Kriteria laki-laki impian

Thursday, 26 November 2009 leunca Leave a comment

wuih……kriteria ini banyak berkelebat dalam pikiran para perempuan lanjang, dari kriteria biasa sampai yang luar biasa.

Hal ini tiba-tiba saja menjadi salah satu renunganku setelah mendengar cerita salah satu kakak perempuanku yang belum juga menikah meski umurnya sudah lebih dari cukup.

Sepertinya, ada saja yang selalu menjadi pertimbangan “berat” yang menggoyahkan perasaan. Ketika tak jua dekat dengan seseorang, perasaan galau tak henti menanti “jodoh” yang mungkin saja bisa mengetuk hati dan membuat perasaannya berbunga-bunga setiap hari.

Lalu, ketika dekat dengan sesorang dan kemudian menuju ke arah yang serius….ada lagi yang membuat galau perasaan.

Apa yang akan dipikirkan orang tua, setujukah atau tidak?….lalu timbul pikiran yang macam-macam hingga surut langkahnya. Yang lebih parah….mungkin timbul penyesalan….aaah, jadi serba salah ya :(

Kemudian….ketiak memutuskan hendak “berjuang”….lagi-lagi timbul keraguan besar…apakah aku mampu?…..selalu ada saja yang mengganggu pikiran hingga perlahan membunuh semua perasaan indah…aaah, lagi-lagi, saya hanya bisa mengomentari begitu.

Belum lagi kriteria yang diminta orang tua mengenai sang calon mantu ini, yang harus “ini dan itu”…..bibit, bobot dan bebet yang terdengar sangat menakutkan dan membuat deg-degan sepanjang waktu. apakah orang tua akan menerima dan menyuaki sang mantu ini nantinya?…menerima kekurangannya sekaligus kelebihannya?….aah…jadi sedikit lebih ribet ya…

Memang….usia tidak menentukan kedewasaan seseorang. bahkan, mungkin seseorang yang umurnya masih sangat belia untuk menikah ternyata bisa “melalui” kesulitannya dengan “elegan”…yaaaa, mungkin karena pikirannya tidak serumit perempuan yang berumur sudah lebih dari cukup. Mungkin yang dalam otaknya adalah “yang penting bareng-bareng”…..duh romantis kan?…

aaaah….semua terserah pada masing” pribadi…..kalau aku?….ah,rahasia aja deh. tapi yang pasti, ketika hati yakin, jalan terussss dan pantang mundur….

Categories: Curtak

Panen…panen….

Thursday, 19 November 2009 leunca Leave a comment

Panen…panen…..kata ini sekarang sangat populer dikalangan anak-anakku. semuanya gara-gara farmville yang ada di FB….

Awalnya hanya sesekali saja Aryo atau Bagus membantu ayahnya memanen atau membajak lalu menanami. Lama kelamaan ini menjadi kebiasaan dan malam hari adalah waktu wajib anak-anak menunggu ayahnya pulang.

“Bagus yang panen ya Ayah…”

Malam hari jadi terasa siang hari. suara berisik Aryo dan Bagus yang berbagi tugas, sementara sang ayah tiduran dan benar-benar tertidur pulas.

Ahh…..anak-anak jadinya membuat ladang sendiri. dari mulai menggambar berlembar-lembar sampai membuat miniatur yang disusun dari lego. duh……mereka kreatif sekali.

Mudah-mudahan kreatifitas ini akan berkembang terus mengikuti bertambahnya umur dan kepintaran mereka. InsyaAllah…..Amin…

guys….mauju terus ya….doa bunda menyertai kalian….Aryo, Bagus dan Gilang….

Categories: Aryo, Bagus, Gilang

Iiiirrriiiii….ah, jangan ah!

Thursday, 19 November 2009 leunca Leave a comment

Kadang…….kadang loh…..aku suka iri jika melihat orang lain. maklum, rupanya dalam otakku diam-diam masih menyimpan kalimat “rumput tetangga terlihat lebih hijau”….
hahahaha……padahal kan udah bukan zamannya lagi aku harus “iri-irian”……kayak apa aja ya :P ….atau kayak ga punya iman aja ya?…

Ya…..kadang sih….suka merasa begitu. melihat teman-teman yang tetap bekerja kantoran dan mempunyai karier yang baik, sekaligus keluarga….ahhh, bener-bener bikin aku jadi ga pede, secara aku hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Ngirinya bukan lebih karena sirik yang penyakit hati itu….uh, nauzubillahminzalik deh, amit-amit. ga kok….hanya ada sedikit pertanyaan dalam hati……”wah, payah banget ya aku, ga bisa mengahasilkan apa-apa”….hihihihihiiii……jadi merasa minder der deh:P

Seharian mikir….duh,aku pengen melakukan sesuatu yang spektakuler deh, sesuatu yang hebat. tapi kok kayaknya ada “buntut” yang membuat langkahku berjalan sedikit lebih berat….

Apa ya?….apa ya?…..apa ya?…itu terus yang berputar dalam kepala aku. bener-bener bikin aku kelimpungan setengah mati. ah, daripada aku terbengong-bengong menghabiskan waktu hanya berpikir, aku habiskan waktu dengan bergerak, merapikan rumah, geser ini dan geser itu….dan berhasil, hasilnya adalah aku kecapean sendiri.

Menghilangkan pusing karena terlalu lincah dari pagi hingga siang tadi, memaksa aku untuk tiduran. tapi….tetep aja pikiran menerawang ke sana dan ke mari.

Ya Allah..tolong bukakan pintu kemudahan bagi hamba ini ya……itu terus yang diucapkan pelan sambil mengusapi perut yang sedikit mengencang.

Sekarang…setelah hujan turun dan meninggalkan kesejukan dan dinginnya udara…..tubuh sedikit lebih rileks.mencoba tenang berpikir dan sadar.

Ya…..kadang…..aku harus mengakui, menerima keterbatasan aku saat ini. menikmati segala kesulitan walau…uuuhhhh….rasanya kok ga ada habisnya.belum lagi perasaan malu dan lemah karena harus “bergantung” pada orang lain.

Ahhhh…..bangkit….jangan menyerah…..dan menikmati apa yang sudah aku punya. the show must go on…

oh ya, satu lagi……harus mengakui bahwa diri ini ternyata telah GAGAL…..uuuuhhhh….sebenernya malu untuk mengakui kegagalan ini, tapi apa boleh buat.

Walau rasanya seperti ditampar….aaahhhh, masih lebih enak kok. artinya, saat aku menyadarinya, aku tau bagaimana aku harus bersikap untuk ke depan.

Jangan tengok ke masa lalu…dan jangan takuti masa depan……percaya diri dan percaya, Allah SWT akan selalu ada disamping kita. Amin.

Categories: Curcur

Di belakang seorang laki-laki..

Tuesday, 17 November 2009 leunca Leave a comment

Di belakang seorang laki-laki hebat….itu istilahnya….pasti ada seorang perempuan, istri, yang “kuat”…

Terinspirasi dari suatu siang menonton berita di Tvone, wawancara istri dari Williardi Wizard….yang mengungkapkan banyak hal dan itu membuat aku bercermin banyak. Kata-kata sederhana yang mengalir begitu saja…membuat ada sesuatu dalam hati yang terketuk dan menjadi malu.

Bagaimana dikatakannya….”ketika ijab kabul, ada satu doa yang diucapkan….”……percis seperti pengalamanku dulu (doa yang terucap ketika ijab kabul akad nikahku dulu)…. Lalu, kata-katanya lagi….”jika ada masalah kecil dihilangkan, kalau ada masalah besar dikecilkan…”

Duhh……kupingku jadi panas dan aku jadi malu.

Rasanya, akhir-akhir ini aku gampang sekali membesarkan masalah hanya karena aku sungkan atau sulit berkomunikasikan dengan suami.Dan akhirnya membuat aku uring-uringan berhari-hari, menangis sepanjang malam dan rasanya merana sekali… :(

Bagimana juga sang istri yang berusaha tegar dan setia demi janjinya ketika ijab abulnya dulu…..dan demi anak-anak. kuat demi anak-anak dan suaminya yang kini ditahan…Aaah….saya rasanya pantas mengacungi jempol untuknya. Hebat.

Tak mudah untuk tetap mempercayai seseorang apalagi ketika kejujuran sedang diuji. ketika ada sedikit keraguan terhadap suami, didiamkan tanpa bertanya…rasanya hati seperti dibolak-balik. Apalagi ketika publik mengetahui dan seolah aib terbongkar begitu saja….entah itu benar atau tidak…tetapi tetap yakin dan percaya dan menjaganya. SubhanaAllah…..itulah istri yang solehah.

Tak banyak meminta atau menuntut. Dia ada ketika dibutuhkan. Dia kuat ketika keadaan sangat sangat sulit. Dia seolah menjadi payung ketika panas matahari memancarkan sinarnya sangat panas. Dan, dia selalu mengingatkan agar selalu berdoa dan ingat pada Sang Pencipta…….doa tak henti keluar dari bibir dan tangisnya.

Itulah……dibalik kesuksesan seorang laki-laki….pasti dibelakangnya ada istri yang “hebat” dan “kuat”… karena tak mudah bagi seorang perempuan untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, istri bagi suaminya, dan wanita bagi dirinya sendiri.

semuanya harus dijalani dengan sabar dan tekun…..tanpa memikirkan, “apa keuntungan yang akan didapatkan dari semua ini, kecuali cinta suami dan ridho Sang Ilahi…..

Categories: Curhat

Punya bunda, punya aku juga….

Tuesday, 17 November 2009 leunca Leave a comment

Sekarang….apa aja yang aku pegang, suatu saat akan anak-anakku pegang juga. ya….dari palu, obeng…..rasanya membuat Aryo penasaran ingin tau bagaimana rasanya memakai alat-alat yang biasa aku pakai.

Ya….bukan bermaksud sombong sih, kalau aku sudah terbiasa sejak dulu, tepatnya SMP, aku memalu, menggunakan obeng untuk memasang skrup atau memperbaiki alat listrik yang sederhana milik sendiri.

semuanya bermula dari seringnya membantu kakak laki-laki setiap kali memperbaiki sesuatu. dari sekedar nonton, minta diajari sampai coba-coba sendiri. Alhamdulillah…ya ngerti sedikit sedikit.

Bahkan, untuk memasang paku saja, aku pasti lakukan sendiri, walaupun harus memakai tangga besi segala. tak takut.

Nah…nah…..kini, giliran Aryo yng mulai mengikuti jejakku. mainan mobi atau robot yang harganya ga murh, dibongkar, dipreteli, dilepas satu persatu untuk kemudian dia pasang sesuka hati. entah dibuat bentuk baru yang lebih “baru”….seperti bentukan robot baru yang terdiri dari pecahan banyak mainan yang sudah dipreteli sebelumnya.

ada ada saja…selalu ada-ada saja bentuk yang bisa dibuat. tangannya dengan pede memegang obeng, memasang skrup lalu mengutak-atik pecahan mainan itu untuk dibentuk kembali tetapi bentuk yang ….ya,kalau menurut aku sih….keren abis.

seneng sih lihatnya. karena bagi aku itu ciri kreativitasnya.dan aku berusaha tak pernah membatasinya, walau sedikitpun. tak pernanh mengatakan…”itu jelek” atau “itu aneh”….aku selalu komentar, “bagus, Mas”….atau “bikin apa sih?….coba ceritain ke bunda”…

sebisa mungkin aku selalu memberikan penghargaan padanya.

kini…..tiap kali aku menjahit, aryo pasti bilang…”Bun, ajarin mas aryo jahit dong”…..atau ketika aku sibuk di dapur..”bun, mas aryo juga mau belajar masak. coba sini mas aryo yang masukin…” atau….”mas aryo juga bisa bantu bunda nyuci baju”..

aaah…..ga bisa berkata-kata. ada sedikit rasa lega. berarti aku sudah memberikan contoh yang, InsyaAllah baik.karena aku ingin, biarpun anak laki-laki….aryo tetep suatu saat nanti akan aku ajari masak, mencuci baju sendiri dan mencuci piring yang sekarang sudah mulai dikerjakannya.

semoga…semoga…. kali ini aku mengajarkan hal yang baik. InsyaAllah…

Categories: Aryo

Lirik You were there Regine V

Wednesday, 11 November 2009 leunca Leave a comment

i guess you’ve heard
i guess you know
in time, i might have told you
but i guess i’m too slow
thats overly romantic
but i know that it’s real
i hope you don’t mind
if i say what i feel
it’s like i’m in somebody else’s dream
this could not be happening to me

but you were there
you were everything i’d never seen
you woke me up from this long
and empty sleep
i was alone
i opened my eyes
and you were there

don’t be alarmed
no, don’t be concerned
i don’t wanna change things
leave them just as they were
i mean, nothings really different
it’s me who feels strange
i’m always lost for words
when someone mentions your name
i know that i’ll get over this
for sure
i’m not the type who dreams
there could be more

but you were there
you were everything i’d never seen
you woke me up from this long
and empty sleep
i was alone
i opened my eyes
and you were there

can i take your smile home with me?
or the magic in your hand?

the rain has stopped
the storm has past
look at all the colors
now the suns here at last
i suppose that you’ll be leaving
but i want you to know
part of you stays with me
even after youre gone
like an actor playing someone else’s scene
this could not be happening to me

but you were there
you were everything i’d never seen
you woke me up from this long
and endless sleep
i was alone
i opened my eyes
and oh no im not alone! no!!! im not alone!!!!
i opened my eyes…
and you were there
you were there

Categories: Uncategorized