Archive

Archive for November, 2007

my husband oh my husband

Thursday, 29 November 2007 leunca Leave a comment

Tadi malam suami curhat pada saya,…katanya dia merasa cerita tentangnya di blog ini terlalu bagus…..dan suami takut jika ada temannya yang membaca lalu mengetahui si pemeran utama dalam sebagian besar curhat saya ini adalah dia……..suami akan merasa malu sekali.

Ga nyangka ya, laki-laki super cuek ini bisa malu juga…..he he he….

Katanya lagi,”kok sepertinya ayah bagus banget dan hebat banget, padahal kan tidak seperti itu”…

Loh, bagus dong kalau suami saya merasa tidak hebat, tidak sehebat yang saya tulis dalam blog, merasa masih memiliki banyak kekurangan……bagus kan?

Kalau merasa paling hebat karena bisa ini dan itu, merasa paling pintar dan orang lain bodoh, merasa paling ngerti segala hal, merasa paling benar jika bicara,…..ah, pokoknya merasa yang serba paling deh……..pasti nyebelin banget kan?……..

Alhamdulillah suami saya tidak begitu…walau sering marahin saya juga kalau telat makan…eh, ga nyambung ya?…………

Beliau….he he he, seperti orang tua aja ya?…..saya sebut beliau aja deh, yaaa…….

Beliau ini adalah salah seorang yang saya hormati dari sedikit orang yang saya hormati selain orang tua tentunya….so…..begini…..beliau ini cenderung low profile.

Kemana-mana bisa lo hanya memakai kaos belel dan celana sedengkul, kadang pake sendal, kadang pake sepatu yang sudah dipakai berkali-kali sampai kelihatan “agak usang”…….cuek banget.

Tetapi saya salut, beliau ini sangat percaya diri.

Kadang saya suka mengingatkan juga untuk berpakaian yang “benar”….tetapi benarnya saya tidak sama dengan benarnya beliau ini.

Menurut beliau, asal bersih, sopan dan celana sedengkul bisa dipakai sholat, ya pasti nyaman-nyaman aja. Perkara mau dipandang sebelah mata oleh orang lain karena penampilan kita, terserah orang lain aja. “Udah biasa” katanya, “ga dihormati orang juga ga apa-apa. Udah sering”……….

Tapi bener deh, cueknya itu membuat saya menjadi nyaman juga, karena saya juga lebih suka tampil cuek……kalau saya terlihat cantik malah jadi malu, takut diliatin oarang…..he he, sok cantik ya?…(padahal ga PD aja mau dandan)

Dan juga bukan karena menjadi lebih tenang karena dijamin tidak ada perempuan-perempuan yang akan menggoda…bukan itu, tetapi karena saya suka apa adanya suami saya ini……tidak berlebihan dan tidak sok pamer.

Eh, tapi jangan salah ya….biar beliau ini penampilannya terkesan seadanya, tetapi saya melihat gaya dan pembawaannya bisa membuat orang melirik padanya.

Mungkin  awalnya sekedar ingin tahu tetapi jika dipandangi lebih lama……aaah, ternyata ganteng juga ya pria yang satu ini, itu pasti yang ada dipikiran orang yang melihatnya……he he he he, saya sok tahu ya?…

Loh, kalau diibaratkan, suami saya ini seperti mutiara, biar ada dalam lumpur yang kotor banget…tetap aja mutiara yang bisa berkilau-kilau dengan indahnya…….ga berubah.

Duh, yang baca ini pasti panas banget mukanya deh…….

Bisa-bisanya saya memuji abis-abisan suami sendiri dan kelihatannya bangga banget ya?…..

Boleh kan bangga pada suami sendiri?……masa harus bangga pada suami orang,…..amit-amit deh…..jauhin, jauhin…itu kata orang tua dulu.

Yaaaa, saya sih ingin menerima suami saya ini lengkap dalam satu paket besar, yang bagus-bagusnya juga yang jelek-jeleknya.

Seperti buah mangga tu…sekarang lagi musim mangga kan dan banyak banget yang jual 3 kg sepuluh ribu aja tapi ga pake milih alias terserah si mamangnya yang pilih….

Sebelnya, kadang si mamang ini suka usil, masukin yang ga mulus walau banyak juga yang bagus dan manis.

Nah, kalau sudah beli…harus terima dong kalau ada yang ga mulus atau ada yang busuk-busuknya sedikit……yang penting kan bisa dimakan dan ga rugi-rugi banget.

Sama seperti suami saya ini…..walau suami saya hebat dan memiliki banyak kelebihannya tetapi ada juga kekurangannya (tapi biar saya aja yang tau yaaa..). dan saya harus belajar menerima semua ini.

Bukankah tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini?…….

Ada yang kaya dan baik hati tetapi mungkin kurang jujur.

Ada yang baik dan sayang pada semua orang tetapi tidak kaya, gaji kecil, pas-pasan untuk satu bulan.

Ada yang biasa-biasa saja tapi kariernya bagus banget.

Ada yang kaya raya tapi ga punya anak, sampai usaha kesana kemari teteup ga bisa hamil, misalnya.

Ada aja kan kurangnya?…manusia gitu loh.

Karena itu saya sih belajar untuk banyak bersyukur, alhamdulilah punya rumah sendiri walau belum lunas, he he he…..

Walau gaji suami ga gede-gede banget tapi alhamdulialah cukup untuk kebutuhan kami setiap hari…..masih bisa makan, ke Dokter kalau sakit, beli susu coklat kesukaan anak-anak, jalan-jalan sambil negok saudara….wah, alhamdulilah banget deh.

Oh ya……..suami saya jangan disamakan dengan harga mangganya ya….sekarang kan lagi murah-murah dan ada dimana-mana, di pasar, di pinggir jalan…..

Suami saya berbeda, selain mahal juga termasuk barang langka…maksudnya?……. ya suami saya ini the only one dong, satu-satunya.

Bukankah manusia ga ada yang sama, karena otaknya juga beda-beda ukurannya. Bener kan?…..

So, maap ya kalau ada yang tersinggung baca cerita saya ini atau menjadi sedih karenanya….mohon maap.

Untuk suami saya, maap juga ya kalau ada salah-salah kata……ga ada maksud apa-apa kok. Percaya yaaaaa…..

“mungkin setelah baca ini ayah bisa tersenyum lebar. Bunda sayang ayah apa adanya”………

I love you.

Categories: Curcur

singing my song

Wednesday, 28 November 2007 leunca Leave a comment

Ada berapa banyak lagu yang bisa membuat Anda mengingat masa lalu ketika Anda mendengarnya?

Kalau saya sih punya banyak dan lagu-lagu itu mampu menghadirkan gambar-gambar masa lalu saya seperti memutar kembali film lama…..lengkap dengan perasaan yang saya rasakan, sampai-sampai saya sering menangis….karena biasanya saya cengeng, kalau seneng menangis dan kalau sedih, apalagi……sampai sesegukan deh…….

Jika mendengar lagu Chrisye dari jaman saya sekolah di SD, SMP sampai saya kuliah, masing-masing ada loh yang membuat saya mengingat kembali masa-masa itu.

Tetapi saya tidak bisa mengingat bahwa lagu ini mengingatkan saya pada ini atau lagu itu mengingatkan saya pada itu…….setelah mendengar musiknya, barulah saya merasa seolah terbawa mundur ke tahun-tahun belakang.

Karena itu jika saya kangen (Alm) Bapak, saya kadang mendengar lagu Mawar Merah-nya Chrisye ini………dijamin saya akan langsung menangis dan menyadari bahwa saya tidak akan pernah bisa melihat Bapak lagi, ngobrol dengan Bapak lagi atau sekedar mendengar cerita tentang kota Bogor yang sangat Bapak cintai dan Bapak banggakan.

Atau mendengar lagu Untukku-Chrisye……lagi-lagi lagu Chrisye……akan membuat saya ingat ternyata ada juga ya yang sayang sama saya……deeee, siapa lagi kalau bukan suami saya…..pastinya dong.

Agak nekat juga sih sebenarnya ketika memutuskan akan menikah dengan seorang laki-laki biasa, yang sekarang menjadi suami saya ini…..

Dan siapa yang tahu ternyata laki-laki biasa itu menjadi sangat luar biasa ketika saya mengetahui kebiasaannya…..hebat banget deh.

Selalu mendorong saya untuk mau berusaha dan tidak takut malu selagi benar, mendorong dengan keras supaya saya tidak minder berhadapan dengan orang lain, selalu mengatakan bahwa saya cantik, padahal sesungguhnya saya tidak cantik…..dan ada banyak lagi….hal-hal yang menakjubkan bagi saya.

Suami saya ini adalah seorang pekerja keras……kalau sudah melihat begini, saya sering bersedih karena saya tidak bisa membantunya banyak selain memasakkan sesuatu yang suami suka….apa aja untuk menemaninya mengetik semalaman. Hebat yaaa…….

Semuanya membuat kekaguman saya bertambah dan setiap hari makin bersyukur bahwa saya menyayangi orang yang tepat……

Walaupun, sejujurnya di awal pernikahan, saya sering menangis sendirian karena kesal, sulit bicara dengannya, dia yang egois dan mau menangnya sendiri, tidak banyak bicara dan senangnya di depan komputer, kalau tidak main game ya….internet…pokoknya asyik sendiri…dan saya dianggurin…….kalau anggur sih enak, kalau di-anggur-in ga enak karena dianggurin artinya dicuekin……he he, itu bahasa mami saya.

Ya itulah…..setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Begitu juga dengan suami saya ini…….Dalam satu hari bisa membuat saya menangis dan tertawa.

Categories: Curhat

bt pada seseorang?…iya

Wednesday, 28 November 2007 leunca Leave a comment

Pernah ga sih ngerasa bt dan sebel sama seseorang tetapi tidak bisa mengeluarkannya karena sopan santun atau apa ya…….rasa hormat. Pernah?….

Saya bingung jika berhadapan dengan seseorang ini, sering banget saya merasa tersinggung tiba-tiba karena ada kata-kata atau gayanya yang kurang pas dan bikin saya merasa, gimana gitu….

Pernah saya cerita pada suami dan kata suami saya,”yaaa beda chemistry bun”….maksudnya?…….

Mungkin bawaan aja kali ya saya jadi sebel pada seseorang ini….atau pertama kali ketemu langsung ada yang ga sreg…..atau baru ketemu sudah bikin gara-gara alias bicara yang bikin sakit hati….atau, apa ya?….Ga ngerti deh.

Saya sudah mencoba menerima gaya bicaranya atau kelakuannya yang kadang bikin kepala saya geleng-geleng karena ga setuju…tapi, teteup aja saya masih kurang lapang menerima seseorang ini seutuhnya, kelebihan plus kekurangannya.

Ada aja yang suka membuat saya jadi termenung lama banget dan menahan diri, untuk tidak memasukkan dalam hati atau marah.

Jadinya…ya, bt deh…..

Bener deh, saya mencoba belajar dan berpikir, setiap orang itu beda-beda. Anak-anak saya aja beda-beda walau keluar dari raghim yang sama dan campurannya juga sama…teteup aja, ada yang bikin mereka berbeda satu sama lain.

Yang paling besar, egois banget tapi mandiri.

Yang kedua, perasa dan kalau marah senangnya teriak dan nangis sekencang-kencanngnya sampai kuping saya sakit….apalagi kalau menginginkan sesuatu…wuih, harus tahan dengar rengekannya.

Yang bungsu, manja sekali dan agak pemalu. Tapi jika menginginkan sesuatu sama seperti kakaknya, kekeuh tunjuk terus apa yang dia minta…..ampun deh.

Yaaa….namanya juga manusia yang punya otak sendiri-sendiri……jadi apa yang dipikir ga sama. Bener ga?…

Jadi gimana nih dengan saya yang tidak bisa meng-eliminasi ke-bt-an saya ini pada seseorang itu…….harus bagaimana ya?

Aha……berdoa dan berdoa dan ……..

Aha saya tahu, saya juga punya kekurangan dan ga jarang bikin banyak orang bt karena sifat dan gaya saya. So, saya harus menerima dan memahami supaya saya juga bisa diterima dan dipahami orang lain. Bener ya?…

Yaaaa….baiklah…….akan saya usahakan.

Tapi bener deh, begitu ketemu kok usaha saya jadi sia-sia ya…….

Kudu gimana atuh?…..

Categories: Curcur

aduh….maag saya kambuh

Wednesday, 28 November 2007 leunca Leave a comment

Kemarin malam beberapa hari lalu, saya merasakan sakit maag yang sangat mengangetkan.

Perut terasa kencang, seperti kram perut saya dan BAB cair terus menerus sebanyak 5 sampai 6 kali. Baru kali ini saya mengalami maag kambuh tetapi merasakan mulas yang amat sangat seperti mau melahirkan……hiiiiii

Biarpun sudah meminum obat maag yang selalu saya simpan mengingat karena saya memang mempunyai sakit maag akut, sakit yang saya rasakan tak juga reda. Makin malam makin menjadi dan membuat saya terjaga semalaman.

Jam 2 lewat 30 menit dini hari saya memutuskan untuk ke rumah sakit dan akhirnya saya masuk IGD (Instalasi Gawat Darurat).

Awalnya saya pikir saya akan dirawat karena tubuh rasanya lemas dan BAB tak jua berhenti. Mual yang mengocok-ngocok perut saya masih bisa saya tahan, tetapi begitu perut mulas tanpa bisa saya kontrol saya sudah mencret di celana…..waduh waduh……malu pada anak saya….

Begitu saya masuk ruang IGD saya masih bisa berjalan tegak walau perut terasa sakit sekali. Bahkan ketika dokter datang memeriksa, saya masih bisa senyum-senyum walau perut sakit dan sedikit mual. Tetapi karena saya malu, yaaaa saya tahan deh…..

Alhamdulilah, begitu obat untuk maag dan mulas disuntikkan melalui selang kecil yang dipasangkan di lengan, saya merasakan jauh lebih enak.

Tetapi ketika saya memutuskan untuk pulang dan duduk di depan apotik menunggu obat, kok sakitnya datang lagi dan mulas terus menerus.

Khawatir saya harus dirawat, saya tahan saja……tahan terus sambil berdoa tidak BAB lagi.

Begitu obat ada di tangan saya, langsung saya minum tanpa makan dulu. Masih jam 4 pagi dan saya tak menemukan satu tempatpun yang menjual makanan matang atau makanan kecil,seperti biskuit atau roti.

Satu jam mulasnya belum hilang juga, masih bergejolak. Dua jam masih terasa, 3 jam mulas lagi.

Sore menjelang malam perut saya baru terasa enak dan lebih nyaman.

Aduh……biar saya meng-aduh aduh karena perut saya sakit, saya masih bisa memikirkan bahwa ini pengalaman yang mengajarkan saya banyak hal. Salah satunya adalah…………positif thinking dan kekuatan pikiran.

Dengan berpikir positif bahwa saya akan sembuh dan terus berpikir bahwa saya akan sembuh karena obat yang saya minum akan bekerja baik dalam tubuh saya, akhirnya saya bisa melewati saat-saat yang tidak mengenakkan.

Bagi saya, sakit maag ini adalah warning bagi saya untuk menjaga makanan dan pola makan saya yang sering telat-telat, mulur dari jam makan saya yang sudah fix……maklum sibuk…

Terima kasih untuk suami saya karena kalau saya telat makan, suami saya ini akan super galak dan berkata-kata yang bikin kuping saya panas. Tetapi saya tahu kok maksudnya baik. So, makasih ya sayang…..I love you…..

Categories: Curtak

Jak Jazz……oooh Jak Jazz

Wednesday, 28 November 2007 leunca Leave a comment

Jak Jazz bagi saya adalah kenangan. Jak Jazz adalah satu penghelatan musik yang keren abiz yang harus saya tonton…..sebenarnya.
Tetapi sayang,……Jak Jazz tahun 1994 ternyata adalah pertama kali saya tonton dan yang terakhir…….kasian ya?…..
Mendengar kata Jak Jazz ini sering membuat saya terngiang-ngiang jaman dulu…he he he….. dulu banget, saya dan suami pertama kali kenal dan jalan bareng yaaaa…nonton Jak Jazz.
Waktu itu saya sendirian dan suami dengan teman-temannya, sekitar 3 orang. Sengaja naik bis dari Bogor rame-rame hanya untuk nonton pagelaran musik ini……….kesan pertama yang tidak pernah saya lupakan, ya nonton musik dan ketemu suami pertama kali…..keren abiz.
Semenjak itu, udah deh…..saya absen nonton Jak Jazz sampai yang terakhir kemarin, 23-24 november 2007……aduh, duh,…..Jak Jazz oh Jak Jazz.
Hu hu hu hu……sebenarnya saya sangat-sangat menyesal melewatkan acara ini begitu saja, memang sedih sih tapi mau gimana lagi yaa? Harusnya kan biasa aja ya, ga perlu sedih tapi….…ya memang sedih. Hu hu hu hu hu…..
But alias tetapi, saya masih bisa melihat liputannya di tv dan membaca beritanya di koran, lumayan juga bisa memuaskan keingintahuan saya siapa bintang tamunya.
Saya memang suka musik. Bagi saya menonton live musik memberikan satu hiburan tersendiri bagi saya pribadi.
Saya pernah menonton konser George Benson dan konser Al Jarreau is Back di Jakarta, bersama suami saya juga, dan saat itu kami belum menikah.
Mungkin ini ya salah satu alasan saya menikah dengan suami saya yang sekarang ini, pria hebat yang biarpun pendiam (kesan pertama saya) ternyata menyukai musik.
Yaaaaa….bisa dikatakan kami memiliki satu kesamaan diantara banyak perbedaan. Bagi saya ini cukup untuk bisa mengenal pribadinya yang cenderung tertutup. Saat itu.
Saya sering guyon meminta suami mengajak saya nonton Jak Jazz ini.
“nontonnya malam bun”
“ya ga apa-apa ayah”
“Aryo gimana, diajak juga?”
“iya, ga apa-apa kan?”
Ketika itu jagoan saya masih satu dan Aryo masih kecil, ini alasan yang paling kuat sampai kami berdua melewatkan Jak Jazz dengan lapang dada……hu hu hu hu hu
Lalu ajang di tahun berikutnya, lagi-lagi saya dan suami absen juga.
Tetapi saya pernah mengatakan,”kalau ayah mau nonton Jak Jazz setelah pulang dari kantor, silahkan aja…..nanti ayah cerita yaa”
Eh, teteup aja suami tidak mau. Karena suami tahu saya juga menginginkan, ga adil jika suami menonton sendiri. Apalagi nonton Jak Jazz ini termasuk tidak murah.
Hebat ya suami saya ini….demi istrinya, dia rela mengorbankan keinginannya hanya karena tidak mau membuat saya bersedih sendirian….hu hu hu hu
Kan kalau sedih bareng-bareng ga kerasa ya?….
Jadi, ya…..insyaAllah tahun depan atau kalau ada kesempatan, insyaAllah saya dan suami bisa nonton yang namanya Jak Jazz ini dengan membawa ketiga jagoan kecil kami.
Dan kami bisa menunjukkan pada anak-anak,
Ini lo yang namanya nonton konser musik…
Ini lo yang namanya musik jazz…
Ini loh enaknya naonton live musik, bisa joget-joget…..
Ini lo musik yang banyak improvisasinya dan para pemain musiknya ga kalah asyiknya bergoyang…
Ini loh acara dimana bunda dan ayah ketemu pertama kalinya……aaaaah
Keren abiz kan?

Categories: Curhat

Alasan saya memilih sekolah rumah

Tuesday, 27 November 2007 leunca Leave a comment

Saya tidak tahu apakah jika saya memilihkan home schooling atau belajar di rumah bagi anak saya adalah suatu pemaksaan keinginan saya sebagai ibunya?

Saya tidak pernah berpikir kearah sana sampai pada suatu sore saya berbincang dengan seorang ibu yang memiliki 3 gadis, anak bungsunya sudah duduk di bangku sma, membicarakan mengenai pilihan saya untuk mengajar sendiri anak saya dengan berbekal ilmu yang saya dapat sewaktu menjadi guru privat ketika saya masih kuliah di AKA Bogor.

Terus terang ketika saya menjelaskan hanya bungkusnya saja, apa yang saya lakukan atau alasan memilih belajar dirumah, saya dan ibu tadi berada di dua kutub.

Saya adalah generasi ibu muda dan beliau adalah generasi ibu yang sudah mapan karena 2 anak gadisnya yang sudah bekerja. Bisa dibayangkan, perbedaan pendapat yang ada di antara saya dan beliau?

Apa yang saya pikir ketika saya dan suami memutuskan untuk “menyekolahkan” anak terbesar saya di rumah karena saya dan suami ingin mengenalkan sebanyak mungkin hal-hal di sekeliling kita, tidak membatasi cara pandangnya. Mengajaknya mencoba banyak hal atau terbiasa berinteraksi dengan orang-orang berbagai usia..

Salah satu cara yang saya pilih adalah dengan mengajaknya berjualan.

Sabtu dan minggu pagi, saya dan suami dengan Aryo dan 2 adiknya berjualan majalah di pasar kaget dadakan yang mengelilingi air mancur di Perumahan Yasmin Bogor, tidak jauh dari rumah. Dengan berjalan kaki sekitar 15 sampai 20 menit. Lumayan dekat kan?

Alasan saya sih sederhana saja, ingin mengenalkan bagaimana rasanya berjualan.

“Semua pekerjaan asalkan dilakukan dengan baik dan halal, tidak membohongi orang lain dan selagi tidak merugikan orang, sah-sah saja dilakukan dan tidak perlu malu” kata saya menjelaskan pada Aryo.

Selain ingin mengenalkan, saya melihat ini sebagai salah satu uji mental bagi saya juga Aryo.

Maklum, kadang-kadang kita masih suka berpikir, berjualan atau berdagang itu tidak “keren”….

Dengan home schooling ini, saya tidak menganggap diri saya hebat dan bisa melakukan semua hal, termasuk menjadi guru bagi anak saya sendiri. Bahkan selama saya mengajari Aryo belajar, saya juga ikut belajar, mau tidak mau….. Pada akhirnya, saya dan anak saya belajar berdua.

Saya sangat menikmati jika saya bisa berdiskusi banyak hal-hal yang ringan tentang apa saja yang ada di sekeliling, dari berita di tv,buku-buku agama, isu-isu, bahkan film, entah itu film anak-anak atau film orang dewasa yang iklannya ada di tv dan kebetulan Aryo melihatnya.

Apa saja, selalu saya angkat sebagai bahan pembicaraan dan diskusi. Saya ingin membuat satu kebiasan bahwa Aryo bisa bicara apa saja atau bertanya apa saja pada saya.

Mungkin saya terdengar idealis yaaaa?……

Jika saya memilih untuk mengajarkan sendiri anak saya minimal untuk 1 tahun ini adalah untuk melihat minat atau keinginan Aryo.

Saya cenderung memilih mundur 1 langkah untuk maju seribu langkah, apakah cara ini salah?

Banyak orang yang kurang setuju, bahkan terang-terangan menolak atau mengatakan bahwa home schooling ini tidak baik bagi anak.

Saya mengakui bahwa seumur anak-anak sekolah, saat dimana anak-anak butuh teman-teman untuk belajar bergaul dan belajar untuk bersosialisasi atau menjadi satu bagian dari suatu perkumpulan, sekolah adalah pilihan yang pertama.

Dan saya juga mengakui, untuk anak-anak, contoh adalah yang utama. Anak-anak akan melihat satu panutan atau tokoh yang akan dia tiru dan guru adalah orang yang pantas untuk dijadikan panutan.

Namun, karena ada pengalaman yang kurang mengenakan mengenai lingkungan teman-temannya semasa dia bersekolah di taman kanak-kanak dulu, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba selama 1 tahun ini home schooling. Walau banyak orang yang mengenyitkan kening…….Aneh katanya.

Menurut saya, semua yang ada di dunia ini seperti mata uang, memiliki 2 sisi yang berbeda, keuntungan dan kekurangan.

Dan untuk memilih semua ini, saya memilah-milah mana yang lebih menguntungkan bagi anak saya saat ini. Semoga pilihan saya ini yang terbaik. Amin.

Selama ini, bukan tanpa pertanyaan-pertanyaan pada saya mengenai sekolah rumah ini. Karena terlalu banyak alasan yang mendasari alasan saya, akhirnya saya hanya mengatakan, bahwa ini pilihan ayahnya, atau karena tidak bisa masuk ke sekolah dasar yang terbaik disebabkan kurang umur (anak saya lahir awal september), atau karena untuk mematangkan anak saya ini.

Ah, lama-lama saya jadi bingung untuk membicarakan atau menjawab pertanyaan dari orang mengenai anak saya, Aryo

Saya sih hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Mau bagaimana lagi ya?…..

Home schooling, saat ini memang masih banyak diperdebatkan oleh banyak orang.

Ada yang tidak setuju, tetapi banyak juga yang menerima.

Memang home schooling bukan yang terbaik, tetapi apa salahnya kalau saya ingin mencoba, walau dengan ala saya yang apa adanya……

Karena lagi-lagi, saya bukan seorang pendidik tetapi saya belajar untuk mendidik anak saya sendiri berbekal pengalaman dan keingintahuan saya.

Mudah-mudahan saya bisa menjalaninya dengan baik dan mampu bertahan melewati rintangan yang tak terduga.

Amin.

Categories: Aryo