Gilangku 5 tahun
04 Oct 2011 Leave a Comment
in Gilang
Alhamdulillah…hingga 2011 ini semua berjalan baik meskipun masih ada kerikil-kerikil tajam yang terinjak. Gilanga sudah berumur 5 tahun.
Echo ke-3 bulan September 2011 lalu, hasilnya membuat saya sangat sangat terharu. Subhanaallah…seperti mendapatkan hadiah jakpot dari Allah. Hati ini bergetar, sakit perut langsung hilang dan ketika saya menatap wajah Gilang, saya berpikir, betapa sayangnya Allah SWT pada saya dan suami.
Dua tahun awal adalah perjuangan. Tiga tahun selanjutnya adalah masa perjuangan untuk mempertahankan, dan masa ini bagi saya lebih sulit dari masa dua tahun pertama. Karena, masa inilah saya harus lebih awas mengurus Gilang, tak boleh lengah dan berleha-leha. Karena, bagaimanapun, perjuangan belum usai, bahkan usaha itu akan terus ada hingga Gilang dewasa dan mampu saya lepas….
Gilang, semangatnya gemilang bagi saya. Karena Gilang, saya dan suami berjuang hingga rasanya kami sulit untuk bernapas
….berpikir positif sementara yang kami hadapi nyaris seperti tak ada harapan. Tetapi…Allah Maha Tahu, tahu apa yang kami perjuangkan dan apa yang kami pasrahkan…semoga Allah senantiasa melindungi dan selalu mendampingi langkah kami…
Thank you Allah… semua ini bagi kami adalah anugerah dari Engkau, bukti Engkau menyayangi kami….
Belajar berorganisasi
03 Oct 2011 Leave a Comment
in Curtak
Ternyata, untuk mengelola sebuah organisasi yang anggotanya berbagai macam rupa, sikap, dan gaya membuat pening kepala ya
Saya yang sedemikian simplenya, diharuskan mengikuti gaya dan menerima ketika banyak yang “menatap” tak percaya. Yaaaa..bukan salah mereka juga sih sampai saya di-under estimate begitu. Tak salah mereka memang…karena memang gaya saya yang acuh dan cuek terhadap penampilan.
Tetapi…akhirnya…saya memilih untuk berubah. Gaya saya mungkin tak lagi secuek dulu. Gaya pakaian saya jauh lebih rapi walau gak modis-modis amat…tetapi, yaaa…lumayan lah. Jika range nilai 1-10 maka nilai saya mungkin hanya 7 atau 8,5 lah yang paling tinggi…
Bukan tak pede…tetapi lebih pada keinginan saya yang ingin terlihat lebih sederhana. Bagi saya…lihatlah kerja saya barulah nilai saya. Jangan lihat keren atau tidaknya saya tetapi…tolong lihat hasil kerja saya, meski masih jauh dari sempurna.
Ketika saya mengeluhkan beberapa sikap orang yang “tidak menghargai” diri ini pada suami, saya malah dikritik habis. Satu kalimat yang selalu saya ingat….”kalau kita tidak dihargai pasti karena kita yang tidak bisa dihargai”…..atau “penampilan kita yang kurang pas”…..huhuhuuuuu…..sedih sih waktu dikomentari seperti itu. Tetapi….akhirnya saya berubah dan saya mengikuti apa saran dari suami….”show them who you are”….dan…that’s right…..jituuuuuu banget
Ahhhh….so, majulah terus dan berubahlah untuk terus menjadi lebih baik meski akhirnya saya sedikit “bermain” politik. Bagaimana saya harus “memegang” seseorang dan meminta “petuahnya” demi tak adanya perpecahan antara anak baru dan anak lama….
Huhuhuhuuuu…..susahnya ya untuk menyatukan persepsi meski kita sudah berteriak-teriak bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan bersama…
Akhirnya, bagi saya, setiap hari adalah belajar. setiap hari adalah berjuang. dan setiap hari addalah berteman meski kadang saya jenuh dan “muak” untuk memberi makan ego mereka
Ahhhhh…Bismillah…niat baiklah dan fokus pada tujuan, visi dan misi yang selalu ada dalam otak saya ketika hampir over load oleh kekecewaan, kekesalan dan kemarahan karena betapa saya berusaha profesional tetapi mereka tidak :p
heeemmmmm…..not bad-lah untuk saat ini. tetapi, saya sadar dan sangat sadar….saya masih jauh dari sempurna dan jauh dari kata “bagus”…tetapi saya akan berusaha sebaik dan sebagus mungkin
)
Anak laki juga bisa
03 Oct 2011 Leave a Comment
in Gilang
Sore ini, Gilang membantu mengupas bawang putih sambil cerita. Tak sadar, semua bawang yang jumlahnya lumayan banyak itu akhirnya bersih dari kulit keringnya. Alhamdulillah….saya tak lagi duduk sendirian di dapur, ada Gilang yang ikutan duduk menemani.
Siapa bilang anak laki tak bisa bantu?!…Ah…Gilang dengan sukarela membantu. Aryo mau dimintai tolong untuk pergi ke warung belanja sayur. Bagus juga tak keberatan membantu mencuci gelas dan sendok.
MEski akhurnya saya menjadi lebih repot karena mau tak mau saya harus ikut mengawasi dan memberi contoh, tetapi…yaaa…namanya juga masih belajar ya
Alhamdulillah ya….
speechless, jobless, hopeless… :(
15 Jul 2011 Leave a Comment
in Curtak
Speechless..karena saya merasa banyak kecewa. Kecewa pada banyak orang karena banyak yang berubah sikap namun perubahannya tidak mengenakan hati saya. Jadinya saya mikir dan berpikir…apa salah saya?!
Jobless…karena saya merasa saya tak berguna. saya tak mampu bekerja yang produktif, yang bisa “menghasilkan”……jadinya merasa “pengangguran”..meski sesungguhnya saya sungguh-sungguh banyak kerjaan, yaaa…kerjaan rumah yang bukan suatu pekerjaan tetapi tugas wajib yang sudah menjadi kewajiban setiap hari…
Hopeless….karena…saya merasa banyak harapan saya yang terbang begitu saja. Cita-cita dan angan-angan saya terbang karena saya membiarkannya terbang begitu saja. semuanya karena saya “berkorban” demi sesuatu yang lebih penting dan lebih berharga…sementara saya merasa saya kurang “berharga”…hahahahaaa…. yaaa, gak gitu-gitu juga sih, tetapi lebih karena hitung-hitungan untung ruginya saja.Jika saya bersikukuh demi “kepuasan” saya semata, terlalu banyak ruginya bagi anak-anak dan rumah….jadinya, saya memutuskan untuk “biasa saja”.. :p
Lalu…kok sekarang jadi mikir…apa lagi ya kata yang belakangnya ada “-less”nya gitu?…rasanya semua itu sangat pas bagi saya saat ini.. halahhh….payah ya saya :p
Saya rasanya berada dalam grafik titik terbawah, titik minimum….alias agak agak apatis. Kenapa ya?!…entahlah…mungkin ini sesaat saja karena saya rasanya dihadapkan dan dibenturkan pada satu “kenyataan pahit” yang sangat sangat pahit, berkali-kali dan berulang kali….dan saya hanya bisa sabar. Karena…kalau gak sabar, saya tidak bijaksana dan saya malah jadi orang jahat…nah loh, itulah dilemanya saya saat ini. Akhirnya…saya menyimpulkan….ah, daripada jadi jahat….akhiran -less aja deh…xixixixiii…
Ketika seorang bunda menjadi penakut :(
24 Jun 2011 Leave a Comment
in Aryo
Minggu, 19 Juni 2011 adalah waktu dimana saya menjadi seorang penakut. Saya, seorang ibu 4 anak laki-laki ini, yang biasanya sangat “cuek” dan berani, di hari itu, saat itu, tak mampu mengumpulkan keberanian sedikitpun. Entah kenapa, rasanya semua tekad berani menguap begitu saja begitu saya melihat kain warna hijau yang membungkus peralatan jahit.
Yaaaa…hari minggu itu adalah hari si sulung disunat. Awal merencanakan, saya tak ada sedikitpun takut. Bahkan, saya dengan percaya diri mempersiapkan dan membujuk Aryo supaya mau menfaatkan liburan kenaikan kelas dengan disunat.Ada banyak alasan saya membujuknya, demi kesehatan, kewajibannya hingga kata-kata magic yang tak mungkin ditolak ole Aryo.
Namun, siapa sangka…keberanian saya hancur pagi itu juga. jantung saya berdetak lebih cepat, tak tega dan memilih duduk menjauh, tak berbuat apa-apa meski Aryo menjerit kesakitan ketika jarum bius disuntikkan. Saat itu saya sadar, sangat sadar, seharusnya saya ada di sampingnya, menemaninya dan membuatnya tidak menangis. tetapi, sungguh….saya menjadi penakut sejati.
Ketika saya mengingat ini, saya menyesal. Keberanian untuk anak seharusnya tak ada batas. seorang bunda haruslah kuat dan tegar demi anak-anaknya dan keluarganya. Ahhh…maaf bunda ya Nak, karena keberanian itu dipendam disaat harusnya bunda berani, melebihi keberanianmu.
sulungku, Aryo….semoga menjadi anak soleh, tambah pinter dan menjadi kakak yang baik yang akan dicontoh oleh adik-adikmu. Anak soleh ini telah berani melawan rasa sakitnya meski masih suka menangis, tetapi…kata-katanya membuat ait mata bunda berlinag….”Bunda, ternyata disunat ini menyusahkan orang lain ya.”…..hiks….anak soleh yang perasa.
semoga semua hadiah yang diterima adalah berkah dan Allah akan melimpahkan rezekimu…aminnnn….
love you nak
Nan gede manen sarangheyo
23 Oct 2010 Leave a Comment
in Curhat
…Nan gede manen sarangheyo….
i like to dedicated this for my only big man…
i love him so much…
i adore him…
love you Ayah…
love you Ayah…
love you Ayah…
love you Ayah…
mianeo….kumawo….thanks…makasih…nuhun….maturnuhun…
for everything….for your love…
for your time..
for….that….everything you gave to me…
i love you…
sarangheyo…
mmmmuaaaccccchhhhhh……love you….
