarik-narik saya masuk ke dalam…

semakin dalam…..dan dalam…….

dalam kesedihan yang saya ciptakan sendiri sebagai tameng.

Dia juga yang mampu membuat saya melihat satu jalan terang dan meraih kembali impian yang nyaris saya lepaskan begitu saja.

Saat saya begitu sendiri, saya bisa merasakan kehadirannya dalam hati saya

Walau kata-katanya bukan kata yang indah dan romantis…..namun itu adalah cambuk bagi saya untuk bangkit.

Dan membuai saya akan indahnya sebuah cita-cita dan masa depan.

Akhirnya, inilah saya.

Di hari ulang tahun saya yang ke-32 tahun, 23 januari lalu….patut saya ucapkan terima kasih yang dalam baginya.

Selain mami, bapak saya dan tiga jagoan kecil saya, satu lagi yang berharga ada dalam periuk cinta saya.

And…….you were there…………

I love you so much……

 

Categories: Curhat

thanks Terminix!

Monday, 21 January 2008 leunca Leave a comment

Rasanya lega juga setelah pemeriksaan rutin dari Terminix untuk yang ke-enam kali, kalau saya tidak salah hitung, akhirnya rayap di rumah saya “bersih”……

Setelah dipasangi umpan berupa tissue yang diberi zat yang membuat rayap keracuanan, itu menurut saya, akhirnya rayapnya bener-bener menghilang dari rumah saya.

Aduh……leganya. Senang deh saya.

Saya bisa beres-beres lagi dan merapikan semua barang yang saya simpan dalam kardus yang bertumpuk-tumpuk berantakan, sekarang bisa dirapikan kembali dan “disembunyikan”…….

Pokoknya, saya lega deh ga ada lagi yang namanya pemakan kayu dan kertas, dan untuk beberapa saat saya patut berlega hati karena sekarang saya tidak perlu lagi khawatir dan deg-degan mau menyimpan barang-barang saya dalam kardus.

Kemarin-kemarin, saya pasti selalu mencek ulang dengan bongkar pasang barang yang saya simpan dalam kardus, yang tersimpan di bawah tangga.

Yaaa……mudah-mudahan rumah bisa benar-benar terbebas dari rayap ya……walau saya termasuk orang yang ingin menjadi manusia baik hati dan tidak sombong jika ada yang “menginap” di rumah tetapi jika rayap ini yang akan ikut tinggal dalam rumah, gimana ya?…….

Rasanya saya agak berat deh, bukannya tidak mau menjamu tamu yang datang tetapi….nanti abis dong rumah saya. Bener kan?…….he he he, jahat ya……

Tetapi sekarang saya merasa sangat senang dan tinggal merencanakan apa yang akan saya lakukan dengan kayu-kayu yang sebagian sudah termakan rayap, mengingat biaya untuk membongkar tidak murah.

Ya, sabar aja kali……..Dan, jangan lupa, bersyukur juga.

Thanks Terminix.

Categories: Curcur

hobi membuat awet?

Monday, 21 January 2008 leunca Leave a comment

Suami sering mengatakan pada saya, “bun, kita harus punya hobi yang sama. Katanya kalau orang yang menikah awet karena mempunyai kesukaan yang sama”……

Yaaa, saya sih oke aja. Tetapi, kira-kira apa ya?…….

Dicari- cari, saya malah tambah bingung dan agak panik juga. Kalau saya dan suami tidak memiliki kesukaan atau hobi yang sama, apakah saya dan suami awet?….aduh jadi mules saya kalau saya belum menemukan hal yang sama yang membuat saya dan suami jadi bertambah kompak.

Apa ya?…..terus saya bertanya dalam hati.

Kira-kira apa ya yang saya dan suami suka atau hobi apa yang bisa dilakukan bersama dengan suami, terus saya cari-cari. Sampai sekarang juga saya masih suka memikirkan ini, kalau lagi sedang diam….

Eh, ada beberapa yang terlintas di otak saya. Bagaimana kalau,

…..Main game di komputer…….saya suka tetapi tidak menggilai seperti suami saya yang bisa bertahan di depan komputer sampai berjam-jam, dari pagi sampai malam……tolong deh, mata saya tidak akan tahan karena saya memakai kaca mata yang ber-silindris……….jadi tidak akan tahan dengan sinar dari monitornya……

Atau,……. jalan-jalan alias traveling. Saya sangat suka ini, begitu juga dengan suami. Tetapi semenjak putra terkecil mempunyai kelainan jantung, saya agak mengerem kebiasaan saya dan suami yang hobi jalan ke mana saja. Apalagi uangnya habis untuk biaya berobat dan rumah….wah, wah, nanti dulu deh. Ada yang lebih di prioritaskan saat ini.

Kalau nonton di bioskop…wah, ini juga saya dan suami suka. Awalnya saya tidak suka, eh…bukan ga suka sih tetapi karena dulu saya tidak punya banyak uang lebih untuk nonton di bioskop…he he he…..maklum, masih mengandalkan pemberian ortu.

Nah untuk nonton di bioskop ini sekarang, setelah saya memiliki anak, saya malah sudah jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah lagi pergi ke bioskop. Ya….baru dua kali saya mengajak anak nonton di bioskop bersama suami. Tetapi ya, namanya anak-anak, bukannya nonton malah pindah tidur……jadinya ga tenang nontonnya……kurang bisa menikmati karena menahan berat anak di pangkuan saya, pegel-pegel deh.

Belum lagi kalau bosan, tarik-tarik tangan minta keluar sementara filmnya belum selesai. Sayang kan, bayar mahal-mahal  hanya nonton sebentar…….yaaaa, gimana ya?…..

Tetapi ada satu sebenarnya yang membuat saya dan suami nyambung. Kami sama sama suka musik. Sama-sama suka musik jazz dan sama-sama bisa menikmati musik.

Bahkan tak jarang suami dan anak-anak berjoget bersama di rumah dan saya merekamnya dengan kamera……wah, seneng deh. Apalagi mendengar anak-anak menjerit saking senangnya dan tertawa-tawa karena goyang ayahnya yang kocak……

Jadi, saya pikir untuk apa susah-susah mencari hobi yang membuat saya dan suami kompak…toh, alhamdulilah saya dan suami bisa nyambung kalau bicara soal isu dan berita-berita yang sedang hangat dibicarakan. Sebenarnya saya sih yang banyak bertanya-tanya pada suami, maklum, suami saya kan wartawan apalagi suami setiap pagi selalu menyempatkan baca koran…..pastinya pengetahuannya lebih dong di banding saya yang baca koran hanya seminggu sekali, itupun kalau sempat atau kalau ada berita yang membuat saya ingin tahu…….atau gosip?…ya, sedikit lah.

  

Categories: Curcur

lagu untuk ayah

Friday, 18 January 2008 leunca Leave a comment

 

Pernah dengar lagunya GIGI yang baru?…..

Yang 11 Januari itu?……

Yang membuai perasaan dengan kata-katanya yang sederhana………

Aaah……

Telah membuat saya menitikkan air mata.

Entah kenapa saya jadi mengingat banyak hal yang telah saya lalui

bersama suami saya selama saya menikah dengannya, selama 7 tahun ini

saya melalui susah dan senangnya hari yang telah saya lalui.

Dari hari-hari yang saya lalui dengan menangis dan hari yang saya habiskan dengan tertawa, sampai hari-hari yang saya lewati dengan berjalan disampingnya, menggenggam erat tangannya, bersisian dengannya.

 

Untuk ayah,…….

“sungguh yah, lagu ini ingin bunda persembahkan bagi ayah.

Betapa selama ini bunda belajar banyak dari ayah, belajar mencintai tanpa berharap dicintai, belajar memberi tanpa memikirkan menerima, belajar untuk banyak berbagi dan mencintai orang-orang yang ada di sekitar bunda, menjadikan kekurangan sebagai kelebihan, menyisihkan ego bunda, belajar menerima orang lain seutuhnya tanpa menilai, dan belajar mencintai dan menyayangi orang-orang yang ayah cintai….

walau kadang bunda kecewa dan menangis karena ayah tetapi sesungguhnya bunda sangat menyayangi ayah…..karena bunda akhirnya tahu apa yang ayah inginkan, apa yang ayah pikirkan dan apa yang ingin ayah sembunyikan dari bunda…

semuanya karena ayah menyayangi bunda dan tidak ingin membuat bunda bersedih. Apa yang bisa bunda berika pada ayah, sementara ayah sudah memberikan seluruh isi dunia di hadapan bunda…..

ayah, terima kasih ya. Bunda bisa menjadi seperti ini karena bimbingan dan ilmu yang sudah banyak ayah bagi selama ini…..

ayah adalah guru yang paling hebat bagi bunda.

Bunda sayang ayah. Amat sangat….”

 

Dan…..dengerin lagunya GIGI ya……it’s for you, my man.

  

 

Categories: Curhat

Aryo bikin saya bt abis

Wednesday, 16 January 2008 leunca Leave a comment

Aduh gila deh……bukan gila beneran tetapi lebih karena saya merasa takjub sekaligus malu.

Aryo, sekarang kalau saya marahi pasti menjawab dan memakai kata-kata saya sebagai jawaban…..aduh…bikin saya bt, tambah marah sekaligus malu.

Saya jadi bercermin banyak dan malu sendiri…..senjata makan tuan….

Atau sambil menangis bertanya, “apa salah mas Aryo?”…….

Saya kalau ga tambah marah ya, diam seribu bahasa…..ga tau mau ngomong apa. Bingung.

Atau gaya bicaranya “bossi” like ayahnya…..aduh mak, kalau dengernya kadang bikin saya marah (kalau saya lagi bad mood) atau saya tertawa menertawakan gayanya (kalau saya lagi enak hati)……..pokoknya, kalau meminta sesuatu pada saya,  Aryo memintanya percis sama seperti ayahnya meminta sesuatu pada saya….like father like son, kata suami saya.

Wah, kalau sudah begini, saya harus banyak menjaga ucapan saya dan mulut saya lebih extra hati-hati lagi. Karena ternyata gaya bicara saya ditiru abis oleh Aryo.

Saya jadi khawatir, karena biasanya saya sering ngobrol “agak” akrab dengan tukang jualan langganan saya, ngobrolin apa saja atau sekedar bertanya basa-basi,….gimana kalau Aryo meniru juga.

Aryo masih terlalu kecil kan untuk berakrab-akrab dengan orang dewasa yang tidak dikenal dekat dan Aryo belum mengerti batasannya apa.

Wah…..ini pekerjaan rumah untuk saya dan suami……

Jadi, kalau saya bt sebaiknya saya banyak tersenyum mungkin ya, cermin untuk saya. Lucu juga ya mendengar omongan sendiri dari mulut orang lain, apalagi anak sendiri….harusnya saya malu kan?……

Categories: Aryo