berubah yuk!
Change atau Berubah…. Kata kata ini pernah aku dengar ketika menemani anakku nonton film jagoan dari jepang, semacam film power ranger dan ultraman tetapi aku lupa judulnya. Dalam film itu sang jagoan meneriakkan kata….”berubah”…dan tak lama sang jagoan berubah mnjadi lebih besar ukurannya atau menjadi super kuat atau sakti mandraguna dan dapat mengalahkan musuh-musuh yang jumlahnya sangat banyak dengan sangat mudah.
Hebat kan? Sang jagoan itu bisa diacungi jempol. Pantas saja anakku sangat suka dan selalu menunggu saat-saat film itu diputar di tv setiap sore. Wah wah wah, keren sekali jika seandainya aku bisa seperti itu. Berubah….lalu aku menjadi super hebat. Keren kan? By the way, sebenarnya aku juga sedang dalam proses ber-transformasi alias berubah. Walau perubahan bukan berarti aku menjadi cantik atau bertambah putih seperti yang pernah diharapkan suamiku (he he he, suamiku pernah bercanda tentang ini), tetapi lebih pada perubahan dalam diri aku. Maksudnya?…… Ahha….aku belajar untuk bisa percaya diri demi anak-anak dan suamiku.
Dulu, sewaktu aku masih kecil, aku anak yang sangat rendah diri alias minder karena aku punya sepupu perempuan yang sebaya denganku (lalu…..). Sepupuku itu, dia cantik, pintar bergaul, kenal banyak orang, keren, modis, pokoknya anak perempuan cantik pada umumnya. Sementara aku, wuih….sering diledek kakak-kakakku “emdut” karena dari kecil aku gendut, lalu “si hitam” karena kulitku paling hitam diantara kakak-kakakku (aku anak bungsu) dan rambutku selalu dipotong oleh salon rumah alias dipotong sendiri oleh mami dengan potongan yang tidak pernah berubah sampai aku sekolah di smp, model batok kelapa atau kerennya model cleopatra (supaya terdengar lebih oke…). Apalagi, aku anak tomboy (aku sangat dekat dengan kakak laki-lakiku dibanding kakak perempuan), senangnya memakai celana pendek dan kaos belel. Selalu bermain sepulang sekolah, tidak mau tidur siang (anakku juga begitu) dan banyak bekas luka di mana-mana, kaki kanan, kaki kiri, tangan….pokoknya yang tidak tertutup pasti pernah tergores atau berdarah karena terjatuh.
Dan yang kedua aku berubah, aku belajar untuk mendengar orang lain, dalam hal ini suamiku. Waktu kecil, aku anak keras kepala dan sulit diberi tahu. Aku harus merasakan dulu dan belum percaya jika orang lain memberitahu aku sebelum aku tahu sendiri. Dan anakku juga begitu (padahal aku sering marah karena ini). Satu lagi, aku balajar untuk tidak mengeluh. Dulu aku anak pintar karena tidak pernah mengeluh walau uang jajanku saat sd hanya seratus rupiah saja.
Tetapi dulu lain dengan sekarang kan?…… Saat kecil aku belum tahu yang namanya masalah. Masalah aku hanyalah jealous pada kakak perempuanku yang dibelikan sepatu kulit (karena kulitnya sensitif) atau ingin dibelikan sesuatu oleh bapak atau mami, tetapi tidak dituruti, itu masalahku waktu kecil. Tapi kini, aku punya keluarga, 3 anak laki-laki dan 1 suami. Aku ingin belajar untuk tidak mengeluh jika mempunyai masalah besar, sebesar apapun. Aku ingin bersabar dan bersabar. Dan mengingat bahwa hidup selalu diikuti masalah hanya bagaimana kita memandang masalah itu, akan menjadi masalah-kah atau masalah biasa dalam hidup? (bingung? Sama).
Untuk itu, saat inilah aku harus dewasa berpikir, bertindak dan bersikap, dan…….. Berubah…….. Yaa, semoga aku bisa berubah menjadi lebih baik dan lebih baik mengingat umurku sudah 31 tahun …makin lama akan semakin bertambah dan aku akan menjadi tua kan? Untuk itu aku akan berubah dan ingin berubah. Apa perlu aku jungkir balik atau loncat dan berteriak “berubah” supaya aku cepat berubah menjadi lebih bijak, seperti film jagoan anakku itu?…….mungkin! Berubah……